|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Sektor pertanian memberikan kabar gembira bagi masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum usai. Memasuki masa panen raya yang diprediksi terjadi pada akhir Maret, Indonesia berhasil mengekspor perdana 20 ton beras Pandan Wangi Cianjur ke Singapura.
Menurut Asisten Manager PT Buyung Poetra Sembada, Fredi mengungkapkan bahwa beras kualitas premium tersebut merupakan salah satu varietas yang digemari di Negeri Singa.
"Selain bertekstur pulen, beras Pandan Wangi Cianjur juga mengeluarkan aroma wangi alami ketika dimasak. Keunggulan komparatif ini membuat beras Pandan Wangi Indonesia memiliki market tersendiri di Singapura," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2020).
Fredi menambahkan, ekspor beras yang dilakukan merupakan bentuk komitmen perusahaannya terhadap masyarakat Indonesia dan juga dalam rangka menyukseskan Program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) yang dicanangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Ia juga berharap agar pemerintah meningkatkan produktivitas serta promosi Pandan Wangi Cianjur dibanding beras serupa dari negara pesaing.
"Ada nilai lebih dari selisih harga yang dibayarkan dibandingkan ketika membeli beras dari negara lain," ungkap Fredi.
Di tempat terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati menyebut bahwa masa panen produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada Maret 2020 diperkirakan mencapai 5.6 juta ton atau sekitar 3.19 juta ton beras.
Pada April 2020 yang merupakan puncak panen raya, diperkirakan produksi GKG mencapai 8.83 juta ton atau sekitar 5.03 juta ton beras. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menyebut stok beras dinyatakan aman hingga akhir Mei bahkan surplus 7.77 juta ton.
"Sehingga perkiraan surplus untuk komoditas padi juga memberikan angin segar bagi eksportir beras," lanjutnya.
Gatut mengatakan bahwa selain upaya peningkatan ekspor beras, Pemerintah juga meningkatkan daya saing beras umum di pasar internasional, salah satunya dengan menggunakan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi.
"Memasuki masa panen raya padi, Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada Brigade Alsintan yang ada di Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk melayani permintaan panen dari petani," lanjutnya.
Gatut juga menyebutkan, penggunaan mekanisasi pertanian pada saat panen padi selain dapat menurunkan biaya produksi, juga dapat memperbaiki kualitas GKG yang dihasilkan serta salah satu upaya meminimalkan interaksi pekerja guna menanggulangi penyebaran Covid-19.
Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Petrokimia Gresik akan mengekspor 203 ribu ton pupuk ke India dan Meksiko selama sebulan ke depan. Rinciannya, 125 ribu ton pupuk NPS ke India, 45 ribu ton pupuk urea ke India, dan 33 ribu ton pupuk urea ke Meksiko.
"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Petrokimia Gresik mengekspor pupuk ke Meksiko. Sebelumnya, kami lebih banyak bermain di pasar regional Asia seperti India, Filipina, dan Sri Lanka," ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).
Rahmad mengungkapkan pandemi virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia saat ini sangat berdampak terhadap perdagangan dan perekonomian global. Namun sebaliknya, hal ini tidak mengganggu kinerja penjualan ekspor pupuk Petrokimia Gresik.
"Justru menjadi peluang karena demand dari berbagai negara tetap tinggi, namun supply-nya berkurang karena negara-negara penyuplai pupuk seperti China menghentikan ekspor akibat pandemi Covid-19," ujar Rahmad.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong industri nasional untuk melakukan upaya-upaya penguatan nilai tukar rupiah, salah satunya dengan melakukan ekspor.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) beberapa waktu lalu. SYL mendorong industri pupuk agar tak hanya memproduksi pupuk bersubsidi saja, tetapi juga berbagai jenis pupuk lainnya untuk pengembangan komoditas yang memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Menanggapi hal tersebut, Rahmad optimis pada tahun 2020 ini perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia tersebut akan kembali mencetak rekor penjualan ekspor.
Perusahaan menargetkan ekspor pupuk komersial ZK, NPK, NPS, dan urea sebanyak 435 ribu ton atau 10% lebih besar dari catatan kinerja ekspor tertinggi sepanjang sejarah Petrokimia Gresik tahun 2019, yaitu 392 ribu ton.
