|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Indonesia masih banyak mengimpor alat permesinan. Mesin yang diimpor merupakan barang modal untuk melakukan produksi. Padahal pelaku industri dalam negeri sudah bisa menghasilkan benda tersebut.
"Kita tahu bahwa produk-produk mesin ini yang menjadi barang modal dari proses produksi merupakan hal yang sangat penting, rangkaian dalam proses produksi. Dan kita masih banyak sekali dilakukan impor untuk memasukkan barang-barang modal ke Indonesia," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Festival Virtual Bangga Mesin Buatan Indonesia (BMBI Fest), Selasa (15/9/2020).
Hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar impor bisa ditekan dan mendorong pemanfaatan mesin buatan dalam negeri, khususnya yang dibuat oleh industri kecil dan menengah (IKM).
Menurutnya, IKM yang membuat alat permesinan perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan produk mereka. Dalam hal ini, pihaknya menyediakan wadah melalui pameran produk virtual.
"Galeri mesin lokal yang bekerja sama dengan Blibli diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha menemukan IKM atau produk-produk IKM yang memproduksi peralatan atau permesinan lokal. Dengan hadirnya galeri mesin lokal diharapkan IKM peralatan dan pemesinan di Indonesia memasuki trend bisnis digital yang berdampak pada perluasan pemasaran dan jaringan IKM melalui teknologi digital," jelasnya.
Diharapkan IKM bisa menjadi ujung tombak bagi industri manufaktur dan mengisi kebutuhan di dalam negeri.
"Apalagi sektor iKM tidak akan terpisahkan dari bagian proses produksi atau rantai pasok industri skala besar. Ini goal kita, ini misi kita bagaimana IKM bisa menutup pohon-pohon industri yang masih kosong menjadi bagian dari mata rantai pasok industri," tambahnya.
Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP), Defris Hatmaja menjelaskan kenaikan harga TBS minggu ini karena naiknya harga CPO (crude palam oil/minyah sawit mentah) mendapat sentimen positif dari pergerakan harga minyak nabati global.
Harga minyak kedelai di awal pekan sempat melesat naik sekitar 2,5 persen, Kenaikan harga kompetitornya tersebut tentunya turut mengerek naik harga CPO.
“Harga CPO untuk kontrak pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatif Exchange menguat 10 ringgit atau 0,35 persen ke RM2.845 per ton,” katanya kepada Bisnis, Selasa (8/9/2020)
Sebelumnya harga CPO sempat turun 9 ringgit ke RM2.826/ton. Berbalik arah harga CPO yang terjadi di awal pekan ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya optimisme perbaikan permintaan ke depannya, mengingat adanya festival Deepwali pertengahan November serta impor China yang diperkirakan naik bulan ini.
CPO dan kernel perusahaan yang menjadi sumber data untuk penetapan harga mengalami kenaikan. Untuk harga jual CPO saat ini mencapai Rp9.319,99 dan kernel Rp4.898,17.
Harga di PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp421,41/kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan Rp464,00/kg, PT Astra Agro mengalami kenaikan Rp960,00/kg, PT Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp451,46/kg, PT Citra Riau Sarana (CRS) mengalami kenaikan harga sebesar Rp331.10/Kg dari harga minggu lalu.
Sementara itu untuk harga jual kernel, PT Astra Agro mengalami kenaikan harga sebesar Rp107.28/Kg, PT Asian Agri Group naik sebesar Rp65,00/Kg, dan PT Citra Riau Sarana naik sebesar Rp77,91/kg dari harga minggu lalu.
Berikut harga TBS menurut usia pohon kelapa sawit diantaranya umur 3 tahun sebesar Rp1.506,96, umur 4 tahun Rp1.633,30, umur 5 tahun Rp1.786,11, umur 6 tahun Rp1.829,16, umur 7 tahun Rp1.900,54.
Selanjutnya, umur 8 tahun Rp1.953,15, umur 9 tahun Rp1.999,38, umur 10 sampai 20 tahun Rp2.046,48, umur 21 tahun Rp1.958,97, umur 22 tahun Rp1.949,07, umur 23 tahun Rp1.940,81, umur 24 tahun Rp1.858,26, umur 25 tahun Rp1.812,85.
|
|
comments (0)
|
"Pada hari Jumat tanggal 11 September 2020 sekira pukul 13.45 WIB, tim intelijen Kejari Surabaya berhasil menangkap buronan terpidana atas nama Heri Basuki di kawasan Ketintang, Surabaya. Terpidana atas perkara penipuan jual beli tanah di Jalan Khairil Anwar, Surabaya pada tahun 2013 dengan modus terpidana menawarkan sebidang tanah kepada korban Ronny Wijaya untuk dibeli," kata Jamintel Kejagung, Sunarta kepada detikcom, Jumat (11/9/2020).
Kasus ini bermula saat Heri menawarkan jual beli sebidang tanah kepada korban. Namun saat korban sudah membayar uang muka, ternyata tanah itu milik orang lain.
"Sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 1 miliar," katanya.
Sunarta menyebut penangkapan ini berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor: 1200K/Pid/2019 tertanggal 14 Februari 2019. Sebelumnya, terpidana Heri telah dijatuhi hukuman pidana kurungan selama 2 tahun 6 bulan.
"Namun pada saat akan dieksekusi, terpidana tidak diketahui keberadaannya," tutur Sunarta.
Heri pun sudah diburu sejak masuk daftar pencarian orang (DPO) pada Februari 2020. Kini ia telah ditangkap dan langsung dieksekusi ke Kejaksaan Negeri Surabaya, Jawa Timur.
Sunarta menyebut Heri juga sudah menjalani serangkaian proses kesehatan berupa rapid test. Saat ini, Heri sudah mendekam di jeruji besi, Rutan kelas 1 Surabaya.
"Terpidana telah menjalani proses administrasi dan rapid test di kantor Kejari Surabaya dan telah diantar menuju Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng untuk menjalani pidana badan," tandasnya.
|
|
comments (0)
|
Muyyassaroh memilih didiskualifikasi dibanding harus membuka cadarnya. Apa pun yang 'dunia' tawarkan kepadanya tidak akan menggoyahkan prinsipnya untuk tetap bercadar, meskipun hanya saat tampil bersuara.
"Keyakinan cadar dia itu bukan spontanitas dia laksanakan. Artinya, apa pun dunia yang ditawarkan sama dia dengan unsur membuka salah satu kebiasaan dia, baik itu cadarnya atau yang lainnya, maka dia lebih takut dengan yang membuat aturan, yaitu Allah SWT," kata abang ipar Muyyassaroh, Abdul Rahman, kepada wartawan, di Medan, Kamis (10/9/2020).
Abdul sendiri mengaku tak pernah melihat wajah Muyyassaroh. Dia menilai wajar jika adik iparnya itu menolak saat diminta membuka cadar di pentas MTQ ke-37 Sumut.
"Demi Allah saya katakan, saya sebagai abang iparnya pun belum pernah sekalipun melihat wajahnya. Makanya beliau merasa berat untuk melepas itu," imbuhnya.
Muyyassaroh sudah malang melintang di pentas MTQ. Namun, baru kali ini dia diminta membuka cadarnya.
"Sejak 2012 ikut MTQ tetap menggunakan cadar," tutur Abdul.
Muyyassaroh tampaknya juga tidak tahu ada aturan di MTQ ke-37 Sumut yang mengharuskan membuka cadar. Abdul pun tidak tahu ada aturan itu.
"Kenapa aturan itu ada tapi tidak disampaikan? Saya juga ada di grup WA MTQ itu. 'Bapak, tidak ada aturan itu disampaikan kepada kami', kata ofisial tim itu," ucap Abdul.
MTQ ke-37 Sumut seharusnya merugi karena kehilangan Muyyassaroh. Sebab, Muyyassaroh ternyata hafizah (penghafal Al-Qur'an).
"Dia pernah ikut MTQ dan juara. Juara harapan satu, juara tiga. Dia menamatkan hafiz 30 juz itu di Islamic Center," sebut Abdul.
Fakta yang juga menarik, ternyata, sekeluarga Muyyassaroh juga merupakan hafiz. Selain Muyyassaroh, 8 saudara kandungnya juga hafiz 30 juz.
"Mereka itu ada 11 orang bersaudara, 9 hafiz 30 juz, 2 lagi sekitar 12 juz," ungkap Abdul.
Selain hafiz, Muyyassaroh disebut mahir membaca kitab kuning. Namun, karena kejadian di MTQ ke-37 Sumut, Muyyassaroh sempat mengaku tidak ingin mengikuti MTQ lagi.
"Sampai sekarang dibudayakan majelis taklim, membaca kitab kuning. Kalau dia membaca kitab kuning ya udah biasa aja. Kemarin dia bilang nggak mau ikut lagi," terang Abdul.
Dewan hakim MTQ ke-37 Sumut pun mengaku khilaf karena telah mendiskualifikasi Muyyassaroh. Namun, 'nasi sudah menjadi bubur', Muyyasaroh, seperti disampaikan Abdul, tak mau tampil lagi.
"Ada klarifikasi dari dewan pengawas dewan hakim. 'Memohonlah kami ustaz suruhlah peserta ustaz itu tampil lagi. Kapan dia mau, mau pagi ini, mau nanti malam, mau besok pagi nggak ada masalah. Mengaku salah lah kami dewan hakim, ternyata yang kami lakukan tadi khilaf. Karena peraturan ini secara nasional, tapi tidak ada secara tertulis', kata beliau ke kita," ujar Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Labuhanbatu Utara (Labura), Muhammad Yusuf Tanjung.
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menarik rem darurat untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19) semakin masif. Anies memutuskan akan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti awal pandemi Corona di RI.
"Kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi masa transisi, tapi PSBB awal dulu," ujar Anies dalam video yang disiarkan Pemprov DKI Jakarta, Kamis (9/9/2020).
Menurutnya, kembalinya PSBB ke tahap awal itu karena kondisi Jakarta sudah mengkhawatirkan. Rem darurat ini mulai berlaku pada 14 September mendatang.
"Kami sampaikan malam ini sebagai ancang-ancang, mulai Senin 14 September kegiatan perkantoran yang non esensial diharuskan melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah, bukan kegiatan usahanya yang berhenti tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan, kegiatan usaha jalan terus, tapi kegiatan perkantoran di gedungnya yang tidak diizinkan," katanya.
Berikut ini pernyataan lengkap Anies:
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang kami hormati, seluruh warga Jakarta, seluruh warga Ibu Kota, izinkan pada malam hari ini saya dan Pak Wakil Gubernur kembali menyampaikan perkembangan situasi terkini terkait wabah COVID-19 di Jakarta, sekaligus juga menyampaikan pengumuman yang sangat penting untuk kita perhatikan, untuk kita patuhi sama-sama.
