|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Berita mengenai sejumlah emiten batu bara yang mempertahankan target serta PT Kimia Farma Tbk yang menambah kepemilikan di Phapros menjadi berita utama media massa hari ini, Senin (22/7/2019).
Berikut ringkasan sejumlah berita utama di media cetak hari ini:
Produsen Emas Hitam Pede. Sejumlah emiten produsen batu bara tetap percaya diri (pede) dengan mempertahankan target di tengah ketidakpastian yang masih membayangi pergerakan harga emas hitam pada paruh kedua tahun ini. (Bisnis Indonesia)
KAEF Tambah Kepemilikan di Phapros. PT Kimia Farma Tbk.(KAEF) telah menyiapkan dana untuk menyerap right issue entitas anak PT Phapros Tbk., yang direncanakan pada semester II/2019. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Minggu (21/7), Phapros akan melakukan peningkatan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). (Bisnis Indonesia)
KEEN Targetkan Laba US$10 Juta. Calon emiten PT Kencana Energi Lestari Tbk. menargetkan bisa mengantongi pendapatan di akhir tahun 2019 mencapai US$22 juta, dengan laba sebesar US$10 juta. (Bisnis Indonesia)
HMSP Masih Melempem. Volume penjualan PT HM Sampoerna Tbk. pada kuartal II/2019 turun 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di tengah volume penjualan rata-rata industri yang justru tumbuh 4,8% secara tahunan pada periode tersebut. (Bisnis Indonesia)
Tiga Anak Usaha KRAS Siap IPO. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berencana melepas saham tiga anak usahanya ke bursa. Aksi korporasi ini masuk dalam opsi pembenahan fundamental KRAS sampai tiga tahun mendatang. (Kontan)
Bertambah, Calon Saham Delisting. Jumlah emiten yang akan keluar dari bursa saham bertambah. Setidaknya, ada dua perusahaan yang mengajukan delisting sukarela. Emiten yang tak lagi berniat memperdagangkan sahamnya di bursa saham yaitu PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) dan PT Merck Sharp Dhome Pharma Tbk (SCPI). (Kontan)
IMEI dan Xiaomi Jadi Katalis Positif Erajaya. Penerapan regulasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) mulai bulan depan ditambah adanya kesepakatan baru dengan Xiaomi menjadi katalis positif bagi PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) ke depan. Peraturan baru ini diharapkan menaikkan permintaan telepon seluler (ponsel) maupun smartphone ke depan. (Investor Daily)
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Ada-ada saja tingkah Ayu Dewi yang bikin sang suami merasa sebal. Diminta mengingat kenangan selama tujuh tahun menikah, suami Ayu, Regi Datau, punya kenangan menyebalkan menurut dirinya.
Hal tersebut diungkapkan Regi di vlog milik sang istri baru-baru ini. Regi merasa bete mengingat momen liburannya di Jepang tahun lalu, Ayu Dewi seperti membuyarkan rencananya.
Ceritanya, Regi sudah menyiapkan restoran khusus bagi Ayu Dewi untuk ia abadikan di medsos juga vlog. Namun Ayu ternyata memilih restoran lain yang dinilai Regi terlalu berlebihan.
"Udah diaturin kayak waktu liburan ke Jepang, aku tuh udah ngerti hidup kamu penuh dengan konten. Udah diaturin makan di restoran yang bagus, yang kalau makan atau ambil video bagus (gambarnya)," kisah Regi.
"Abis itu kamu malah milih ngerubah sendiri, nggak ngasih tahu aku," ucap Regi lagi.
Ayu Dewi mengatakan, restoran yang ia pilih masuk dalam daftar restoran oke di Negeri Sakura.
"Pokoknya satu orang tuh...total-totalnya Rp 60 juta makannya," jawab Ayu Dewi.
Regi mengeluhkan nominal harga makan semewah itu yang dinilainya cuma buang-buang uang.
"Anak-anak bayar mahal tapi anak-anak nggak bisa makan juga. Bawa bapak-ibu tapi mereka juga nggak (menikmati), jadi mubazir," kata Regi.
Ada-ada aja nih, Bu Ayu.
Sumber: hot.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Penggunaan drone tidak lagi sekadar untuk kepentingan militer maupun hobi bagi sebagian orang. Pesawat udara tanpa awak ini kini mulai dimanfaatkan untuk kepentingan industri dan sektor transportasi.
Melihat perkembangannya, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan menilai itu harus diantisipasi dengan menyiapkan aturannya sedini mungkin. Pihaknya tak mau kecolongan seperti awal kemunculan transportasi online yang berkembang cepat tapi aturannya belum siap.
Seperti apa perkembangan penggunaan drone yang membuat Kementerian Perhubungan harus mengantisipasinya? Apa saja yang bakal diatur? Simak informasi selengkapnya.
Balitbang Perhubungan telah mengumpulkan sejumlah pemangku kepentingan terkait drone untuk membahas aturan yang akan dibuat.
"Kita sama-sama tahu bagaimana perkembangan angkutan online di Indonesia sementara peraturannya tidak siap," kata Kepala Balitbang Perhubungan Sugihardjo di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (17/7/2019).
Dia menjelaskan bagaimana drone ini mulai merambah bisnis kargo udara, khususnya untuk angkutan logistik, mulai untuk mengantar makanan hingga obat-obatan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Drone juga mulai dimanfaatkan ke sektor pertanian, mulai dari pemetaan area, pengawasan kualitas tanaman, hingga membantu proses penyerbukan, serta penumpukan untuk area yang luas.
Di sektor pertambangan, drone juga dimanfaatkan untuk pemetaan area, pengawasan perlengkapan dan bahan baku, termasuk untuk mendeteksi situasi dan bahaya di dalam pertambangan.
"Jadi perkembangannya sangat-sangat pesat, di lain pihak kita juga harus perhatikan aspek keselamatan dari pengoperasian drone," tambahnya.
Kepala Balitbang Perhubungan Sugihardjo menjelaskan beberapa hal yang bakal diatur terkait penggunaan drone. Pertama adalah sertifikasi pilot yang mengoperasikan drone. Kedua, registrasi dan sertifikasi terhadap drone itu sendiri.
"Kita harus membuat kategori seperti apa yang persyaratannya lebih ketat, karena drone itu juga bervariasi dari (harga) ratusan ribu sampai puluhan juta. Tentu pengaturannya beda dari daya jelajahnya, bobotnya, itu juga penting," katanya dalam FGD membahas regulasi drone di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (17/2019).
Aspek ketiga yang bakal diatur adalah ketentuan pengoperasian dan pengawasan drone. Keempat, pengaturan dan pengawasan ruang udara dalam pengoperasian drone. Kelima perizinan pemanfaatan drone untuk angkutan udara.
"Dan yang paling penting sering kita lupa yaitu ketentuan asuransi dalam pengoperasian drone, karena kalau terjadi risiko baik pada pihak pertama, pihak kedua, maupun pihak ketiga ini coverage asuransinya seperti apa," jelasnya.
Dia menyampaikan, sebenarnya sudah ada aturan yang menyinggung penggunaan drone, yaitu di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 47 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 180 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia. Namun itu dinilai belum cukup spesifik.
"Dengan perkembangan yang luar biasa kita sadari bahwa pengaturan itu tidak cukup memadai untuk bisa antisipasi perkembangan, termasuk kalau drone digunakan untuk alat transportasi," tambahnya.
Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - KPK menjadwalkan ulang panggilan terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita terkait kasus dugaan suap Bowo Sidik Pangarso. Enggartiasto disebut bersedia hadir sebagai saksi besok.
"Mengacu pada surat yang pernah disampaikan ke KPK, yang bersangkutan menyampaikan kesediaan hadir Kamis, 18 Juli 2019," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).
Enggartiasto awalnya dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini pada Selasa (2/7). Namun, saat itu Enggartiasto tak hadir hingga pemeriksaannya dijadwalkan ulang.
Pada penjadwalan ulang, Selasa (8/7), Enggartiasto kembali tak hadir. KPK pun menjadwalkan ulang pemeriksaan Enggartiasto sesuai surat yang disampaikan pihak Mendag, yakni pada Kamis (18/7).
Dalam perkara ini, Bowo Sidik ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar ini diduga menerima duit dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat Indung. Asty dan Indung juga sudah menjadi tersangka.
KPK menduga Bowo menerima suap sekitar Rp 1,6 miliar dari Asty. Uang itu diduga diberikan agar Bowo membantu PT HTK mendapat perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik.
Selain menerima suap, Bowo diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 6,5 miliar. Terkait dugaan gratifikasi ini KPK juga pernah menggeledah ruang kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan menyita sejumlah dokumen dari sana, termasuk dokumen terkait Permendag tentang gula rafinasi.
Sumber: news.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Bupati Pandeglang Irna Narulita sempat dibuat berang terkait guru honorer SD Negeri Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis bernama Nining Suryani yang tinggal di WC sekolah. Dia langsung memarahi camat karena tidak melaporkan hal ini.
"Iya marah saya sama camatnya, yang begini-begini nggak bisa dihandle. Pak camatnya nggak tahu, (ya) ke kepala sekolah dong. Kepala sekolah juga (dimarahi)," kata Irna kepada wartawan di Pandeglang, Banten, Selasa (16/7/2019).
Kepada Camat Cigeulis, Irna meminta agar jajaran birokrat tidak lengah dengan kondisi warga seperti ini. Jika saja mereka tahu, pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah layak.
"Seperti ini usulkan segera, prihatin. Saya malu," ujarya.
Ia menjelaskan, untuk rumah guru honorer yang rusak akan segera dibantu oleh pemda dari bantuan iuran sukarela dari pegawai. Karena APBD 2019 sudah berjalan dan terdata nama-nama penerima bantuan rehabilitasi, maka guru honorer itu akan dimasukkan pada usulan APBD 2020.
"Jika bantuan rehab sementara belum sempurna akan kami usulkan rehab susulan di APBD 2020," ujarnya.
Irna juga menegaskan bahwa selama 4 tahun ini ada kurang lebih 5.500 rumah tak layak huni sudah dibangun di Pandeglang.
Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Punya lima anak tentu saja punya keribetan tersendiri saat menyambut hari pertama masuk sekolah. Ada keseruan, lucu, sampai drama yang dialami Puput Melati.
Perempuan yang baru saja melahirkan anak kelimanya itu, memperlihatkan bagaimana dia dan dua anak perempuannya kompak. Tampil dengan busana muslim yang senada, Puput Melati menyerukan semangat untuk ibu-ibu yang baru pertama kali antar anak masuk sekolah.
"Assalamu'alaykum....semangaaat buibuu miumii semuaaah..anak2 udah masuk sekolah lagiii..kebayang deh riweuhnyaa.bikin sarapan subuh2,trs siapin baju sekolahnya..," tulis istri ustaz Guntur Bumi dilihat dalam postingannya, Senin (15/7/2019).
Drama Ibu 5 Anak, Puput Melati di Hari Pertama Anak Masuk SekolahFoto: Ismail/detikHOT
"Alhamdulillah azzahra,almer sama adzkia udah dibiasakan mandi subuh dan mereka mandi sendiri,trs pake baju jg sendiri trs bebenah perlengkapan sekolahnyapun sendiri, dan biasanya dr mlm mereka udah sibuk beres2 isi tasnya masing2,dari buku pelajaran sampe penghapus(yang sering banget ilang)," ceritanya,
Ada cerita yang menggelitik dialami Puput Melati ketika anak-anak sudah mulai sekolah. Drama kaos kaki sepertinya menjadi cerita paling melekat dalam ingatan Puput Melati saat anak-anak kembali ke sekolah.
"Oh iya ngomong2 kaos kaki anak2 msh aman kan buibuu? Awal tahun pelajaran baru sih msh aman kayaknya krn msh baru beli..hehehhe..bntr lagi kl udah mulai dicuci tetiba kaos kaki ilang satu pasangannyaa..yaa kaan..entah udah brp kaos kaki yg ilang dan entah udah brp kali beli lagi.untungnya beli kaos kaki yg harga 5000an jd ga sakit ati nget kl ilang," curhat Puput Melati dengan emoji tertawa.