"Kami berharap upaya ekspor ini juga dapat membantu pemerintah dalam menekan defisit neraca perdagangan," jelas Rahmad.
Sementara itu, terkait pengiriman pupuk ekspor yang melibatkan banyak awak kapal asing, Rahmad menegaskan Petrokimia Gresik telah menyusun dan menjalankan protokol pencegahan Covid-19, termasuk di seluruh pelabuhan Petrokimia Gresik.
Petrokimia Gresik rutin mengecek kesehatan awak kapal asing, pengawas bongkar muat, ship agent, dan personil lain yang berinteraksi dengan kapal yang bersandar di Pelabuhan Petrokimia Gresik sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.
"Kami telah melakukan berbagai upaya pencegahan penularan Covid-19 dan dapat kami pastikan wabah ini tidak berpengaruh pada proses produksi, serta distribusi pupuk bersubsidi maupun penjualan pupuk komersial," tegas Rahmad.
Terakhir, Rahmad menjamin bahwa ekspor pupuk ini sama sekali tidak akan mengganggu pasokan pupuk bersubsidi nasional. Dari 7,9 juta ton alokasi pupuk bersubsidi nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian, Petrokimia Gresik bertanggung jawab atas penyaluran sekitar 4,1 juta ton (selebihnya akan disalurkan oleh produsen pupuk lain dibawah Pupuk Indonesia).
Sementara kapasitas produksi pabrik Petrokimia Gresik saat ini mencapai 8,9 juta ton per tahun, terdiri dari 3,9 juta ton produk nonpupuk dan 5 juta ton produk pupuk. Ditambah 1,5 juta ton pupuk organik yang diproduksi melalui Mitra Produksi Petroganik di berbagai daerah.
"Sehingga kesempatan kami untuk memperluas pasar pupuk komersil, baik ekspor maupun domestik, masih sangat terbuka lebar," tutup Rahmad.
Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional. Salah satu isinya memberikan perlakuan khusus kepada debitur yang mengalami kesulitan pembayaran utang ke bank karena terdampak wabah corona.
Menurut keterangan OJK, debitur yang dimaksud juga termasuk pelaku UMKM yang terdampak penyebaran COVID-19 baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun sektornya antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.
Dalam POJK ini jelas diatur bahwa pada prinsipnya bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit atau pembiayaan kepada seluruh debitur, termasuk debitur UMKM. Sepanjang debitur-debitur tersebut teridentifikasi terdampak COVID-19. Pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit/pembiayaan.
Untuk mekanismenya, setiap utang atau pembiayaan direstrukturisasi oleh bank atau perusahaan pembiayaan dapat ditetapkan lancar apabila diberikan kepada debitur yang teridentifikasi terkena dampak penyebaran COVID-19.
Baca juga: Imbas Corona, Transaksi Elektronik BRI Melonjak hingga 15%
Restrukturisasi kredit/pembiayaan dilakukan mengacu pada POJK mengenai penilaian kualitas aset, antara lain dengan cara:
a. penurunan suku bunga
b. perpanjangan jangka waktu
c. pengurangan tunggakan pokok
d. pengurangan tunggakan bunga
e. penambahan fasilitas kredit/pembiayaan
f. konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.
Berbagai skema tersebut diserahkan sepenuhnya kepada bank dan sangat tergantung pada hasil identifikasi bank atas kinerja keuangan debitur ataupun penilaian atas prospek usaha dan kapasitas membayar debitur yang terdampak COVID-19.
Jangka waktu restrukturisasi juga sangat bervariasi tergantung pada assessment bank terhadap debiturnya dengan jangka waktu maksimal 1 tahun.
Secara umum dalam pemberian restrukturisasi, bank mengacu pada POJK penilaian kualitas aset. Namun dalam penerapan ataupun skema
restrukturisasinya dapat bervariasi dan sangat ditentukan oleh kebijakan masing-masing bank tergantung pada assessment terhadap profil dan kapasitas membayar debiturnya.
Namun OJK menekankan, kebijakan restrukturisasi ini dilakukan secara bertanggung jawab dan agar tidak terjadi moral hazard. Jangan sampai hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab seperti freerider atau aji mumpung).