Saat ini kita sudah menjalani bulan ke tujuh pandemi COVID-19, enam bulan sudah kita lewati masa pandemi ini bersama-sama dan data per 9 September ini menunjukkan bahwa, secara kumulatif di Jakarta telah mencapai angka 49.837 kasus. Melihat banyaknya kasus begini, ada dua parameter yang harus jadi kewaspadaan. Pertama adalah angka kematian, yang ke dua adalah angka kasus aktif, sampai dengan saat ini, ada 1.347 saudara-saudara kita di Jakarta yang telah wafat akibat COVID-19. Memang bila melihat angka tingkat kematian atau bisa disebut case fatality rate, sesungguhnya tingkat kematian COVID di Jakarta memang rendah, yaitu 2,7 persen. Lebih rendah dari tingkat kematian nasional di angka 4,1 persen, bahkan lebih rendah ditingkat kematian global di angka 3,3 persen.
Atas izin Allah Jakarta, secara signifikan berhasil menekan angka kematian itu. Siapa yang paling berjasa menekan angka kematian ini? Lagi-lagi atas izin Allah, para tenaga kesehatan di Jakarta yang sigap menangani setiap kasus mempertaruhkan nyawa, risiko kesehatan diri mereka sendiri, dan alhamdulillah dengan jumlah tes yang juga memadai ikut mendukung untuk Jakarta menemukan kasus lebih dini sehingga bisa dilakukan perawatan, bila ditemukan positif, dengan testing yang tinggi terdeteksi awal mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, mereka yang lansia bila positif langsung isolasi dan langsung dirawat. Itulah sebabnya mengapa tingkat kematian di Jakarta secara persentase menjadi rendah karena angka testing tinggi tenaga kesehatan yang sigap. Walaupun tingkat kematian di Jakarta ini terus menurun, tapi jumlah absolutnya tambah, secara absolut jumlah kematian harian kita juga tambah. Jadi kalau kita lihat di data ini adalah gambar di mana tingkat kematian di Jakarta, meskipun tingkatnya rendah tapi absolutnya terus meningkat. Ini saya tunjukkan di data ini jumlah atau tingkat kematiannya sejak pertengahan Agustus sampai dengan September menunjukkan tren yang meningkat.
Ini adalah kondisi yang sangat tidak menggembirakan, angka pemakaman yang menggunakan protal COVID juga meningkat. Artinya ini adalah data pemakaman tiap hari di Jakarta bila dilihat di grafik ini saya akan menunjukkan kita perhatikan di sini, angka kematian sempat meningkat lalu kita melakukan pengetatan dengan PSBB, alhamdulillah turun dan itu menurun terus sampai awal atau pertengahan Agustus, sesudah pertengahan Agustus, terjadi peningkatan terus-menerus. Di sebelah kita menyaksikan angkanya makin hari makin tinggi, jadi bila diperhatikan di awal kita menyaksikan angka kematian tinggi, lalu turun, lalu datar dalam dua minggu terakhir ini angka kematian meningkat kembali.
Persentase memang turun, tapi secara nominal angka kematiannya meningkat terus setiap hari, ini yang harus kita perhatikan dan saya harus garis bawahi ini bukan angka statistik, setiap kematian satu orang adalah kematian saudara kita dan itu terlalu banyak, pada setiap kematian ada keluarga, ada teman-teman yang ditinggalkan lebih cepat, dan setiap satu angka kematian sesungguhnya adalah satu orang yang disayangi yang dibutuhkan kehadirannya bagi banyak orang yang lain. Karena itu setiap satu kematian bukan angka statistik saja, ini adalah nyawa saudara kita yang harus selalu kita usahakan untuk diselamatkan.
Angka kedua yang ingin saya ingin berikan adalah kasus aktif, kasus aktif adalah orang-orang yang positif COVID-19 yang masih menjalani isolasi dan perawatan dan belum dinyatakan sembuh, jadi di dalam penanganan COVID ini ada kasus baru yang masuk dalam sistem penanganan kita. Lalu di akhir penanganan ada dua, satu meninggal, satu sembuh, yang mereka masih di dalam sudah ditemukan positif tapi belum sembuh masih dalam isolasi inilah kasus aktif.
Mengapa penting untuk memahami kasus aktif ini dan mengetahui angkanya? Karena ini terkait kapasitas fasilitas kesehatan di Jakarta, dan diantara kasus aktif ini ada tiga kelompok, kelompok yang tak bergejala, kelompok yang bergejala ringan, dan kelompok yang bergejala sedang dan berat, kelompok yang sedang dan berat inilah yang membutuhkan perawatan rumah sakit bahkan yang kritis membutuhkan fasilitas ICU. Jadi secara rata-rata selama perjalanan 6 bulan ini kita bisa mengatakan 50-an persen tanpa gejala, 35-an persen bergejala ringan, 15-an persen bergejala sedang atau berat. Nah, ini yang membutuhkan pelayanan rumah sakit. Kelompok inilah yang kita harus perhitungkan, kasus aktif dan bergejala sedang atau berat. Di Jakarta saat ini kenyataannya kita memiliki fasilitas kesehatan cukup besar dalam skala Indonesia, ada 190 rumah sakit dan 67 di antaranya adalah rumah sakit rujukan. Di Jakarta juga rasio dokter per populasi juga cukup tinggi, dibandingkan rata-rata nasional, tetapi saat ini ambang batas sudah hampir terlampaui.