Sumber: hot.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Petugas Divisi Data Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Anita Ratna Dewi (24) divonis hukuman percobaan setelah terbukti melakukan pidana pemilu. Motif dari perbuatannya, terdakwa ternyata dijanjikan sejumlah uang untuk mengubah perolehan suara empat parpol.
"Saksi juga klarifikasi langsung kepada terdakwa dan terdakwa mengakui mengubah data rekapitulasi karena dijanjikan sejumlah uang," kata Hakim Ketua, Suparna saat membacakan surat putusan di PN Sleman, Jumat (12/7/2019).
Sebelumnya, Suparna membacakan uraian surat putusan. Dia mengungkapkan hasil pemeriksaan saksi dari PPP. Saat rekapitulasi pleno KPU, awalnya Anita tidak hadir dan baru hadir setelah dipanggil. Saksi kemudian bertanya langsung ke terdakwa yang akhirnya mengakui perbuatannya.
Yakni mengubah perolehan suara PPP, dari 2.929 suara (rekapitulasi tingkat kecamatan) menjadi 1.421 suara (rekapitulasi tingkat kabupaten/pleno KPU), Nasdem dari 5.067 menjadi 7.033 suara, Berkarya dari 620 menjadi 460 suara dan Perindo dari 664 menjadi 339 suara.
"Dan terdakwa melakukan perbuatan tersebut ada indikasi adanya pemberian sesuatu dari pihak lain," lanjut Suparna.
Keterangan saksi dari anggota PPK Depok, juga menyebutkan hanya Anita yang mengetahui password laptop yang dipakai untuk menyimpan data hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Petugas pencatat juga dilakukan oleh Anita seorang diri.
"Diperkuat oleh keterangan ketua KPU Sleman yang diajukan sebagai saksi di persidangan," imbuh Suparna.
Anita divonis 4 bulan penjara dengan masa percobaan 8 bulan oleh majelis hakim. Dia terbukti bersalah melanggar Pasal 551 UU 7/2017 tentang Pemilu. Meski divonis bersalah, status Anita ternyata buron.
Keberadaan terdakwa tak diketahui sejak 8 Mei 2019, atau seusai pleno KPU. Suparna mengatakan, berdasarkan Pasal 482 ayat 1 uu 7/2017 tentang Pemilu dan Pasal 3 ayat 3 Perma 1/2018 tentang tata cara penyelesaian tindak pidana pemilu, pemeriksaan terhadap terdakwa bisa dilanjutkan tanpa kehadiran terdakwa atau in absentia.
Namun ternyata, Anita saat ini berstatus buron. Keberadaannya tak diketahui sejak 8 Mei 2019.
"Sejak tanggal 8 Mei terdakwa tak diketahui keberadaannya," kata Hakim Ketua, Suparna saat membacakan surat putusan di PN Sleman.
Suparna mengatakan, berdasarkan Pasal 482 ayat 1 UU 7/2017 tentang Pemilu dan Pasal 3 ayat 3 Perma 1/2018 tentang tata cara penyelesaian tindak pidana pemilu, pemeriksaan terhadap terdakwa bisa dilanjutkan tanpa kehadiran terdakwa atau in absentia.
Diuraikan dalam surat putusan, pada saat pleno rekapitulasi di tingkat KPU, awalnya Anita tidak hadir dan baru hadir setelah dipanggil. Kemudian ketika dipanggil Bawaslu, KPU dan penyidik Polres Sleman tidak pernah datang.
"Bahkan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya lagi," ujar Suparna.
JPU Hanifah menyebutkan tim jaksa tidak mengetahui keberadaan terdakwa.
"Kita kan berkas dari penyidik (Polres Sleman), penyidik sudah lakukan upaya pemanggilan dua kali, penggeledahan juga, ada diterbitkan DPO (daftar pencarian orang) juga," ujarnya seusai persidangan.
"Jadi kita terima berkas dari penyidik. Tahap dua tanpa kehadiran terdakwa, di berkas tanpa berkas tersangka. Semua sudah dibacakan oleh hakim semua, sidang in absentia," imbuhnya.