Kebijakan ini ditujukan untuk debitur yang sebelumnya lancar namun kemudian jelas-jelas menurun kinerja usahanya sebagai dampak COVID-19. OJK justru meminta bank agar proaktif membantu debiturnya dengan menawarkan skema restrukturisasi yang tepat, baik dari sisi jangka waktu, besaran cicilan ataupun relaksasi bunga.
Halaman
Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Pemerintah Iran mengumumkan 127 kematian baru akibat wabah virus Corona atau COVID-19 di negeri itu. Dengan demikian, hingga Senin (23/3) waktu setempat, sudah 1.812 orang meninggal akibat virus corona di negara tersebut.
Kianoush Jahanpour, kepala Pusat Informasi dan Relasi Publik Kementerian Kesehatan Iran mengatakan seperti dilansir media Xinhua, Selasa (24/3/2020), sebanyak 1.411 kasus baru telah dilaporkan dalam 24 jam terakhir dan total 23.049 orang telah dinyatakan positif virus corona.
"Syukurlah, 8.376 orang telah sembuh dan meninggalkan rumah sakit," ujar Jahanpour.
Dikatakan Jahanpour, sejauh ini, lebih dari 36 juta warga Iran telah di-screening untuk penyakit menular tersebut.
Jahanpour menambahkan bahwa usia rata-rata pasien Corona di Iran adalah 59 tahun. Sedangkan rata-rata usia pasien yang meninggal karena virus Corona adalah 64 tahun.
Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

Pada ibu hamil penyakit Covid-19 ini tentunya menjadi perhatian khusus. Meskipun sampai saat ini pengetahuan tentang infeksi Covid-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin masih terbatas dan belum ada rekomendasi spesifik untuk penanganan ibu hamil dengan Covid-19. Berdasarkan pengalaman dengan infeksi Coronavirus sebelumnya (SARS-COV dan MERS-COV) dan beberapa kasus Covid-19 dipercaya bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya penyakit berat dan kematian dibandingkan dengan populasi umum.
Temuan klinis pada ibu hamil mirip dengan orang dewasa yang tidak hamil. Tidak ada perbedaan manifestasi klinis dibanding populasi umum. Gejala yang dapat timbul seperti flu ringan sampai berat, pneumonia berat dapat terjadi pada ibu hamil usia tua. Risiko lebih meningkat pada ibu hamil dengan penyakit penyerta (hipertensi, diabetes, asma). Belum ada laporan kematian ibu hamil dengan infeksi Covid-19.
Sampai saat ini masih belum jelas dan belum ada bukti bahwa infeksi Covid-19 dapat ditularkan ke bayi melalui rute transplasenta. Dalam hal pengaruh ke janin, sampai saat ini belum ada bukti bahwa Covid-19 meningkatkan angka keguguran. Terdapat data bahwa Covid-19 meningkatkan lahir prematur.
Apabila pada ibu hamil terdapat gejala-gejala demam atau batuk terus-menerus disarankan tetap di rumah kurang lebih 7 hari dengan menghubungi dokter kebidanan terdekat. Apabila keluhan tidak membaik segera menghubungi satgas Covid-19. Bila hasil pemeriksaan ibu hamil positif Covid-19 segera dilakukan pemeriksaan kehamilan dan karantina mandiri, bila gejala berat harus dirawat di RS rujukan.
Pemeriksaan ultrasound disarankan dilakukan 14 hari setelah masa karantina. Sehubungan dengan proses persalinan, saat ini tidak ada bukti bahwa persalinan abdominal akan memiliki luaran lebih baik dibandingkan persalinan vaginal pada kasus infeksi Covid-19.
Penularan Covid-19 pada ibu hamil sama dengan populasi umum, yaitu melalui droplet dan kontak. Cara terbaik menghindari Covid-19 adalah dengan menghindari virus penyebab dengan melakukan tindakan tindakan pencegahan penularan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Pencegahan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil, bersalin, dan nifas yaitu:
1. Cuci tangan dengan sabun dan air sedikitnya selama 40 detik atau dengan hand sanitizer berbasis alcohol 70% selama 20 detik jika air dan sabun tidak tersedia.
2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
3. Gunakan masker jika sedang sakit atau bepergian keluar rumah.
4. Tutup mulut dan hidung jika sedang batuk dan bersin.
Dengan semakin masif penyebaran virus Covid-19 diharapkan pada semua ibu hamil untuk sementara lebih disarankan untuk berdiam diri di rumah dan tidak ke rumah sakit atau tunda dulu ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan kecuali dalam keadaan darurat seperti muntah hebat, perdarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin, kejang.
dr. Ardian Suryo Anggoro SpOG FMAS dokter spesialis RSUD Pasar Rebo, RS Brawijaya, dan MND Klinik Condet
|
|
comments (0)
|

PT RIfan Financindo - Kementerian BUMN mengambil langkah cepat untuk merespons dampak luas pandemik Covid-19 yang tengah melanda dunia.
Menteri BUMN Erick Thohir menyadari bahwa dampak dari pandemik ini tak hanya menghantam sisi kesehatan, melainkan juga sektor ekonomi dan moneter. Karenanya, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Erick bergerak cepat dengan menyiapkan sejumlah langkah strategis.
"Sesuai dengan arahan Pak Presiden bahwa kita mesti fokus pada tiga hal kesehatan, social safety, dan menjaga daya beli masyarakat atau hal-hal yang friendly dengan dunia usaha," ujarnya dalam konferensi digital Jumat (20/3/2020).
Erik mengatakan fokus pertama Kementerian BUMN ada di sisi kesehatan. Kementerian BUMN yang memiliki sejumlah sumber daya kesehatan akan memanfaatkan dayanya untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19.
Selain itu, seluruh CSR BUMN tahun ini akan difokuskan untuk membantu pengadaan alat-alat kesehatan. Pihaknya sudah membeli alat tes Corona dari sejumlah negara. Alat tes ini diserahkan ke Kementerian Kesehatan untuk segera disalurkan pada publik.
"Ada 60 ribu (alat tes). Jadi alat tes kit ada dua macam, ada tes air liur dan ada yang darah. Kita prioritaskan yang air liur. Tes air liur akan dipergunakan untuk rumah sakit," kata Erick.
Kementerian BUMN juga telah memproduksi lebih dari empat juta masker yang kini bisa diakses publik secara umum di seluruh toko obat dan lokasi jual beli alat-alat kesehatan. Erick menjelaskan, usaha pelayanan kesehatan yang dilakukan adalah dengan menyiapkan Wisma Atlet Asian Games sebagai sentra pusat penanganan Corona.
Nantinya, Kementerian BUMN akan bekerja sama dengan BNPB, Satgas Penanganan Corona, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, serta pihak terkait untuk segera memaksimalkan Wisma Atlet sebagai lokasi penanganan pasien Corona.
Erick lantas menjelaskan pembagian masing-masing tower Wisma Atlet untuk kepentingan yang berbeda. Tower 4 akan difokuskan untuk tempat istirahat tenaga medis.
"Mereka harus dilindungi dan harus cukup istirahat karena itu kita tempatkan khusus (di Tower 4)" katanya.
Sedangkan, Tower 3 akan menjadi lokasi posko bagi petugas Satgas yang menangani pendemik Virus Corona.
"Tower 6 dan 7 kita akan fokuskan khusus ke pasien. Di sana akan dilengkapi ruang ICU, ruang refreshing, dan ruang rawat pasien. Pintunya ada dua dan dalam pengawasan," tambahnya.
Dalam pengoperasian Wisma Atlet sebagai lokasi penanganan Corona, BUMN akan menerjunkan tenaga kesehatan yang dimiliki rumah sakit BUMN. Selain itu fasilitas dan alat kesehatan akan dilengkapi dari dana CSR BUMN.
"CSR BUMN akan dialokasikan ke sini. CSR akan membantu sediakan alat di sini (Wisma Atlet). Selain itu BUMN farmasi terus memproduksi kebutuhan-kebutuhan obat yang diperlukan," jelasnya.
Selain Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan juga akan terlibat dalam menyediakan tenaga-tenaga kesehatan dan perawat. Namun, Erick mengakui tenaga pemerintah terbatas terutama terkait tenaga kesehatan.
Oleh karena itu, Erick berterima kasih kepada pihak swasta yang sejak awal menyatakan tekadnya untuk terlibat dalam penanganan pandemik Corona.
"Saya ucapkan terima kasih banyak kepada pihak swasta yang sudah bersedia membantu. Kita semua berusaha bersama semaksimal mungkin sesuai dengan arahan Pak Presiden, untuk mengatasi dampak dari pandemik ini," ungkapnya.
Tak hanya di sisi kesehatan, langkah antisipasi juga disiapkan Kementerian BUMN di sektor ekonomi. Erick menyadari banyak sektor ekonomi yang terpukul gejolak akibat pandemik yang melanda dunia.
Sektor terparah yang terdampak adalah hotel, restoran, pariwisata, dan penerbangan. Oleh karena itu, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk segera meluncurkan kebijakan yang membantu industri yang terkena dampak itu.
"Tak hanya kesehatan, tapi kita juga memastikan agar sektor bisnis bisa tetap jalan. Kita pastikan bank-bank BUMN turunkan suku bunga UKM. Kita juga berkoordinasi dengan lembaga lain yang terkait agar ada relaksasi untuk sektor-sektor terdampak seperti hotel, pariwisata, penerbangan, restoran yang punya pinjaman ke bank-bank BUMN agar diberi keringanan," kata Erick.
Namun, Erick mencatat hanya sektor usaha yang punya rekam jejak positif yang akan mendapat bantuan relaksasi dari bank. Sementara untuk sektor moneter, pemerintah akan mengeluarkan obligasi-obligasi yang akan membantu devisa. Terutama pada obligasi dari perusahaan BUMN yang ratingnya bagus, seperti BRI dan Mandiri. Kementerian BUMN juga akan melakukan buy back saham-saham unggulan di saat harganya turun.
"Kita dalam proses buy back saham BUMN di bursa. Kita limit di enam perusahaan dulu seperti BRI, Mandiri, PT BA, Telkom, dan Jasamarga," katanya.
Terkait gejolak nikai tukar rupiah terhadap dolar, Erick mengakui hal itu akan memberikan dampak pada sejumlah sektor bisnis. Ini terutama pada bisnis penerbangan, seperti Garuda. Namun Erick memastikan terkait pinjaman Garuda, pihaknya sudah melakukan renegosiasi secara menyeluruh.
"Memang secara kondisi industri penerbangan berat. Ini menjadi fenomena global. apalagi umrah tidak. Dan Australia kini menutup, pasti Garuda terdampak. kita dari satu bulan lalu sudah melakukan negoiasi secara menyeluruh terkait Garuda," jelasnya.
Secara umum, Erick mengakui bahwa kondisi yang dihadapi dunia usaha penuh tantangan. Karenanya, butuh usaha keras untuk tetap mempertahankan performa BUMN layaknya tahun sebelumnya. Tapi dia yakin sektor perekonomian akan cepat bangkit dan bereaksi atas dampak yang ditimbulkan pandemik Corona. Dengan penanganan secara kesehatan, menjaga daya beli, perkonomia serta moneter Erick optimistis efek pandemik Corona bisa cepat berlalu dari Indonesia.
"Saya harus jujur, kalau meraih deviden lebih baik atau mempertahankannya penuh tantangan dalam kondisi saat ini. Mungkin saja tak tercapai. Tapi saya yakin kita akan cepat recover," ujarnya.
Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hari ini, Kamis (19/3) menyentuh level Rp 15.929 atau menguat 4,5%. Penguatan dolar AS terhadap rupiah tersebut dikhawatirkan dapat menaikkan sejumlah harga produk pangan. Lantaran, mayoritas bahan baku produk pangan yang ada saat ini masih bergantung pada bahan baku impor.
"Tentu kami khawatir (dengan penguatan dolar AS terhadap rupiah) karena ini akan berpengaruh terhadap harga pokok kita, yang terus terang di industri makanan dan minuman ini masih banyak tergantung dari impor bahan bakunya, ditambah situasi corona seperti ini tentu menjadi beban baru bagi industri, walau untuk ekspor akan lebih baik, tapi kan ekspor sendiri sekarang dalam keadaan sulit," ujar Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman kepada detikcom, Kamis (19/3/2020).
Meski demikian, Adhi memastikan pelaku usaha sebisa mungkin tidak akan menaikkan harga produk-produk pangannya terutama di saat daya beli masyarakat saat ini yang semakin melemah.
"Saya yakin dengan kondisi sekarang tentu perusahaan tidak akan menaikkan harga terutama untuk pangan olahan ya, itu kita tidak ada menaikkan harga," ungkapnya.
