Rifan-financindo-yogyakarta

Subtitle

Blog

5 Berita Populer Market, Rupiah Menguat di tengah Tekanan, BUMN Kaji Komodo Bonds | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on March 18, 2019 at 8:00 PM

 


PT Rifan Financindo - 5 Berita Populer Market diantaranya :

1. Penjualan Emas Aneka Tambang (ANTM) Capai Level Tertinggi

Emiten produsen logam PT Aneka Tambang Tbk. menyampaikan bahwa perseroan membukukan volume produksi dan penjualan feronikel dan emas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan sandi ANTM tersebut membukukan volume produksi unaudited feronikel sebesar 24.868 ton nikel dalam feronikel (TNi), baca selengkapnya di sini

2. Rupiah Bertahan Menguat Saat Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan

Nilai tukar rupiah mampu rebound terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (22/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 7 poin atau 0,05% di level Rp14.220 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.Baca selengkapnya di sini

3. Indonesia Kembali Angkat Isu Sawit dalam Pertemuan Asean-Uni Eropa

Indonesia kembali memperjuangkan isu sawit dan menolak kebijakan diskriminatif terhadap sawit di Eropa pada pertemuan Menteri Luar Negeri Asosiasi Negara Asia Tenggara (Asean) dan Uni Eropa (UE) di Brussels, Belgia, Senin (21/1/2019).

Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir yang memimpin Delegasi RI, baca selengkapnya di sini

4. BUMN Kembali Pertimbangkan Komodo Bond hingga Green Bond

Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengungkapkan rencana belanja modal total seluruh perseroan pelat merah karya mencapai Rp108 triliun pada 2019.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan prognosa realisasi belanja modal selurh BUMN karya mencapai Rp90 triliun pada 2018. Baca selengkapnya di sini

5. Bumi Resources (BUMI) Kembangkan Kawasan Pariwisata Pantai Batu Buaya

PT Bumi Resources Tbk. melalui anak usahanya PT Arutmin Indonesia mengembangkan pengelolaan kawasan Pantai Batu Buaya, Satui, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan sandi BUMI tersebut mengembangkan kawsan Pantai Batu Buaya dengan menggandeng Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. 

PT Bumi Resources Tbk. melalui anak usahanya PT Arutmin Indonesia mengembangkan pengelolaan kawasan Pantai Batu Buaya, Satui, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan sandi BUMI tersebut mengembangkan kawsan Pantai Batu Buaya dengan menggandeng Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu.

“Wilayah ini merupakan salah satu kawasan pantai dengan akses terdekat dari warga Satui dan terkenal dengan spot khusus para pemancing yang berada sekitar 20 menit lepas dari bibir pantai,” ungkap Presiden Direktur Bumi Resources Saptari Hoedaja, Selasa (22/1/2019).

Dalam peresmian kerja sama tersebut, Arutmin Indonesia dan Pemda Kabupaten Tanah Bumbu melakukan penanaman pohon Trembesi sehingga lingkungan sekitar pantai menjadi lebih asri.

Beberapa pengembangan yang akan dilakukan Arutmin Indonesia pada Pantai Buaya Satui yaitu pada Musholla Raudatul Anwar, toilet pengunjung, sentra dan kios UKM, pendopo pengunjung, monumen peresmina, dan taman dan prasasti yang akan segera dibangin di kawasan pantai tersebut.

Adapun, pada tahun lalu emiten Grup Bakrie tersebut memproduksi batu bara sebesar 85 juta—86 juta ton, lebih tinggi dari target awal perseroan yaitu 83 juta ton.

Direktur Independen dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava menyampaikan pada tahun ini perseroan akan memproduksi hingga 90 juta ton batu bara, di mana sebagian besar kenaikannya akan disumbangkan oleh entitas anak perseroan yaitu PT Arutmin Indonesia.

“Kenaikan produksi tersebut akan disumbangkan oleh Arutmin Indonesia yang berencana meningkatkan produksi batu bara berkalori tinggi perseroan. Batu bara kalori tinggi tersebut diproduksi untuk pasar ekspor,” ungkap Dileep.

Bisnis.com mencatat pada tahun ini Arutmin Indonesia berencana meningkatkan produksi sebesar 10% dari target tahun lalu, atau mencapai 31,9 juta ton. Dengan meningkatkan produksi batu bara kalori tinggi yang harganya lebih stabil, perseroan akan dapat menekan risiko dari fluktuasi harga batu bara global.


Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments