Rifan-financindo-yogyakarta

Subtitle

Blog

view:  full / summary

Sudah 3 Hari Motor Ditemukan, Keberadaan Pengendaranya Masih Misterius | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 17, 2020 at 5:50 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo - Sebuah motor jenis matik ditemukan terparkir di pinggir jalan penghubung Pekalongan-Banjarnegara, Jateng. Tak ada tanda-tanda kerusakan, bahkan kunci motor masih tertancap di posisinya. Ditemukan sejak Senin lalu, hingga hari ini orang yang membawa motor itu belum diketahui keberadaannya.

 

Motor matik berpelat nomor G 5631 AAB warna dominan hitam-putih itu ditemukan di pinggir jalan di Dukuh Sadang, Linggoasri, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Warga menemukannya pada Senin (15/6) pagi. Namun karena hingga petang tidak ada yang mengambil, kemudian dibawa ke balai desa setempat.

 

"Kita temukan motor di pinggir jalan. Ya cukup jauh dari pemukiman warga, sekitar 300 meteran," kata Kepala Desa Linggoasri, Imam Nuryanto, kepada detikcom, Rabu (17/6/2020).

 

Saat ditemukan, kunci motor masih menempel. Semula diperkirakan motor tersebut milik warga yang tengah mencari rumput atau kayu di hutan.

 

"Karena tidak ada yang mengambil, kita amankan di balai desa dan kita laporkan ke kantor Polsek. Belum ada yang mencari. Makanya motor akan diamankan di Polsek, bagi siapa yang merasa kehilangan, bisa langsung ke Polsek," lanjut Imam.

 

Terpisah, Kapolsek Kajen AKP Agus Sulis mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan dari warga yang merasa kehilangan motor. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Samsat untuk melakukan penelusuran dari nomor polisi pada motor temuan itu.

 

"Berdasarkan pelat nopol yang ada, kita dapatkan data (bahwa) pelat nomornya asli dan kita dapati nama pemilik motor yang tertera di nomor polisi," papar Agus.

 

Dari penelusuran tersebut diketahui pemilik motor bernopol G 5631 AAB itu atas nama Nur Fadilah (23) warga Kewayangan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Dari keterangan pemilik, diketahui motor tersebut dipinjam oleh kakaknya, Muhamad Andi Liza.

 

"Dipinjam kakaknya sejak Senin pukul 07.00 WIB pagi. Motornya ditemukan, namun Andi Liza belum ditemukan," kata Agus.

 

Saat ini, pihak kepolisian bersama keluarga tengah mencari keberadaan Andi Liza. "Kakaknya ini tidak membawa HP sehingga susah dihubungi susah," tambah Agus.

 

 

 

Sumber: News.detik

 

PT Rifan Financindo

 

 

Mirae Revisi Target Harga Batu Bara ke US$65 Per Ton | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 16, 2020 at 1:40 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -PT Mirae Asset Sekuritas merevisi target harga batu bara untuk tahun ini menjadi US$65 per ton atau turun 7,1 persen dari target sebelumnya.

 

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan revisi target itu sejalan dengan kondisi pasar di China yang akan melakukan penyeimbangan dengan menurunkan target produksi.

 

“Kami memangkas karena China mengurangi produksi batu bara masing-masing menjadi 3,32 miliar ton dan 3,49 miliar ton pada tahun ini dan tahun depan. Sebelumnya, kami meramalkan bahwa produksi dapat mencapai 3,47 miliar ton dan 3,78 miliar,” sebutnya pada Senin (8/6).

Meski demikian, Andy memperkirakan untuk jangka menengah dan panjang permintaan batu bara dari negara Tirai Bambu itu masih terus ada. Selain itu, dia juga percaya China akan tetap menjaga harga batu bara pada level yang wajar. Pasalnya, perusahaan batu bara disana masih dalam posisi berutang sedangkan perusahaan serupa di Asia telah dalam neraca kas yang sehat.

 

“Kami melihat banyak tekanan pada harga global karena melemahnya permintaan setelah China dilanda pandemi. Kami tetap berharap permintaan batu bara akan bertahan dalam jangka menengah karena ada daya panas yang baru diinvestasikan kapasitas pabrik di China,” sebutnya.