Jadi memperhatikan tadi, bahwa angka yang menjadi penanda kapasitas kesehatan kita dalam menangani COVID ini keterpakaian tempat tidur isolasi, dan keterpakaian ICU. Kapasitas ketersediaan dipengaruhi juga dengan ketersediaan tenaga kesehatan yang mampu menangani wabah, juga jumlah APD, juga peralatan dan obat-obatan. Saat ini, Jakarta memiliki 4.053 tempat tidur isolasi khusus COVID-19, dan per kemarin sudah 77 persen terpakai, jadi dari angka 4.053 77 persen terpakai. Saya ingin tunjukkan grafiknya, di sini boleh kita perhatikan, ini adalah jumlah orang yang dirawat di tempat isolasi kita, dari gambar ini kita saya ingin berilustrasi ketika kasusnya mulai muncul di awal Maret, angka mulai bergerak tambah.
Pada tanggal 16 Maret kita melakukan penutupan sekolah, penutupan perkantoran, penutupan kegiatan umum, tempat-tempat umum dalam waktu dua minggu kemudian jumlah kasus yang harus dirawat mengalami perlambatan, asalnya meningkat lalu dia mulai rata. Sampai dengan Juni kita mulai pembatasan, lalu PSBB mulai 10 April. Apa yang terjadi? Di sini mulai terjadi pelandaian, kita landai di sini, kemudian kita memasuki masa transisi dan apa yang terjadi? Secara bertahap terutama di bulan Agustus kita mulai menyaksikan peningkatan jumlah kasus, ini persentase dari tempat tidur isolasi yang digunakan naik. Ini ambang batasnya, 4.053, bila situasi ini berjalan terus tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki bisa dibuat proyeksi tanggal 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh, dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien COVID lagi, dan ini waktu yang tinggal sebentar.
Kami di Pemprov DKI setiap waktu terus menambah rumah sakit swasta yang bisa terlibat untuk menaikkan kapasitas, kita insya Allah akan meningkatkan lagi 20 persen. Sehingga menjadi 4.807. Tapi saya harus garis bawahi menaikkan tempat tidur menaikkan jumlahnya itu bukan sekedar menyediakan tempat tidurnya, tapi memastikan ada dokternya, memastikan ada perawatnya, memastikan ada alat pengamannya, memastikan ada obat-obatannya, memastikan ada seluruh alat pendukungnya. Jadi, menaikkan kapasitas menjadi 4.800-an itu, bila tidak disertai dengan pembatasan penularan secara ketat seperti sekarang ini, maka tempat tidur itu pun akan penuh di pekan ke dua Oktober.
Jadi saya ingin menggaris bawahi di sini, bila kita naikkan 20 persen jadi 4.807, ini tercapai insya Allah tanggal 6 Oktober. Naik terus trennya kita akan ketemu masalah baru, karena itu, ya jangka pendek kita akan terus meningkatkan kapasitas. Tapi, jika tidak ada pembatasan ketat, maka ini hanya sekedar mengulur waktu, dalam kurang dari 1 bulan rumah sakit akan kembali penuh. Ini untuk tempat tidur isolasi di rumah sakit kasus sedang, yang berat membutuhkan ICU. Ini saya ingin tunjukkan data ICU kita, situasinya tidak lebih baik. Di sini, kalau kita perhatikan kapasitas ICU kita ada 528 tempat tidur bila kenaikan yang berjalan terus sejak Agustus sampai September ini selama bulan Agustus meningkat drastis trennya akan naik terus, maka 15 September akan penuh. Kita coba tingkatkan 20 persen jadi 636 dan itu pun nanti akan mulai penuh di sekitar tanggal 25 September. Jadi, meskipun kita mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit kita, tapi jumlah kasus aktif di Jakarta pertambahannya lebih cepat daripada pertambahan kapasitas tampung untuk pelayanan rumah sakit, baik tempat tidur maupun ICU. Jadi, dari tiga data ini, angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi, keterpakaian ICU khusus COVID, menunjukkan bahwa situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat.
Presiden dua hari yang lalu menyatakan dengan tegas kepada kita semua, bahwa jangan restart ekonomi sebelum kesehatan terkendali. Beliau jelas meletakkan kesehatan sebagai prioritas utama. Maka dengan melihat kedaruratan ini, maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin. Dalam Rapat Gugus tugas percepatan pengendalian COVID-19 di Jakarta tadi sore, disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat, yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB transisi tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu dan inilah rem darurat yang harus kita tarik sebagaimana tadi kita lihat begitu dilakukan pembatasan maka jumlah kasus menurun sehingga kita bisa menyelamatkan saudara-saudara kita. Sekali lagi ini soal menyelamatkan warga Jakarta, bila ini dibiarkan maka, rumah sakit tidak akan sanggup menampung dan efeknya kematian akan tinggi terjadi di Jakarta.
Nah, kita semua dalam pertemuan tadi bersepakat untuk tarik rem darurat dan kita akan menerapkan seperti arahan bapak Presiden di awal wabah dahulu, yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan usahakan beribadah dari rumah. Detailnya, kita akan sampaikan di hari-hari ke depan tapi secara garis besar, pada prinspinya perlu kami sampaikan awal sebagai ancang-ancang pada seluruh masyarakat bahwa kita akan menuju PSBB. Ada fase, ada proses supaya kita bisa menyiapkan ini agar berjalan dengan baik, dan kami sampaikan malam in sebagai ancang-ancang supaya kita semua bisa mengantisipasi.