Meski demikian, Adhi menilai tidak semua pelaku usaha mampu menekan keuntungannya demi menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya pemerintah penting juga untuk turut andil dalam membantu menjaga daya beli masyarakat saat ini.
"Kalau pengusaha besar bisa hedging saat dolar naik maupun turun, tetapi bagi usaha menengah kecil itu biasanya tidak punya kemampuan hedging nilai tukar, sehingga ini akan berfluktuasi di harga bahan bakunya, otomatis perusahaan cuma punya dua pilihan menanggung kenaikan ini dengan mengurangi keuntungannya tau dinaikkan harga jualnya," terangnya.
Untuk itu, ia dan para pelaku usaha lainnya berharap agar pemerintah segera menerbitkan insentif yang mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mampu membantu pelaku usaha tetap menawarkan harga yang stabil kepada pembelinya.
"Insentif segera dikeluarkan secepatnya, tidak perlu menunggu karena semakin cepat semakin baik, kemudian kita mengharapkan pemerintah memikirkan daya beli masyarakat supaya tetap dijaga karena ini yang paling penting, saat daya beli masyarakat turun, ekonomi akan jelek," pungkasnya.
Terpisah, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, untuk memastikan tak ada lonjakan harga makanan, pihaknya telah berupaya mepermudah pengadaan bahan baku impor.
"Pada dasarnya impor bahan baku kita perlancar, mudah-mudahan tidak ada halangan apa pun. Proses impor berjalan sesuai, tidak ada pembatasan. Yang dibatasi tetap seperti semula yaitu hewan hidup dari Tiongkok," terang dia.
Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
PT Rifan FInancindo - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Chevron akan mengelola migas di Blok Rokan, Riau, hingga kontraknya habis tahun depan. Kontrak Chevron di Blok Rokan habis Agustus 2021.
"Kemarin sudah rapat. Dengan Chevron, SKK Migas, dan ESDM. Kami sepakat bahwa Chevron akan meneruskan proyek ini sampai mereka selesai di Agustus tahun depan," ungkap Luhut dalam video conference bersama wartawan, Rabu (18/3/2020).
Dengan tetap beroperasinya Chevron di Blok Rokan, Luhut memastikan produksi migas di sana tidak turun drastis.
"Jadi, turunnya produksi bisa ditahan jangan sampai tajam sekali. Itu keputusan yang baik," ungkap Luhut.
Sebelumnya, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) telah mengaku telah menghentikan pengeboran minyak sejak tahun 2018. Pasalnya jelang kontrak habis pada Agustus 2021, pengeboran dinilai sudah tidak lagi menguntungkan.
"Mengingat saat ini kami sudah nggak ekonomis untuk bor sumur. Kami tidak melakukan pengeboran, tahun 2018 terakhir," kata Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi VII di DPR RI, Senin (20/1/2020).
Akibat berhentinya pengeboran di Rokan, lifting migas Blok Rokan di tahun 2020 kemungkinan akan turun menjadi 161 barel per hari. Setidaknya, Blok Rokan mampu mencatatkan lifting minyak dan gas sebesar 190 ribu barel per hari di tahun 2019.
Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
Awalnya rating berada di posisi BBB/outlook stabil menjadi BBB+outlook stabil atau investment grade.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan naiknya rating Indonesia masih menunjukkan adanya keyakinan stakeholder internasional yang masih terjaga terhadap kinerja perekonomian Indonesia.
"Ke depan BI akan tetap waspada dan terus memonitor perkembangan ekonomi global dan domestik, termasuk dampak Covid-19 dengan tetap memperkuat bauran kebijakan dan koordinasi dengan pemerintah," kata Perry dalam siaran pers, Selasa (17/3/2020).
Peningkatan rating ini didorong oleh sejumlah faktor antara lain implementasi kebijakan yang kuat untuk meningkatkan potensi perekonomian. Perekonomian Indonesia diprediksi bisa tumbuh stabil dalam jangka menengah.
R&I juga menilai defisit fiskal yang terjaga, rasio utang yang rendah, cadangan devisa yang memadai membuat resiliensi ekonomi Indonesia terhadap guncangan eksternal tetap terjaga seiring dengan stance kebijakan yang menekankan pada stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal.