 

Sementara itu, dari dalam negeri pun pemerintah telah memangkas harga batu bara acuan Juni menjadi US$52,98 per ton. Nilai itu turun US$8,13 bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya US$61,11 per ton.

Meski demikian, Andy menilai masih ada katalis positif bagi sektor pertambangan berupa revisi UU tentang Perjanjian Karya Pertambangan Batu Bara (PKP2B). Dalam revisi itu, perusahaan tambang diperkenankan memperpanjang izin dengan birokrasi yang minim.

 

Selain itu, Domestic Market Obligation (DMO) masih di kisaran 155 juta ton naik 12,3 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Meskipun, Andy meyakini DMO akan berubah dari batas harga USD70 per ton ke bobot Referensi Harga Batubara Indonesia (HBA).

 

“Ketika indeks batubara Indonesia menyentuh bawah US$70 ton, harga jual batu bara untuk DMO akan didasarkan pada bobot,” sebutnya.

 

Oleh sebab itu, Andy merekomendasikan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT Indo Tambaraya Megah Tbk. (ITMG) dengan masing-masing target Rp1.260 dan Rp10.150.




Sumber: markt.bisnis
PT Rifan Financindo

Harga Emas Batangan Antam Hari Ini, 15 Juni 2020 | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 15, 2020 at 1:55 AM Comments comments (0)

 

 

PT Rifan Financindo  -  Harga emas batangan Antam pada hari ini, Senin (15/6/2020) berada di posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam untuk cetakan 1 gram adalah Rp902.000, naik Rp2.000. Sementara itu, harga emas dengan satuan terkecil 0,5 gram naik Rp1.000 ke level Rp481.000.

 

Di sisi lain, satuan 2 gram, dihargai Rp1.744.000, 3 gram Rp2.591.000, 10 gram Rp8.515.000, dan 25 gram Rp21.162.000. Harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

 

Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam tercatat naik Rp2.000 ke level Rp793.000 dibandingkan dengan perubahan terakhir pada Minggu (15/6/2020). Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

 

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini, 15 Juni 2020

Berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk. dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

 

Berikut daftar harga jual emas 24 karat Antam hari ini, Senin 15 Juni 2020:

- 0,5 gram Rp481.000

- 1 gram Rp902.000

- 2 gram Rp1.744.000

- 3 gram Rp2.591.000

- 5 gram Rp4.290.000

- 10 gram Rp8.515.000

- 25 gram Rp21.162.000

- 50 gram Rp42.245.000

- 100 gram Rp84.413.000


Sumber: markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Tito Minta KPU dan Bawaslu Hemat Anggaran Pilkada | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 12, 2020 at 6:15 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), khususnya yang berada di daerah bisa memaksimalkan dana dari daerah untuk pelaksanaan Pilkada.

 

Tito menyarankan agar KPU dan Bawaslu dapat melakukan penghematan anggaran dalam melakukan Pilkada 2020.

 

"Prinsip utama adalah kita mau maksimalkan kemampuan daerah untuk biayai tambahan kita juga minta ke KPU dan Bawasu untuk melaksanakan keputusan raker terakhir restrukturisasi atau rasionalisasi," jelas Tito dalam rapat virtual bersama Komisi II DPR, Kamis (11/6/2020).

Tito memaparkan beberapa anggaran yang bisa dihemat, misalnya kegiatan verifikasi langsung calon perorangan di KPU daerah (KPUD), anggarannya menurut Tito bisa ditekan. Dia menilai tidak semua daerah memiliki calon perorangan.

 

"Karena tidak semua kegiatan yang disusun dalam anggaran kerja KPUD itu dilaksanakan, contohnya verifikasi calon perorangan yang dianggarkan pos KPUD. Namun tidak semua daerah ada calon perorangan, artinya ada dana nggak terpakai," ungkap Tito.

 

Kemudian beberapa bimbingan teknis bagi penyelenggara Pilkada, anggarannya juga bisa ditekan. Bimbingan itu menurutnya bisa dilakukan dengan virtual ataupun metode lain yang lebih murah.

 

"Kemudian misalnya bimtek kalau bisa dilakukan virtual dan dengan metode lain, ini pun pos bisa disederhanakan. Dananya bisa dialihkan untuk perlengkapan proteksi penyelenggara maupun pemilih," jelas Tito.

 

Tito menjabarkan, dari total 270 daerah yang melaksanakan Pilkada, 204 daerah di antaranya membutuhkan tambahan dana Rp 1,02 triliun. Dana tambahan digunakan untuk membiayai protokol kesehatan dan kemananan COVID-19 saat Pilkada.

 

"204 daerah sudah komunikasi, total yang memerlukan tambahan APBN yaitu Rp 1,02 triliun," kata Tito.

 

Rinciannya, Rp 1,02 triliun itu adalah untuk KPUD Rp 908,44 miliar, Bawaslu daerah Rp 76,36 miliar, pengamanan Rp 35,78 miliar. Jumlah ini masih bisa meningkat, pasalnya Komisi Pemilihan Umum belum memberikan standar protokol kesehatan.




Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo

Ekonomi RI 2020 Diramal Minus Nyaris 4%, Ini Respons Kemenkeu | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 11, 2020 at 6:30 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Kementerian Keuangan akan memanfaatkan data proyeksi pertumbuhan ekonomi dari beberapa lembaga internasional sebagai bahan analisis ke depannya. Beberapa lembaga internasional menyatakan ekonomi nasional akan minus di 2020.

Paling terbaru adalah proyeksi dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Dalam laporannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi antara -2,8% dan -3,9%, tergantung dari skenarionya.

 

"Tentu saja kami akan mencermati dan menganalisis setiap kajian dan masukan," kata Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (11/6/2020).

 

Prastowo mengatakan, Kementerian Keuangan sampai saat ini masih optimis pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran -0,4% sampai 2,3% atau berada pada skenario sangat berat menuju berat.

 

Untuk mengejar target tersebut, dikatakan Prastowo pemerintah sudah menyiapkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang berjalan bersamaan dengan penanggulangan COVID-19.

 

Baca juga: Ngeri! Begini Ramalan Ekonomi Dunia Versi Lembaga Internasional

Adapun, anggaran PEN yang mencapai Rp 677,2 triliun ditujukan kepada sektor kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun. Untuk perlindungan sosial alias bansos sebesar Rp 203,9 triliun, dan sisanya dukungan kepada dunia usaha mulai dari insentif hingga dukungan permodalan.

 

"Sudah semakin jelas arah kebijakan dengan terbitnya beberapa PMK (peraturan menteri keuangan) dan diharapkan segera diimplementasikan dengan baik," ujarnya.

 

Melalui program PEN, lanjut Prastowo, pemerintah berharap ekonomi nasional mulai bangkit atau recovery pada kuartal III-2020.

 

"Maka saat ini perlu kerjasama seluruh pihak agar kurva (kasus) segera melandai dan turun. Lalu daerah yang hijau semakin banyak sehingga aktivitas ekonomi bisa jalan berdampingan," ungkapnya.

 

Berdasarkan laporan OECD economy outlook edisi Juni 2020 yang dikutip, Kamis (11/6/2020), proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut masuk ke dalam dua skenario yaitu gelombang pertama dan gelombang kedua.

 

Jika Indonesia hanya terkena hantaman COVID-19 satu kali, maka diproyeksikan angka pertumbuhan ekonominya minus -2,8%. Sementara terkena hantaman dua kali maka akan berada di level -3,9%.

 

"PDB diproyeksikan berkontraksi pada 2020 dan untuk pertama kalinya sejak krisis ASIA 1997 ekonomi sebesar -2,8% atau -3,9% tergantung skenario," bunyi laporan OECD.




Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo

Giliran Komisaris 13 Perusahaan PTPN Dirombak Erick Thohir | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 10, 2020 at 6:50 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran komisaris anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding. Pergantian jajaran komisaris ini berlaku di seluruh anak usaha mulai dari PTPN I hingga XIV.

 

Pergantian komisaris ini ditandai oleh penyerahan Surat Keputusan tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jajaran Komisaris anak perusahaan 13 PTPN. Adapun penyerahan SK dilakukan oleh Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Muhammad Abdul Ghani pada hari ini.