Jadi prinsipnya, mulai Senin tanggal 14 September kegiatan perkantoran yang non-esensial diharuskan untuk melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah, bukan kegiatan usahanya yang berhenti, tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan. Kegiatan usaha jalan terus, kegiatan kantor jalan terus, tapi perkantoran yang tidak diizinkan untuk beroperasi. Akan ada 11 bidang esensial yang boleh tetap berjalan dengan operasi minimal jadi tidak boleh beroperasi seperti biasa tapi dikurangi dan perlu saya sampaikan bahwa izin operasi pada bidang-bidang non-esensial yang dulu mendapatkan izin akan dievaluasi ulang untuk memastikan bahwa pengendalian pergerakan kegiatan baik kegiatan usaha maupun usaha maupun kegiatan sosial itu tidak menyebabkan penularan. Lalu seluruh tempat hiburan akan ditutup, kegiatan yang dikelola oleh Pemprov DKI seperti Ragunan Monas, Ancol taman-taman kota dan kegiatan belajar tetap berlangsung di rumah seperti yang sudah dilakukan selama ini, kegiatan rumah makan, restoran kafe diperbolehkan untuk tetap beroperasi tetapi tidak diperbolehkan untuk menerima pengunjung makan di lokasi.
Jadi pesanan diambil, pesanan diantar tapi tidak makan di lokasi karena kita menemukan ditempat-tempat ini lah terjadi interaksi yang mengantarkan pada penularan. Khusus untuk tempat ibadah akan ada sedikit penyesuaian, tempat ibadah bagi warga setempat masih boleh digunakan asal menerapkan protkol yang ketat. Artinya, rumah ibadah raya yang jemaahnya datang dari mana-mana, bukan dari lokasi setempat seperti masjid raya tidak dibolehkan dibuka, harus tutup. Tetapi rumah ibadah di kampung di komplek yang digunakan oleh masyarakat dalam kampung itu sendiri, dalam kampung itu sendiri, masih boleh buka, ada pengecualian.
Kawasan yang memiliki jumlah kasus yang tinggi, kawasan-kawasan itu ada datanya, wilayah-wilayah, RW-RW yang dengan kasus tinggi maka kegiatan beribadah harus dilakukan di rumah saja, tapi yang lainnya bisa melakukan kegiatan selama hanya untuk warga di wilayah itu dan bukan tempat ibadah raya yang pengunjungnya yang jemaahnya datang dari berbagai tempat di mana di situ terjadi potensi interaksi yang ada potensi penularan. Meski begitu, izinkan saya menganjurkan, untuk lebih baik semua dikerjakan di rumah. Kemudian kegiatan publik dan kegiatan kemasyarakatan yang sifatnya pengumpulan massa, tidak boleh dilakukan, kerumunan dilarang. Ingat penularan itu ada dalam kegiatan-kegiatan komunitas besar. Bahkan saya boleh menganjurkan, kumpul-kumpul seperti reuni, pertemuan keluar dan lain-lain yang sifatnya mengumpulkan orang dari berbagai tempat sebaiknya ditunda, ingat penularan di acara seperti ini, potensinya sangat besar dan bila kita merasa aman, merasa nyaman di acara seperti ini hanya karena kita kenal dengan orang lain potensi penularan nya tetap tinggi.
Lalu, transportasi umum akan kembali dibatasi secara ketat jumlahnya dan jamnya ganjil genap untuk sementara akan ditiadakan. Tapi bukan berarti kita bebas bepergian dengan kendaraan pribadi. Pesannya jelas, saat ini kondisi darurat lebih darurat daripada awal wabah dahulu maka jangan keluar rumah bila tidak terpaksa. Tetap saja di rumah dan jangan keluar rumah dari Jakarta bila tidak ada kebutuhan yang mendesak.
Tentu mungkin ada pertanyaan bagaimana orang keluar-masuk Jakarta. idealnya tentu saja kita bisa membatasi orang keluar-masuk Jakarta hingga minimal. Tapi dalam kenyataannya, ini tidak mudah untuk ditegakkan hanya oleh Jakarta saja. Ini butuh koordinasi dari Pemerintah Pusat utamanya dengan Kementerian Perhubungan, juga dengan tetangga-tetangga kita di Jabodetabek yang insya Allah besok kita akan melakukan koordinasi terkait dengan pelaksanaan fase pengetatan yang akan kita lakukan di hari-hari ke depan. Kita masih memiliki waktu, saya berharap kepada para pengelola perkantoran untuk melakukan persiapan menghadapi pembatasan ini. Dan kita ingin agar pengalaman kita menjalani PSBB yang ketat beberapa bulan lalu membuat kita tahu apa yang harus dikerjakan.
Kami harus sampaikan kepada semua bahwa banyak informasi panduan yang sudah disiapkan, yang sudah digunakan. Nanti kami akan sampaikan lagi secara bertahap. Dan saya sampaikan kepada semua Pemprov DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk selalu transparan menyampaikan apa adanya, menyampaikan sesuai dengan kenyataannya. Karena selama ini Pemprov DKI Jakarta beserta seluruh jajaran Forkopimda, Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi, Komando Armada I, Kops AU I, Lantamal III, BIN Daerah DKI Jakarta, Kasgartap dan Pengadilan Tinggi dan juga dengan dukungan Pemerintah Pusat, kita terus bergerak, kita tidak pernah diam dan kita berbagi tugas. Dan kita di sisi kami, sisi pemerintahan, kita tadi menganjurkan melakukan pembatasan, tapi di sisi kami ada tanggung jawab yang harus dilakukan. yaitu melakukan deteksi kepada mereka yang bergejala, mereka yang positif.
