Rifan-financindo-yogyakarta

Subtitle

Blog

view:  full / summary

Pabrik PTBA Senilai US$3,2 Miliar Beroperasi Pada 2023 | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 30, 2020 at 3:40 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Proyek pabrik hilirisasi gasifikasi batu bara milik emiten pertambangan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) siap beroperasi pada akhir 2023.

 

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan bahwa pabrik tersebut akan menggunakan teknologi gasifikasi yang mengubah batu bara berkalori rendah menjadi produk lain yang memiliki nilai lebih tinggi.

 

Teknologi tersebut akan mengkonversi batu bara muda menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi Dimethyl Ether (DME), Methanol, dan Mono Ethylene Glycol (MEG). Proyek hilirisasi batu bara ini direncanakan akan memproduksi 1,4 juta ton DME, 300.000 ton Methanol, dan 250.000 ton MEG.

 

“Saat ini studi kelayakan sudah selesai dan masuk ke tahap FEED [Front End Engineering Design] dan EPC [Engineering, Procurement, and Construction],” ujar Arviyan seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (30/1/2020).

 

Adapun, dalam proyek hilirisasi batu bara itu, emiten dengan kode saham PTBA tersebut akan bekerja sama dengan Air Products & Chemicals, Inc. perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

 

Total investasi untuk pengembangan gasifikasi ini adalah US$3,2 miliar, di mana Air Products bertindak sebagai investor di bisnis hulu dan hilir.

 

“Hilirisasi ini sesuai dengan corporate tagline kami Beyond Coal di mana Bukit Asam mulai melakukan transformasi untuk memberikan nilai tambah batubara dengan mengolah menjadi produk akhir seperti DME, Methanol, dan MEG,” imbuhnya.

 

Dalam pertemuannya dengan Kementerian BUMN, Menteri Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh langkah gasifikasi batu bara PTBA dengan Air Products & Chemicals.

 

“Kami menyambut baik investasi industri hilirisasi batubara ini, di mana keberadaan batu bara akan memiliki nilai tambah dan akan sangat membantu ketergantungan Indonesia atas impor LPG, dengan mengubah batubara menjadi DME,” ujar Erick Thohir.

 

Hilirisasi batubara tersebut diyakini dapat mengurangi nilai impor gas Indonesia hingga sekitar US$1 miliar per tahun.


Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo

Regulasi ODOL Akan Dorong Emiten Sektor Logistik | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 29, 2020 at 3:35 AM Comments comments (0)
 
PT Rifan Financindo  - Langkah pemerintah untuk menggalakkan pemberlakuan zero over dimension over load (ODOL) dinilai akan membawa dampak positif bagi kinerja emiten sektor logistik.

 

Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (Pura Trans) Ariel Wibisono mengatakan bahwa pengetatan regulasi dari Kementerian Perhubungan ini dapat mengangkat efisiensi sektor logistik di Tanah Air.

 

“Kami dari dulu saat zero ODOL mulai digaungkan kami dukung sekali bahwa regulasi itu digalakkan, supaya industri sektor transportasi ini bisa menjadi profit center, dapat menjadi bisnis yang bagus,” katanya di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

 

Menurutnya selama ini pengusaha angkutan darat dirugikan oleh keberadaan ODOL. Pasalnya, regulator sering kali melarang armada truk untuk beroperasi di periode padat seperti Lebaran dan Tahun Baru. Padahal, tidak semua armada truk berisi muatan berlebih.

 

“Karena regulasinya melarang [truk], yang menjadi korban kan pengusaha trucking di mana kami dilarang jalan, saat mudik, lebaran, natal dan tahun baru,” ujarnya.

 

Dengan diberlakukannya zero ODOL secara tegas menurutnya pengiriman barang akan menjadi lebih efisien dengan melibatkan lebih banyak armada. Meski muatan lebih kecil, pengiriman dinilai akan lebih lancar dan lebih cepat.

 

Guna mengantisipasi kebutuhan tambahan armada tersebut, perseroan akan menggunakan dana dari penawaran saham perdana (initial public offering) untuk menambah armada truk. Dia menargetkan jumlah armada secara total akan mencapai 300 unit pada 2020.

 

“Zero ODOL digalakkan itu akan jadi peluang bagi kami, otomatis volume kendaraan akan meningkat karena tonase akan dibatasi, dampaknya pengiriman semakin cepat, membuat perkiraan cost dapat lebih terukur. Pengiriman barang akan lebih terkendali dan lebih terukur, inilah alasan yang membuat mana kami meganggap IPO adalah langkah strategis,” jelasnya.