Sumber:
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Isu Pulau Komodo di Taman Nasional (TN) Komodo ditutup masih jadi perbincangan hangat. Ini tanggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kamis (11/7/2019), Presiden Jokowi bersama jajarannya meninjau TN Komodo. Dia menuju ke Pulau Rinca dan berdiskusi dengan Pemprov NTT serta pihak balai taman nasionalnya.
Jokowi menekankan pada dua hal, konservasi dan pariwisata. Keduanya harus seimbang dan terjaga, konservasinya diperhatikan pun pariwisata dikembangkan maksimal.
"Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca kemudian ada lautnya. Sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu betul-betul terintegrasi semuanya, karena ini memang ingin kita jadikan wisata yang premium," jelas Jokowi di Pulau Rinca.
Soal konservasi, Jokowi meminta pihak Balai Taman Nasional Komodo benar-benar menghitung daya dukung. Artinya, TN Komodo sejatinya adalah wilayah konservasi yang harus dijaga karena di situlah tempat tinggalnya komodo, hewan yang hanya ada di Indonesia.
"Saya tadi sudah sampaikan ke kepala balai untuk betul-betul dihitung daya dukungnya. Jangan sampai kita lost, bukan hanya urusan tourism tapi tidak juga melihat bahwa ini adalah kawasan konservasi," papar Jokowi.
Isu Pulau Komodo Ditutup, Ini Penjelasan JokowiPresiden Jokowi di Pulau Rinca (Abdul Haris/detikcom)
Jokowi menyinggung Pulau Komodo, yang isu penutupannya masih hangat dibicarakan. Sepertinya, masih harus diteliti dan direncanakan lebih dalam jika benar-benar harus ditutup.
"Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi, sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau nggak mampu bayar, tidak usah ke sana, misalnya seperti itu. Tapi mau lihat komodo juga masih bisa di Pulau Rinca," ungkapnya.
"Sehingga nanti akan kita desain, akan kita buatkan desain besar rancangan besar mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi, mana yang di-kuota mana yang tidak," kata Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi bakal mengadakan rapat terbatas di Jakarta bersama kementerian terkait untuk membuat rancangan besar pada pariwisata Labuan Bajo.
"Ini rancangan besar ini yang sebentar lagi akan kita buatkan rapat terbatas sehingga betul-betul grand desainnya itu sambung antara Labuan Bajo, Rinca, Komodo, lautnya, semuanya. Didesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial. Betul-betul dari turun di airport sampai ke tempat tujuan, betul-betul kelihatan sambung semuanya. Kira-kira itu," tutupnya.
Sumber: travel.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2848020/original/046099600_1562644440-bandung.jpg)
PT Rifan Financindo - Menjadi pelaku usaha tentunya bukan hal mudah. Ada proses jatuh bangun yang harus dihadapi agar usaha terus berjalan maju dan sukses. Seperti cerita dua pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Bandung ini.
Dimulai dari usaha dapur rumahan Boboko Snack (merek sebelumnya Jank Snack) milik Irpan Salim pada awal November 2015. Pria yang akrab disapa Ivan ini menjual produk makanan ringan khas Sunda (Sundanese Snack).
Berawal dari menjual seblak kering, Ivan kini memiliki sembilan makanan ringan lain (batagor kuah instan, basreng, moring, kicimpring, makaroni, emplod, ramen sunda, dongdo, kripik cireng) yang laris manis dipasaran.
Ivan mengungkapkan konsep awal menghadirkan Sundanese Snack bukan sekadar mencari pundi-pundi. "Saya mau memperkenalkan kaum milenial kalau banyak varian makanan jadul Sunda. Makanan jadul ini adalah budaya yang harus dijaga."
Meski kini makanan ringan sejenisnya banyak beredar di pasaran, namun pria kelahiran 12 Juni 1989 itu membeberkan kalau produknya punya keunggulan. "Semua makanan Bandung enak dan kami memang tak sebut produk ini nomor satu. Tapi dari segi rasa, kami konsisten. Kami juga menggunakan bahan berkualitas, packaging yang terbaik, dan untuk pelaku UMKM, kami punya jaringan distribusi barang."