Karena itu kita selalu mengistilahkan 3T; Testing, Tracing, Treatment dan dalam treatment itu isolasi. Jadi harapannya sisi pemerintah melakukan 3T, sisi masyarakat melakukan 3M. Nah saat ini sudah 716 ribu orang lebih yang dites PCR di Jakarta. Dan ini membuat Jakarta secara nasional 49 persen tes dilakukan di Jakarta. Tes Nasional. Dan tingkat tes Jakarta adalah 67.335 orang per sejuta populasi. Ini lebih tinggi dari rata-rata nasional, yaitu 5.348 orang dites per satu juta penduduk. Dari tes tersebut ditemukan 49.837 kasus.
Artinya positivity rate atau tingkat kasus positif di Jakarta saat ini adalah 7 persen. Lebih rendah daripada positivity rate nasional sebesar 14 persen. Sejak masa PSBB transisi diberlakukan bulan Juni, Jakarta terus terlibat aktif konsisten untuk meningkatkan kemampuan testing hingga saat ini, kita melebihi standar WHO hingga lima kali lipat. Dan dalam waktu dekat kita juga akan terus meningkatkan kapasitas tes ini. Kita bekerja sama dengan berbagai jejaring, berbagai lab untuk memastikan kemampuan deteksi kita selalu tinggi. Tujuannya tidak lain tidak bukan menyelamatkan keselamatan nyawa warga Jakarta. Dan Puskesmas juga di Jakarta itu rutin melakukan active case finding. Saat ini tingkat tracing di Jakarta adalah enam. Enam itu artinya, setiap ada satu kasus positif, ada enam kontak erat yang dilacak. Dan ini masuk level moderat, Jakarta berharap untuk bisa terus meningkatkan kapasitas tracing.
Untuk kapasitas treatment, tadi sudah saya jelaskan di awal, fasilitas isolasi Rumah Sakit, fasilitas ICU saat ini terus kita tingkatkan. Sangat berbeda dengan di masa awal pandemi. Pada saat itu kita masih punya minim fasilitas. Dan ke depan kita akan menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu dan RSUD Cengkareng diubah menjadi Rumah Sakit khusus COVID. Dan Jakarta juga menyadari jumlah tenaga kesehatan penanganan COVID ini akan makin berkembang. Untuk melapisi, kami baru saja merekrut 1.174 tenaga kesehatan profesional, terus kita akan tambah karena kita ingin memastikan bahwa bukan hanya tempat tidurnya yang tambah, ICU tambah, tapi tenaga medisnya. Dan kita pastikan ada perlindungan yang baik untuk mereka, karena saat ini saja sudah lebih dari 100 dokter di Indonesia yang meninggal dalam perjuangan melawan COVID. Dan kita perlu sadari, satu dokter meninggal artinya setara dengan ratusan ribu warga kehilangan pelayanan kesehatan. Karena itu jangan sampai kita kehilangan lebih banyak lagi garda pertahanan terakhir kita dalam perlawanan terhadap wabah ini.
Dan saya perlu sampaikan juga dengan kembali berlakunya PSBB, maka kami di pemerintah berkewajiban memberikan dukungan bantuan sosial kepada masyarakat yang paling rentan terdampak. Nantinya Pemprov DKI akan bekerja sama meneruskan dengan Kementerian Sosial, kegiatan bantuan sosial sembako kepada masyarakat rentan yang memang selama ini telah terdata dan selama ini memang mereka telah menjadi penerima. Nanti detil dan lain-lain kami sampaikan menyusul.
Sering jadi pertanyaan bagi kita semua, kapan ini semua akan berakhir. Harapan kita, yang paling realistis saat ini adalah mudah-mudahan penemuan vaksin yang aman dan efektif bisa terdistribusi secara merata. Tapi kondisi hadirnya vaksin yang ideal ini, ideal itu artinya aman, efektif, tidak mungkin datang dalam satu dua bulan kedepan. Seluruh pakar kesehatan di dalam dan luar negeri bekerja keras untuk menemukan vaksin. Bahkan Bapak presiden telah membentuk tim percepatan pengembangan vaksin COVID-19 dan kita mendukung sepenuhnya.
Tapi kita juga menyadari bahwa selama sekarang sampai dengan vaksin itu ada, maka kita harus bersiap melawan wabah dengan menjalankan protokol kesehatan secara serius, menjalani pembatasan fisik, pembatasan sosial secara disiplin. Seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk kerja keras, untuk siaga penuh selama masa pembatasan ini, meringankan beban seluruh masyarakat. Kita harus kalahkan wabah ini bersama-sama. Cobaan ini memang besar, dan ini mungkin adalah cobaan terbesar bagi generasi yang hidup saat ini. Tapi cobaan besar ini bisa berkurang beratnya bila kita saling mendukung, bila kita saling men-support, bila kita saling memberi dan saling memberikan perhatian, dukungan.
Saya sering sampaikan besar kecil itu bisa diukur. Berat ringan itu soal perasaan. Insya Allah yang besar ini tidak jadi berat. Dan atas izin Allah, kita ini adalah bangsa yang berkali-kali melewati cobaan yang besar. Cobaan besar itu terasa ringan saat kita gotong royong dan tawakal kepada Allah SWT. Musuh kita hari ini adalah Sars Cov-2. Ini yang menyebabkan COVID. Nah langkah-langkah yang harus kita lakukan sudah jelas. Jangan sampai kita mengambil langkah-langkah yang menyebabkan kita berpihak pada virusnya. Kita harus mengambil langkah-langkah yang berpihak pada sesama. Saatnya kita saat ini untuk bersatu, gotong royong melawan virus ini. Kita berdoa kepada Allah SWT untuk mengangkat wabah ini, tapi bila Allah menakdirkan bila perjuangan melawan wabah ini masih akan berlangsung lebih lama, maka kita berdoa kepada Allah agar memberikan kekuatan, memberikan keringanan dalam kita menghadapi musuh yang tidak terlihat ini.