 

Direktur Utama PT PTPN III Holding Muhammad Abdul Ghani mengatakan, pergantian Komisaris ini merupakan strategi untuk mendorong fungsi pengawasan dan optimalisasi proses transformasi bisnis Grup PTPN. Pergantian komisaris ini juga sejalan dengan restrukturisasi organisasi Grup PTPN sebagai Penopang Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional.

 

"Pergantian Komisaris ini sejalan dengan program transformasi grup perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan perusahaan memberikan fungsi pengawasan dan memperkuat kinerja anak perusahaan untuk mencapai target perusahaan sehingga dapat memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2020).

Menurut Abdul Ghani, peran Holding Perkebunan Nusantara yang sebelumnya sebagai strategic holding berubah menjadi operational holding. Saat ini, holding tengah melakukan langkah transformasi yang substansial dan komprehensif.

 

Ghani menegaskan, dalam transformasi bisnis perusahaan terdapat 6 program prioritas di antaranya restrukturisasi organisasi dan SDM, rektsrukturisasi utang dan operational excellence. Sementara itu, dalam hal restrukturiasi organisasi, Holding telah menyederhanakan struktur organisasi anak perusahaan (resizing dan streamlining) yang lebih fokus pada operasional sehingga diharapkan produtivitas lebih tinggi dan biaya produksi lebih rendah.

 

Dengan demikian, jumlah komisaris disesuaikan dengan kebutuhan anak perusahaan dari yang sebelumnya berjumlah 38 menjadi 30 komisaris. Struktur baru ini bertujuan untuk menciptakan soliditas organisasi yang kuat dalam mencapai tujuan perseroan.

 

 

"Kami harapkan Dewan Komisaris baru dapat mengemban tugas ini dengan baik, mengingat peran Dewan Komisaris sangat diperlukan dalam menjalankan fungsi pengawasan demi tercapainya tujuan program transformasi bisnis" jelasnya.

 


 

Berikut jajaran komisaris baru di Holding Perkebunan:

 

PTPN I (jumlah komisaris tetap)

 

- Irvan Eddyson (Komisaris Utama)

- Almasrul (Komisaris Independen)

 

 

PTPN II (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Amril Siregar (Komisaris Utama)

- Bambang Setia Hidayat (Komisaris Independen)

 

 

PTPN IV (jumlah komisaris tetap)

 

- Dahlan Harahap (Komisaris Utama)

- Atas Wijayanto (Komisaris Independen)

- Osmar Tanjung (Komisaris)

- Arief Budiono (Komisaris)

 

 

PTPN V (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Amrizal (Komisaris Utama)

- Andogo Wiradi (Komisaris Independen)

 

 

PTPN VI (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Cheery Pramoedito Sarwono (Komisaris Utama/Komisaris Independen)

- Desty Arlaini (Komisi)

 

 

PTPN VII (jumlah komisaris tetap)

 

- Nurhidaya (Komisaris Utama/Komisaris Independen)

- Wiwin Istanti (Komisaris)

- Mahmud (Komisaris)

 

 

PTPN VIII (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Surwandi (Komisaris Utama)

- Gaguk Susatio (Komisaris)

- Adrian Zakhary (Komisaris Independen)

 

 

PTPN IX (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Syarkawi Rauf (Komisaris Utama)

- Andi Wibisono (Komisaris Independen)

 

 

PTPN X (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Wahyu Widodo (Komisaris Utama)

- Arif Afandi (Komisaris Independen)

 

 

PTPN XI (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Dedy Mawardi (Komisaris Utama/Komisaris Independen)

- Tumik Kristianingsih (Komisaris)

 

 

PTPN XII (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Tri Siswanto (Komisaris Utama/Komisaris Independen)

- Tjahya Widayanti (Komisaris)

 

 

PTPN XIII (semula 3, kini menjadi 2 komisaris)

 

- Jul Effendi Sjarief (Komisaris Utama)

- Mikhael Jhonik (Komisaris Independen)

 

 

PTPN XIV (jumlah komisaris tetap)

 

- Ambo Ala (Komisaris Utama)

- Frono Jiwo (Komisaris Independen)





Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo

Anggaran Jumbo Covid-19 Berpotensi Jadi Skandal, Ini Catatan BPK | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 9, 2020 at 3:30 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengidentifikasi risiko dalam pengalokasian anggaran untuk penanganan Corona atau Covid - 19, termasuk program pemulihan ekonomi nasional atau PEN.