Lembaga pemeringkat ini menyebut wabah Covid-19 ini dapat menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun pemerintah dan bank sentral telah mengambil langkah tegas untuk menopang perekonomian dan menjaga stabilitas makroekonomi.
Mempertimbangkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga dan lingkungan politik yang stabil, R&I memperkirakan perekonomian akan kembali membaik apabila dampak novel coronavirus dapat dikendalikan.
Kemudian, target pemerintah untuk pengesahan Omnibus Law disebut mampu meningkatkan iklim investasi dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini akan mendukung penguatan fundamental ekonomi serta mendorong pertumbuhan jangka menengah-panjang.
Selanjutnya, dari sisi neraca transaksi berjalan masih mengalami defisit yang rendah diprediksi 2-3% pada 2020. Cadangan devisa masih mampu membiayai 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Risiko nilai tukar di sektor swasta telah menurun sebagai dampak dari penerapan kebijakan bank sentral untuk mengendalikan risiko, termasuk penerapan peraturan terkait kewajiban untuk melakukan lindung nilai (hedging) atas utang dalam mata uang asing.
Pada sisi fiskal, Pemerintah menjaga komitmen untuk memastikan disiplin fiskal. Pada 2020, Pemerintah memproyeksikan defisit fiskal sebesar 1,76% dari PDB. Pemerintah meningkatkan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur, mempertahankan rasio anggaran pendidikan dan kesehatan terhadap total pengeluaran, dan mengurangi alokasi anggaran untuk subsidi energi.
R&I memandang positif upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengeluaran dalam rangka memajukan prioritas kebijakan untuk peningkatan sumber daya manusia dan penguatan daya saing. Menurut R&I, stance kebijakan yang fokus pada stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal, serta komitmen kuat untuk reformasi struktural, menjadi aspek yang penting untuk terus dilaksanakan.
|
|
comments (0)
|
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April turun 4,5 persen atau US$1,48 ke level US$31,50 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk kontrak Mei ditutup turun US$2,57 untuk mengakhiri sesi di US$33,22 per barel di ICE Futures Europe exchange.
DIlansir Bloomberg, pembatasan perjalanan dari Eropa selama 30 hari ke depan oleh Presiden Donald Trump dalam upaya untuk menahan virus corona menekan prospek permintaan bahan bakar.
Pada saat yang sama, struktur satu tahun minyak mentah Brent runtuh menjadi super-contango untuk pertama kalinya sejak 2015, yang menunjukkan kelebihan pasokan besar karena tanggapan oleh AS dan pembuat kebijakan Eropa telah gagal membendung anjloknya harga.
Trump mengusulkan langkah-langkah keringanan pajak untuk mencegah risiko resesi, tetapi tidak menyediakan paket penyelamatan ekonomi yang terperinci. Sementara itu, Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuan, meskipun sementara waktu meningkatkan program pelonggaran kuantitatif dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan likuiditas.
Minyak mentah melonjak ke tingkat volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika pandemi virus corona melumpuhkan permintaan di tengah gangguan perjalanan di seluruh dunia.
"Ini adalah hari kapitulasi untuk bensin," kata Walter Zimmermann, kepala analis teknikal di ICAP Technical Analysis, seperti dikutip Bloomberg. "Virus telah memperbesar kelebihan pasokan kronis."
Di tengah meningkatnya perang pangsa pasar, produsen minyak Rusia mengatakan mereka dapat beroperasi bahkan jika harga turun lebih lanjut dan akan meningkatkan produksi mulai 1 April.
Kremlin sebelumnya mengatakan tidak memiliki rencana pembicaraan minyak dengan Arab Saudi.
"Semua proyeksi dibatalkan," kata Leo Mariani, analis riset ekuitas di KeyBanc Capital Markets.
"Jelas pertarungan harga mungkin tidak berakhir dalam waktu dekat. Adanya krisis permintaan dan penawaran pada saat yang sama belum pernah terjadi sebelumnya. Ini akan menjadi waktu yang sangat sulit," lanjutnya.
Sementara itu, Arab Saudi melepaskan gelombang pasokan minyak mentah ke Eropa, yang biasanya menjadi pangsa pasar terbesar Rusia, dan berjanji untuk memasok kilang minyak negara tiga kali lebih besar.