Insya Allah kita akan mampu. melewati cobaan besar ini secara bersama-sama. Semoga Allah SWT merahmati kota Jakarta, merahmati Nusantara, dan melindungi kita semua.
Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Rangkaian seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kementerian ESDM Formasi Tahun 2019 telah menyelesaikan 12 dari 14 kota. Kementerian ESDM pun membocorkan nilai tertinggi dari tes yang telah dilaksanakan di 12 kota tersebut.
Hingga saat ini, nilai tertinggi dari 12 yang telah melaksanakan SKB CPNS Kementerian ESDM diraih oleh peserta atas nama Ria Afiani dari lokasi seleksi Yogyakarta dengan total skor 430, Al Risyad Amir dari lokasi seleksi Lampung dengan total skor 430, dan Suparta dari lokasi tes Tarakan dengan total skor 395. Sementara dari tes yang dilaksanakan di Surabaya siang ini, 9 peserta mengikuti tahapan SKB CPNS Kementerian ESDM, skor tertinggi untuk titik lokasi Surabaya, Jawa Timur ialah 390.
Lebih lanjut, meski tes SKB CPNS Kementerian ESDM Formasi Tahun 2019 dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19, kualitas penyelenggaraan dapat dijamin dan tetap tepercaya, cepat serta akurat. Di tengah pandemi, tes SKB juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan wajib dipatuhi oleh seluruh panitia dan peserta tes SKB antara lain wajib memakai masker, menggunakan face shield serta dalam kondisi sehat yang ditandai dengan suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat celcius.
"Meski di tengah pandemi COVID-19, dengan sistem yang ada penyelenggaraan tes SKB CPNS Formasi tahun 2019 ini hasilnya tetap dapat dipercaya, cepat dan akurat," ujar Kepala Bagian Umum, Kepegawaian dan Organisasi Ditjen EBTKE, M. Wildan Ekonugroho dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2020).
Sebagai informasi, SKB CPNS Kementerian ESDM Formasi Tahun 2019 menyisakan dua kota lagi, Jakarta yang akan dilaksanakan pada 9 September 2020 dan Medan yang akan dilaksanakan pada 21 September 2020. Adapun 12 kota yang telah melaksanakan tes SKB antara lain Banjarmasin, Tarakan, Padang, Yogyakarta, Denpasar, Lampung, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Bandung dan Surabaya yang baru saja diadakan kemarin (7/8).
Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
"Pihak atau orang yang diperiksa oleh tim jaksa penyidik yaitu Yuri Sutjipto selaku swasta yang membeli kain import dari tersangka IR, Janwar selaku swasta yang membeli kain import dari tersangka IR," ujar Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2020).
Pemeriksaan kedua saksi berkaitan dengan penelusuran terhadap penyimpangan yang dilakukan tersangka IR. Kejagung terus mengumpulkan barang bukti.
"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari serta mengumpulkan semua bukti tentang harga dan tata laksana proses importasi barang (komiditas dagang) dari luar negeri khususnya untuk tekstil dari India yang mempunyai pengecuali tertentu dengan barang importasi lainnya serta mencari fakta bagaimana harga tekstil import dilakukan Tersangka IR," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kejagung kembali mendalami dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam kasus importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020. Kejagung menyebut kerugian perkenomian negara atas kasus ini mencapai Rp 1,6 triliun.
Kejagung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Keempat tersangka merupakan pejabat di Bea-Cukai Batam dan satu lagi berlatar belakang pengusaha.
Kelima tersangka dalam kasus ini adalah Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan KPU Bea-Cukai Batam inisial MM, Kepala Seksi (Kasi) Kepabeanan dan Cukai pada Bea-Cukai Batam inisial DA, Kasi Kepabeanan Bea dan Cukai pada Bea-Cukai Batam inisial HAW, Kasi Kepabeanan dan Cukai pada Bea-Cukai Batam inisial KA, serta pemilik PT Flemings Indo Batam (FIB), dan PT Peter Garmindo Prima (PGP) berinisial IR.
Mereka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Polresta Banyuwangi menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG) dan sistem pengamanan kota (Sispamkota) menghadapi kontijensi Pilkada 2020. Latihan ini juga dilakukan untuk pengamanan jelang pendaftaran paslon bupati dan wakil di KPU Banyuwangi.
Pendaftaran paslon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi digelar sejak Jumat (4/9/2020) hingga Minggu (6/9/2020). Diprediksi, ada dua paslon yang akan mendaftarkan diri pada akhir masa pendaftaran, yakni paslon Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah serta pasangan Yusuf Widyatmoko dan KH Muhammad Riza Aziziy.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengatakan, aparat kepolisian menjamin adanya kondisi aman dan kondusif dalam beberapa tahapan Pilkada Banyuwangi 2020.
"Latihan Sispamkota ini digelar sebagai persiapan antisipasi apabila terjadi hal-hal di luar prediksi (kontinjensi)," ujarnya kepada detikcom, Jumat (4/9/2020).
Untuk jumlah personel yang dikerahkan, kata kapolresta, pihaknya menyiapkan 1.000 personel yang akan bertugas. Petugas disebar di beberapa titik untuk mengamankan lokasi konsentrasi massa.