 

Dalam rencana awal, Kementerian Perhubungan akan memberlakukan zero ODOL di jalan tol mulai 2020 dan akan diperluas di seluruh jalan raya pada 2021. Namun, dalam perkembangannya Kementerian Perindustrian meminta penerapan aturan ini ditunda. Dua kementerian itu, bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat masih berdiskusi untuk mengambil keputusan final.

 

Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menilai secara umum potensi pertumbuhan sektor logistik cukup besar seiring dengan meningkatkan konektivitas di Indonesia. Menurutnya, langkah Pura Trans berekspansi dengan mengandalkan pasar modal adalah langkah tepat untuk menangkap peluang tersebut.

 

“Pengembangan bisnis maupun ekspansi memang harus dilakukan, karena investor juga berharap implementasi aksi korporasi tersebut itu juga bisa berefek positif pada kinerja emiten dalam jangka panjang. Adapun, dalam jangka pendek, harga saham akan terapresiasi,” jelasnya.



Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

PRDA Siapkan Capex Rp350 Miliar untuk Danai Ekspansi | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 28, 2020 at 3:30 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Emiten jasa kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk. mengalokasikan belanja modal sebesar Rp350 miliar pada tahun ini.

 

Corporate Secretary Assistant Manager Prodia Widyahusada (PRDA) Dinar Primasari mengatakan anggaran belanja modal perseroan tahun ini sama dengan tahun lalu.

 

"Alokasi belanja modal kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya dan akan digunakan untuk pengembangan jejaring outlet, sistem teknologi informasi, dan peningkatan kualitas layanan," tuturnya kepada Bisnis, Senin (27/1/2020) malam.

 

Dinar melanjutkan perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membangun 5-7 outlet anyar.

 

Per September 2019, PRDA telah menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp519,09 miliar dari total dana segar yang diperoleh senilai Rp1,14 triliun. Perseroan menggelar Initial Public Offering (IPO) pada 2016.

 

Perseroan menggunakan dana sebesar Rp342,70 miliar untuk pengembangan jejaring outlet, Rp89,05 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, dan sekitar Rp 87,33 miliar untuk modal kerja.

 

PRDA telah memiliki 283 outlet di 34 provinsi. Perseroan juga telah melakukan relokasi cabang dan membuka cabang baru di beberapa daerah di antaranya Kemang di Jakarta, Depok, Panakkukang, Pontianak, dan Jatiwaringin.



Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

KABAR EMITEN 27 JANUARI: TOTL dan ACST Pede Bisnis Bertumbuh | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 27, 2020 at 3:30 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Berita mengenai optimisme kinerja dua emiten konstruksi swasta, di antaranya, menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (27/1/2020).

 

Berikut perincian topiknya:

 

TOTL dan ACST Pede Bisnis Bertumbuh. Dua emiten konstruksi swasta, yakni PT Total Bangun Persada Tbk. dan PT Acset Indonusa Tbk. tetap optimistis bisnis perseroan bakal tumbuh tahun ini kendati kinerja kontrak baru pada 2019 belum begitu memuaskan.

 

Kala Pengembang Rilis Obligasi Global. Tiga emiten properti, yakni PT PT Lippo Karawaci Tbk., PT Bumi Serpong Damai Tbk., dan PT Alam Sutera Realty Tbk. mengawali Tahun Tikus Logam dengan menerbitkan surat utang global yang akan digunakan untuk merestrukturisasi utang. Lalu, bagaimanakah peluang mereka dalam pencarian dana tersebut?

 

Mampukah MDKA Mengilap ke Rp1.750? Ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dengan sejumlah negara meningkatkan permintaan instrumen investasi safe haven seperti emas. Lantas, akankah sentimen tersebut memoles kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk.?

 

Kuartal I/2020, GIAA Tawarkan US$500 Juta. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. kembali berencana menghimpun dana segar di pasar global dengan menawarkan obligasi senilai US$500 juta yang akan digunakan untuk membayar utang.


Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

Stabilkan Saham, ARNA Siapkan Dana Buyback Rp30 Miliar | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 24, 2020 at 3:25 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  PT Arwana Citramulia Tbk. berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buy back dengan alokasi dana sebanyak-banyaknya Rp30 miliar.

 

Dalam keterbukaan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (24/1/2020), manajemen perseroan menginformasikan pelaksanaan buy back akan diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah tanggal RUPST, yang telah menyetujui rencana tersebut.

 

"Yaitu terhitung mulai 3 Maret 2020 hingga 1 September 2020," tulis manajemen Arwana Citramulia.

 

Dalam aksi ini, emiten dengan kode saham ARNA tersebut menyiapkan dana sebanyak-banyaknya senilai Rp30 miliar hingga harga maksimum sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan demikian, jumlah nominal saham yang akan dibeli perseroan akan tergantung pada harga di pasar bursa.