 

Dalam paparannya Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono setidaknya mencatat 9 risiko persoalan dalam penganggaran penanganan Covid - 19 yang digulirkan pemerintah.

 

Pertama, pandemi Covid-19 memiliki skala yang besar, sangat komplek dan berdampak pada aspek penanganan bencana, kesehatan, keselamatan manusia, sosial, ekonomi, dan keuangan.

Kedua, perubahan APBN 2020 untuk penanganan Covid -19 mengabaikan transparansi fiskal. Ketiga, pelebaran batas defisit tanpa batas berpotensi meningkatkan risiko fiskal & menganggu kedaulatan negara.

 

Keempat, perluasan kewenangan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tanpa penetapan krisis berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.

 

"Ini menimbulkan risiko dalam pelaksanaan kebijakan yang harus dimitigasi," kata Agus dalam seminar di BPK, Selasa (9/6/2020).

Kelima, kompleksitas, kecepatan, dan rentang kendali kegiatan penanganan Covid - 19 dianggap tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian & chek and balances menimbulkan risiko dalam pelaksanaan kebijakan.

 

Keenam, kebijakan keuangan nagara dan stabilitas sistem keuangan memberikan kewenangan yang sangat luas kepada pemerintah, KSSK, OJK, Bank Indonesia, dan LPS mengabaikan prinsip check and balances, fungsi pemeriksan, dan fungsi pengawasan legislatif.

 

Ketujuh, skema pertanggungjawaban keuangan negara penanganan Covid - 19 tidak komprehensif. Kedelapan, ketiadaan pembatasan jangka waktu & syarat dimulai dan diakhirinya pemberlakuan kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi.

 

Kesembilan, pemberian imunitas dan ketiadaan sanksi hukum bagi penyelenggara kebijakan tidak memperhatikan prinsip kesamaan di muka hukum (equalitfy before the law) dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.


Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

Penguatan Aset Emerging Market Tak Terbendung, Kebijakan The Fed Dinanti | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 8, 2020 at 11:15 PM Comments comments (0)



PT Rifan Financindo - Dukungan momentum positif mengalir deras untuk aset-aset berisiko sehingga banyak pelaku pasar kesulitan melihat sentimen apa yang bisa menggoyang momentum reli aset keuangan di emerging market, setidaknya dalam beberapa hari mendatang.

 

Laporan pekerjaan di Amerika Serikat untuk bulan Mei yang lebih kuat dari perkiraan dan perjanjian OPEC+ untuk perpanjangan pemangkasan output selama 1 bulan lebih lanjut dapat menambah optimisme tentang prospek pemulihan ekonomi global, sehingga menopang aset-aset berisiko.

 

Indeks JPMorgan Chase & Co. yang mengukur volatilitas tersirat untuk mata uang emerging market mencatat penurunan mingguan terbesar sejak 2011. Bursa saham membukukan pekan terbaiknya sejak 2011, sementara indeks obligasi domestik mencapai titik tertinggi sejak awal Maret.

“Kendati masih ada ketidakpastian yang signifikan atas dampak Covid-19 pada laba perusahaan, [sentimen] investor terdorong oleh reopening ekonomi yang cenderung mengarah pada rebound profitabilitas tahun ini,” ujar Managing Partner Allied Mitra Investasi PJSC, Dubai, Iyad Abu Hweij.

 

“Mengingat adanya ketidakpastian, mungkin waktu yang tepat bagi investor untuk menyeimbangkan kembali portofolio mereka guna mempertahankan baruan yang sesuai dengan realita-realita baru,” lanjutnya, dikutip dari Bloomberg, Senin (8/6/2020).

 

Sementara bank sentral Federal Reserve AS diproyeksi akan mempertahankan suku bunga di kisaran nol persen dalam pertemuan kebijakan pada Rabu (10/6/2020), investor akan mencermati petunjuk tentang stimulus lebih lanjut dalam pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur The Fed Jerome Powell.

Di sisi lain, indikator-indikator teknis menunjukkan prospek untuk aset-aset pasar negara berkembang terlihat menjanjikan karena dolar AS bergerak terseok-seok.