Dengan inovasi meracik bumbu, promosi lewat media sosial (Instagram @bobokosnackofficial), dan website bobokosnack.com, kini Ivan memiliki distributor di Surabaya, Batam, Malang, dan Sumedang. Alasannya produknya bisa didapatkan lewat distributor karena dia ingin barangnya lebih mudah dikontrol, termasuk untuk menjaga kestabilan harga dan memantau pasarnya.
Ivan bercerita, dia pernah ada di titik atas dan terbawah dalam usahanya. Penjualan fantastis pada 2016, di mana Ivan menerima pre order seblak 50 ribu bungkus. "Saya akhirnya produksi beberapa ratus bungkus dalam sehari untuk mengejar target. Dan ternyata barang ada yang dikirim sampai ke luar negeri, salah satunya Hong Kong."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2848021/original/052759300_1562644440-bandung1.jpg)
Dimulai dari usaha dapur rumahan Boboko Snack (merek sebelumnya Jank Snack) milik Irpan Salim pada awal November 2015. Pria yang akrab disapa Ivan ini menjual produk makanan ringan khas Sunda (Sundanese Snack).
Titik terbawahnya saat penjualannya anjlok sekitar Februari 2018 karena dia harus menarik semua barangnya dipasaran, untuk mengganti merek dan packaging. Namun kondisi itu justru tak membuat Ivan patah semangat. Buktinya omzet Boboko Snack mencapai Rp125 juta per bulan. Fantastisnya lagi pada Maret 2019, omzetnya tembus Rp250 juta per bulan.
Namun pencapaian itu, tak lepas pula dari bantuan yang didapatkan Ivan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ivan yang juga nasabah Britama ini mengaku kalau modal usahanya beberapa kali diperoleh dari pinjaman BRI.
Selain pinjaman modal, BRI juga memberikan kesempatan bagi Boboko Snack untuk mengikuti program Rumah Kreatif BUMN (RKB). "Program-program RKB sangat bagus untuk kami. Ada pelatihannya juga seperti cara mengelola keuangan, bagaimana membangun perusahaan secara profesional. Setelah ada pelatihan tentang ukm dan bisnis sangat membantu sekali."
Raup Untung dari Pecahan Kaca
Berbeda dengan Sunarti, pelaku UMKM yang menjadi pengrajin kaca dengan merek Dhenisa Mozaik. Ati Sunarti memulai usahanya pada 24 Maret 2014. Saat itu Sunarti dan suaminya (Herru Rezequin) berada di Bali dan mulai tertarik pada kerajinan mozaik dari limbah kaca.
Produk yang dibuat dari limbah kaca beragam. Mulai dari pot tanah, vas bunga, hingga kaca siap pakai. Dibantu oleh suaminya, Sunarti mulai menyusun potongan kaca menjadi karya unik yang istimewa.
"Awalnya desain masih belum percaya diri. Setelah dipajang (kerajinan mozaik cermin) orang justru tertarik dan ada yang pesan."
Dengan kerjasama yang baik antara Sunarti dengan suami, dan jaringan pasar, kini Dhenisa Mozaik banyak diburu para pencinta kreasi unik dari Belanda, Turki, Italia, Pakistan, Malaysia, Arab Saudi, Bangkok, Brunei Darrusalam, dan lainnya. Dhenisa pameran, salah satunya pameran produsen dan eksportir handicraft Indonesia, Inacraft.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2848022/original/064194100_1562644440-bandung3.jpg)
pengrajin kaca dengan merek Dhenisa Mozaik. Ati Sunarti memulai usahanya pada 24 Maret 2014. Saat itu Sunarti dan suaminya (Herru Rezequin) berada di Bali dan mulai tertarik pada kerajinan mozaik dari limbah kaca.
Selama usaha dijalankan, wanita kelahiran Bandung 1 Maret 1966 ini mengaku sangat senang menjalankan Dhenisa Mozaik, tanpa ada kendala berarti. "Enggak ada kata sulit asal dilakukan dengan hati. Happy saja."