"Ada beberapa lokasi konsentrasi massa salah satunya adalah KPU. Pengamanan ketat kita lakukan di kantor penyelenggara KPU. Sementara penyekatan di beberapa kecamatan juga kita buat untuk mengurangi kondisi genting jika diperlukan," tambahnya.
Polisi Banyuwangi Gelar Simulasi di Pilbup 2020
Polisi Banyuwangi Gelar Simulasi di Pilbup 2020/ Foto: Ardian Fanani
Sementara itu, rencananya, kedua bakal paslon akan mendaftarkan diri di hari yang sama, yakni Minggu (6/9/2020). KPU sudah menerima informasi rencana pendaftaran tersebut.
"Kalau pasangan Ipuk-Sugirah akan mendaftar pada jam 08.00 WIB. Sementara pasangan Yusuf-Gus Riza rencananya pukul 15.00 WIB. Mereka daftar hari terakhir yakni hari Minggu rencananya," ujar Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraeni kepada detikcom.
Untuk persiapan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati, kata Dwi, KPU Banyuwangi sudah menyiapkan lokasi yang sesuai dengan protokol kesehatan. Tentunya juga ada pembatasan orang yang masuk untuk pendaftaran tersebut.
"Pendaftaran hanya dilakukan pasangan calon dan tim sukses. Untuk simpatisan di luar ruangan," tambahnya.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengaku pengamanan pendaftaran juga dilakukan dengan ketat. Sebanyak 100 personel disiagakan dalam kegiatan ini. Polisi juga menugaskan petugas pengawalan melekat kepada masing-masing bakal calon.
"100 Personel kita kerahkan saat pendaftaran. Sementara petugas pengamanan melekat kita siapkan 16 orang. Masing masing 4 personel," pungkasnya.
SUmber: NEws.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
"Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan, Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali memeriksa dua orang saksi baru dan satu orang saksi yang sudah pernah diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) gratifikasi dengan tersangka JST dan AIJ," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangannya, Kamis (3/9/2020).
Adapun saksi yang diperiksa hari ini adalah adik jaksa Pinangki, Pungki Primarini, dan Muhammad Nicky Rayan Lukman sebagai Supervisor PT Astra International/BMW Sales Operation Branch Cilandak. Keduanya diperiksa untuk tersangka Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra.
Penyidik juga kembali memeriksa saksi Rahmat, yang sebelumnya pernah diperiksa Kejagung. Sebelumnya, Rahmat diperiksa perihal foto bersama pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dan jaksa Pinangki yang viral di media sosial.
"Saksi yang kembali diperiksa oleh Direktur Penyidikan pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, yaitu Saudara Rahmat (swasta/pembina Koperasi Nusantara)," kata Hari.
Sebelumnya, Andi Irfan Jaya, yang menjadi tersangka baru dalam pusaran suap Djoko Tjandra ke Pinangki Sirna Malasari, juga dijerat sangkaan pasal suap kepada hakim. Kejaksaan Agung memberi penjelasan soal pasal suap kepada hakim tersebut.
"Oh iya, kan itu pemufakatan jahat. Pemufakatan jahat itu tidak harus sampai ke hal yang dituju. Nah, Mahkamah Agung itu kan ada hakim gitu lho, bukan berarti hakimnya pasti terlibat," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).
Dia dijerat dengan Pasal 5 ayat 2 juncto ayat 1 huruf b atau Pasal 6 ayat 1 huruf a juncto Pasal 15 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
|
|
comments (0)
|
"Pak Gubernur Anies Baswedan kepala daerah yang sangat peduli terhadap perkembangan dunia pers. Tanpa pikir panjang, langsung menyetujui Jakarta menjadi tuan rumah HPN 2021. Bahkan Gubernur langsung mengusulkan Ancol sebagai lokasi HPN 2021," kata Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari seusai rapat bersama Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (2/9/2020).
HPN 2021 di Jakarta akan digelar pada 9 Februari 2021. Menurut Atal, Anies menyambut baik atas kepercayaan PWI Pusat kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai tuan rumah.
Meskipun demikian, kata dia, gelaran HPN nanti akan disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19. "Semoga saat pelaksanaan HPN, 9 Februari nanti, pandemi sudah berlalu, sehingga HPN ini juga menjadi salah satu acara yang luar biasa karena, akibat pandemi, Jakarta saat ini sangat minim kegiatan yang besar," katanya.
Atal mengatakan Pemprov DKI mengusulkan Ancol sebagai lokasi acara puncak HPN 2021. Menurutnya, selain fasilitas yang memadai. Ancol juga sangat memenuhi syarat dengan acara besar yang harus memenuhi standar protokol kesehatan.
"Hal ini juga menunjukkan Kota Jakarta identik dengan kota istimewa di pesisir pantai," katanya.
Sementara itu, Auri Jaya kembali dipercaya sebagai Ketua Panitia HPN 2021. Auri juga menyambut baik kesediaan DKI Jakarta menjadi tuan rumah HPN 2021.
Dia menjelaskan dua skenario gelaran HPN 2021 tengah disiapkan. Menurutnya, pertemuan secara langsung dan secara virtual akan didetailkan, sehingga gelaran tersebut dapat berjalan semarak dan berbobot seperti gelaran sebelumnya.
"Secepatnya kami akan melakukan rapat panitia, selanjutnya berkoordinasi dengan tim Pemprov DKI untuk mempersiapkan acara ini secara baik," ucap Auri.