 

Pada Jumat (5/6/2020), indeks MSCI untuk mata uang emerging market menembus di atas rata-rata pergerakan 100 pekan, menandakan kenaikan lebih lanjut.

 

Namun, pemulihannya masih rapuh. Beberapa jam sebelum pertemuan kebijakan The Fed mendatang, China mungkin akan merilis laporan yang menunjukkan bahwa deflasi pabrik semakin dalam dan inflasi konsumen mereda lebih lanjut pada Mei.

 

Data yang dirilis selama akhir pekan mensinyalkan bahwa ekspor kemungkinan akan tetap lamban karena risiko eskalasi friksi Negeri Tirai Bambu dengan AS mengancam prospek perdagangan luar negerinya.

 

Sebagian investor juga menantikan laporan valuta asing semi-tahunan Departemen Keuangan AS kepada Kongres AS. Ada kemungkinan AS akan kembali melabeli China sebagai manipulator mata uang mengingat adanya friksi itu, menurut ING Groep NV dalam sebuah laporan pada 3 Juni.

 

Selain agenda utama di atas, berikut beberapa agenda rilis data ekonomi yang tengah diwaspadai di sejumlah negara di Asia pekan ini:

 

- Korea Selatan dijadwalkan merilis data tingkat pengangguran pada Rabu (10/6/2020) ketika Negeri Ginseng merencanakan anggaran tambahan ketiga untuk menopang perekonomian yang tengah merosot. Nilai tukar won menjadi salah satu mata uang terlemah di Asia sepanjang tahun ini.

 

- Pada Jumat (12/6/2020), India diperkirakan akan mengumumkan bahwa inflasi konsumen melanjutkan tren penurunannya pada Mei, sehingga akan memberi bank sentral Reserve Bank of India (RBI) ruang untuk melonggarkan kebijakan. Bloomberg Intelligence memperkirakan RBI akan menurunkan repo rate sebesar 50 basis poin pada Agustus.

 

- India juga akan mengumumkan produksi industri untuk April pada Jumat (12/6/2020). Indeks data ini terlihat turun 50 persen secara tahunan akibat dampak lockdown terhadap aktivitas perekonomiannya.


Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo

Layani Pengiriman Tanpa Libur, Volume Pengiriman J&T Express Naik 50% | PT Rifan Finacindo

Posted by ityogygrifan on June 5, 2020 at 2:25 AM Comments comments (0)



PT Rifan Finacindo  - Sebagai perusahaan jasa pengiriman di Indonesia yang fokus melayani pengiriman transaksi e-commerce, J&T Express mengalami kenaikan signifikan pada momentum bulan Ramadhan 2020. Hal tersebut disebabkan oleh pengiriman yang tetap aktif berjalan selama momen besar tengah tahun ini. Lonjakan ini terlihat pada pada volume pengiriman hingga 3 juta paket per hari termasuk pada puncak Hari Raya Idul Fitri yang lalu.

"Sejak memasuki Ramadhan 2020 kami prediksi akan ada peningkatan yang cukup besar karena kita lihat di masa pandemi ini terjadi peningkatan transaksi online, tercatat sejak minggu ketiga bulan Mei kenaikan pengiriman sekitar 50% dari Lebaran tahun lalu. J&T Express sendiri, sebagai jasa pengiriman yang sedari awal berkomitmen untuk melayani pengiriman tanpa libur telah menunjukkan sumbangsihnya dalam melayani kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung perputaran ekonomi melalui pengiriman paket dari transaksi jual beli online," ujar CEO J&T Express, Robin Lo dalam keterangan tertulis.

 

Transaksi pengiriman dari e-commerce masih mendominasi selama Ramadhan hingga Lebaran. Permintaan pengiriman yang melonjak merupakan imbas dari kondisi di mana adanya peraturan pemerintah yang mengimbau masyarakat untuk beraktivitas dari rumah dan meniadakan mudik.

 

Sementara itu, tradisi lebaran yang masih melekat dengan euforia berbelanja membuat situs belanja online dari segala marketplace dibanjiri pemesanan. Hal ini tentu tak lepas dari kebutuhan jasa pengiriman. Adapun fashion, gadget dan produk kecantikan masih menjadi kategori yang mendominasi transaksi di bulan Ramadhan.