Lalu apa keunggulannya dibanding kompetitornya? "Dhenisa Mozaik adalah 100 persen handmade murni dan punya banyak motif. Kualitas bahan untuk Mozaik yang digunakan juga ada dari kaca baru impor (bronzie)," jelasnya.
Selain itu, mozaik tersebut bisa dipesan sesuai permintaan alias custom. "Sekarang kami sudah merambah ke kaligrafi. Jadi semakin punya nilai seni tinggi, kualitas pasti lebih bagus juga," katanya.
Dengan kisaran harga mozaik terendah Rp350 ribu, Sunarti mampu meraih omzet Rp15-20 juta per bulan. Saat ini, Dhenisa Mozaik bisa didapatkan di secara offline di RupaRupi Craft, Sarinah Bandung, atau saat car free day jam enam sampai 10 pagi di Buah Batu, Bandung. Bisa juga dilakukan pemesanan lewat media sosial di Instagram @dhenisa_mirror_mozaik.
Selain omzet yang didapatkan dan sejumlah pinjaman modal dari BRI, Sunarti juga merasa beruntung karena mendapat kesempatan meraup pengetahuan baru di Rumah Kreatif BUMN (RKB). Misalnya tentang teknologi dan teknis bisnis.
"Selain dikasih bantuan modal, tadiya saya gagap teknologi sekarang jadi melek. Dengan adanya pelatihan RKB jadi bisa mengerti dan paham mengenai teknik bisnis yang baik itu seperti apa. Barang-barang kami juga dibantu dipasarkan, seperti diundang ke BRI Craft, " ujar Sunarti.
Apabila Anda ingin membuat UMKM milikmu 'naik kelas', Anda bisa mengikuti jejak para pelaku UMKM di atas dengan bergabung bersama RKB BRI. Anda bisa menghubungi Kantor Cabang RKB BRI yang ada di kota Anda masing-masing.
Untuk Bandung, Anda dapat menghubungi KC Supervisi Bandung Setia Budi, Mess BRI Jl Jurang No. 50 A, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi.
Sumber: Liputan6
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Statistik perbankan Indonesia (SPI) periode April 2019 mencatat undisbursed loan atau kredit yang belum dicairkan oleh nasabah tercatat Rp 1.564 triliun. Angka ini meningkat sekitar 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1.474 triliun.
Pada April 2019, kredit yang diberikan tercatat Rp 5.363 triliun. Ini artinya jumlah kredit yang masih nganggur di perbankan ada sekitar 29,4% dari keseluruhan kredit. Angka ini terdiri dari kredit yang sudah commited Rp 370 triliun dan yang uncommitted Rp 1.194 triliun.
Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan tingginya undisbursed loan terjadi karena ada masalah pada permintaan dan penawaran di perekonomian Indonesia.
Menurut dia, dari sisi permintaan pelaku usaha belum berani untuk menambah pencairan kredit, meskipun sudah masuk commited.
"Ini karena risiko dunia usaha yang masih tinggi, pengusaha masih wait and see, karena tambah kredit untuk ekspor ada risiko perang dagang dan perlambatan harga komoditas," kata Bhima saat dihubungi detikFinance, Selasa (9/7/2019).
Dia mengungkapkan, bunga kredit yang mahal juga menyebabkan pengusaha enggan segera mencairkan permohonan kredit. Hal ini karena, tingginya bunga akan berkontribusi terhadap naiknya biaya pinjaman ke pengusaha tersebut.
"Selain itu, banyak juga yang menunggu susunan kabinet untuk memetakan kebijakan teknis yang berpengaruh ke dunia usaha dan investasi," jelas dia.
Sementara itu dari sisi bank, ada faktor menghindari risiko kredit macet. Saat ini beberapa bank juga masih dalam tahap konsolidasi yakni melakukan aksi bersih-bersih kredit bermasalah yang masih ada di bank.
"Daripada terlalu agresif nanti, NPL naik dan laporan keuangan bank jadi kurang menarik," jelas dia.
Sumber: finance.detik
PT Rifan Financindo