 

ARNA memperkirakan tidak ada dampak penurunan pendapatan dan laba perseroan dari rencana pelaksanaan buy back. Adapun, rencana ini bertujuan untuk menjaga kewajaran harga saham perseroan.

 

"Dengan pembelian saham di bursa secara langsung, harga saham menjadi lebih stabil dan berdampak positif bagi para pemegang saham perseroan," tambah manajemen.

 

Selain itu, harga yang stabil akan memberikan kepercayaan para pemegang saham. Diharapkan juga dengan kestabilan harga saham, akan mendorong menuju nilai yang wajar dan lebih baik, serta mencerminkan kinerja perseroan.

 

Pada penutupan perdagangan Jumat (24/1/2020), harga saham ARNA melemah 1,38 persen ke level Rp428. Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham emiten produsen keramik ini turun 1,83 persen. Namun, dalam 1 tahun terakhir, saham ARNA menguat 1,90 persen.




Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Dirut Baru Garuda Indonesia (GIAA) Didorong Fokus Benahi Tata Kelola | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 23, 2020 at 2:45 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo   -  Pemilihan manajemen baru pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dinilai dapat menjalankan tata kelola perusahaan yang lebih baik ke depannya.

 

Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai penunjukan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra yang berlatar belakang bukan dari industri penerbangan tidak menjadi masalah.

 

Menurutnya, posisi direktur utama lebih dituntut untuk melakukan tata kelola perusahaan dibandingkan dengan operasional perseroan.

 

“Untuk direktur keuangan dan direktur utama mayoritas bukan dari penerbangan background-nya karena yang paling krusial untuk itu ada pada direktur teknik dan direktur operasi, jadi menurut saya tidak terlalu masalah,” katanya kepada Bisnis, Rabu (22/1/2020).

 

Selain itu, masuknya Irfan menjadi orang nomor satu di emiten berkode saham GIAA tersebut pada saat ini lebih kepada pembenahan manajemen perseroan. Pasalnya, dari sisi operasional saat ini masih berjalan dengan baik.

 

Menurutnya, strategi manajemen lama masih dapat diterapkan pada kepemimpinan Irfan saat ini. Alfred menyebut manajemen baru hanya perlu menyempurnakan strategi lama.

 

 

 

Deputi Menteri Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol (kiri) didampingi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal (kanan) saat konferensi pers hasil rapat umum pemegang saham, Rabu (22/1/2020). - Bisnis - Muhammad Ridwan

 

Manajemen lama GIAA mampu membawa GIAA meraih pendapatan senilai US$3,54 miliar sepanjang Januari 2019–September 2019. Catatan itu meningkat 9,97% dari catatan pada periode yang sama tahun lalu senilai US$3,22 miliar.

 

Sementara itu, GIAA melaporkan laba usaha senilai US$253,24 juta per September 2019, membalikan posisi rugi per September 2018 senilai US$70,81 juta.

 

“Jadi isunya tidak terlalu besar, selain isu-isu non fundamental jadi tidak ada sesuatu yang signifikan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Janson Nasrial, Senior Vice President Royal Investium Sekuritas pergantian manajemen GIAA akan bermuara pada pembenahan good corporate governance (GCG).

 

Hal itu merupakan langkah konkret dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembenahan pada perusahaan-perusahaan pelat merah.

 

“Kalau untuk strateginya masih sulit ditebak karena background-nya bukan dari industri penerbangan, tapi intinya akan berujung pada pembenahan tata kelola yang baik,” katanya kepada Bisnis, Rabu (22/1/2020).

 

Pasalnya, beberapa waktu lalu, GIAA sering tersandung masalah yang sering mencoreng tata kelola perusahaan yang kurang baik.

 

Adapun rentetan masalah yang menyandung perusahaan milik negara tersebut mulai dari pemolesan laporan keuangan, kisruh kerja sama manajemen, dan penyelundupan barang mewah.

 

“Jadi menurut saya tidak masalah dengan manajemen yang sekarang ini,” katanya.


Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

Ini Harapan Mantan Komut Garuda (GIAA) untuk Manajemen Baru | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 22, 2020 at 2:40 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Mantan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sahala Lumban Gaol menaruh harapan besar kepada jajaran manajemen baru yang dibentuk hari ini, Rabu (22/1/2020).

 

Sahala mengutarakan bahwa ke depannya Garuda Indonesia bisa lebih berinovasi untuk mendatangkan pendapatan yang lebih tebal. Menurutnya, emiten berkode saham GIAA itu harus mampu memperbesar porsi pendapatan di luar dari penjualan tiket.