 

Memprediksi adanya kenaikan pengiriman, J&T Express telah melakukan persiapan sebagai langkah antisipasi saat terjadi lonjakan pengiriman saat lebaran. Selain menambah jumlah armada dan karyawan agar operasional tetap berjalan optimal, J&T Express juga mengerahkan fasilitas mesin sortir otomatis.

 

Mesin ini mampu menyortir 30.000 paket per jam dengan 108 destinasi. Tak hanya itu, J&T Express juga sedang melakukan uji teknologi mesin sortir otomatis dua tingkat terbaru yang dimiliki dengan kemampuan menyortir hingga 1,5 juta paket per hari.

 

Pencapaian tersebut tentu tidak hanya datang dari persiapan transportasi dan operasional saja, namun juga kesiapan SDM yang disiplin dan bekerja maksimal. Dalam hal ini J&T Express mengutamakan kesehatan dan kenyamanan karyawannya di tengah situasi yang tak biasa.

 

Setiap karyawan diimbau untuk menjalankan protokol kesehatan kerja guna menjaga kenyamanan pelanggan saat menerima paketnya. Dengan penerapan protokol tersebut serta peningkatan yang dicapai, J&T Express diharap dapat selalu memberikan pelayanan jasa kirim terbaik di Indonesia.


Sumber: market.bisnis

PT Rifan Finacindo

Biaya Pendidikan Anak Makin Tinggi, Kapan Harus Disiapkan? | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on June 4, 2020 at 9:10 AM Comments comments (0)


PT Rifan Financindo  -  Biaya tahun ajaran baru untuk anak sekolah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi para orang tua setiap tahunnya. Sebagai orang tua tentu menginginkan sekolah yang terbaik untuk anak, sedangkan setiap tahunnya biaya sekolah anak semakin tinggi. Bagaimana cara menyiasatinya?

Perencana Keuangan Aidil Akbar Madjid mengatakan para orang tua harus menyiapkan uang sekolah anak dari jauh-jauh hari, bahkan kalau perlu setelah anak itu lahir. Hal itu perlu dilakukan agar para orang tua tidak kebingungan setiap tahunnya apalagi jika anak baru masuk sekolah atau naik tingkat ke SMP, SMA atau Kuliah.

 

"Biaya pendidikan anak itu semakin mahal jadi harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Kalau kita bicara kelas menengah di Indonesia, begitu punya anak yang pertama kali harus dipikirin adalah biaya kehamilan, biaya persalinan. Begitu anaknya keluar yang harus dipikirin maka dana pendidikan," kata Aidil kepada detikcom, Rabu (3/6/2020).

 

"Sejak di kandungan sudah dipikirin 'nanti TK-nya mau ke mana ya, SD-nya mau ke mana ya, SMP ke mana, SMA ke mana' itu jauh-jauh hari sudah harus dipikirin," tambahnya.

Ia mengingatkan kepada para orang tua milenial jika memiliki anak tidak semudah yang dibayangkan. Semuanya harus dibutuhkan persiapan yang matang terutama dari segi financial.

 

"Memiliki anak itu nggak se-simple itu. Harus ngitung biaya persiapan punya anak. Biaya ke dokter, biaya kehamilan, biaya USG, biaya persalinan, sampai biaya pendidikan," imbuhnya.

 

Jika sudah terlanjur tidak memiliki dana pendidikan, mau tak mau orang tua harus menggunakan dari pendapatan bulanan yang dipotong maupun sumber lain seperti menjual aset.

 

"Kalau nggak punya dana darurat dia harus jual aset bisa jual perhiasan, bisa jual mobil, bisa jual macam-macam. Kalau uang sekolah pakai cashflow bulanan, potong dari gaji," sebutnya.

 

Namun jika tidak ada perencanaan dana pendidikan, Aidil bilang, para orang tua berpotensi kesulitan melihat biaya pendidikan yang semakin mahal. Terlebih tidak ada yang tahu kondisi keuangan ke depan akan seperti apa, melihat kondisi pandemi Corona yang datang tiba-tiba.

Sumber: Finance.detik

PT Rifan Financindo


Rss_feed