 

"Revenue dari penjualan tiket masih 80%. Waktu saya ditunjuk Komut pesan saya dalam rapat kami buat target ubah ini secara bertahap agar penerimaan revenue tiket 50:50 dengan non-tiket," katanya di Cengkarang, Rabu (22/1/2020).

 

Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 2020 hari ini menyetujui penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru menggantikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang menjabat sejak September 2018.

 

Sahala menilai manajemen baru ini dapat memiliki kapabilitas yang baik untuk membawa perusahaan maskapai komersial milik negara itu lebih kompetitif.

 

"Garuda tak lagi perusahaan yang hanya membawa penumpang tapi betul-betul terintegrasi dalam satu perusahaan transportasi, dukung logistik dan dukung pariwisata di Indonesia," ungkapnya.


Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

Kontrak Pan Brothers (PBRX) Diestimasi Tumbuh 15 Persen | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 21, 2020 at 2:35 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  PT Pan Brothers Tbk. telah mengantongi kontrak penuh penjualan garmen pada tahun ini yang akan mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih mencapai double digit.

 

Sekretaris Perusahaan Pan Brothers Iswar Deni mengatakan peroleh jumlah kontrak tahun ini bisa tumbuh hingga mencapai 15% dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhan kontrak tersebut utamanya berasal dari ekspor sejumlah pembeli existing.

 

“Kami kan mayoritas 97% diekspor. Tahun ini order sudah full. Kami pun optimitis hal tersebut menjadi katalis positif pada tahun ini,” jelasnya Jumat (17/1/2020).

 

Iswar menyebutkan pasar ekspor perusahaan tersebar, meliputi Amerika Serikat, Asia, Kanada dan Selandia Baru. Pengiriman tersebut didasarkan pada permintaan merek yang dipasok.

 

Menurutnya di tengah ketidakpastian global, ekspor tekstil dan garmen dari Indonesia masih menguat diprediksikan dapat mencapai US$48,2 miliar pada 2030. Mengingat porsi ekspor Indonesia dari postur global juga bisa tumbuh mencapai 5% hingga 2030 mendatang.

 

Produksi emiten berkode saham PBRX tersebut juga akan terpacu dengan tambahan kapasitas baru 6 juta potong dengan beroperasionalnya pabrik di bawah bendera Teodore Pan Garmindo pada tahun ini. Perusahaan telah menyiapkan belanja modal senilai US$15 juta.

 

Automatisasi, digitalisasi, dan maintenance menjadi strategi yang akan diterapkan guna mengejar target kapasitas dari 130 juta potong pakaian jadi setara polo shirt pada 2021.

 

Melalui automisasi mesin, Pan Brothers berharap dapat membangun 2 shift dengan kenaikan pekerja dari 38.000 pekerja menjadi 45.000 pekerja. Perseroan juga dapat memperoleh peningkatan kapasitas produksi kapasitas sekitar 20%-22% setiap tahun.

 

Automisasi ini bakal meningkatkan kapasitas terpasang dari 116 juta menjadi 130 juta pada 2021. Adapun, kinerja pemasok merek global tersesbut hingga kuartal III/2019 mencapai US$491,9 juta dan laba bersih senilai US$16,8 juta.


 

Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

ABM Investama (ABMM) Incar Kontrak Tambang Anyar | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 20, 2020 at 2:30 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Emiten penambangan batu bara PT ABM Investama Tbk. (ABMM) tengah mengincar kontrak jasa pertambangan dari tambang-tambang baru.

 

Direktur ABM Investama Adrian Sjamsul mengatakan perseroan akan segera mendapatkan kontrak jasa konstruksi tambang batu bara.

 

Sebagai informasi, emiten berkode saham ABMM itu menjalankan bisnis konstruksinya melalui anak usaha PT Cipta Kridatama (CK).

 

“CK akan tanda tangan beberapa kontrak baru pada kuartal I/2020. Kami akan umumkan namanya setelah kontrak sudah disepakati,” ungkapnya, baru-baru ini.

 

Adrian mengungkapkan kontrak-kontrak anyar itu akan berdurasi selama umur tambang atau life of mine. Dengan begitu, emiten tambang itu tidak khawatir dengan pundi-pundi pendapatan. ABMM, lanjutnya, berkemungkinan mendongkrak top line pada tahun ini.

 

Pada Desember lalu, ABMM juga menyepakati kontrak kerja sama dengan PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua (BMB) bernilai Rp8 triliun. Perseroan menargetkan produksi rata-rata overburden removal CK tiap tahun mencapai 30 juta bank cubic meter (bcm).

 

Dengan begitu produksi rata-rata batu bara BMB tiap tahunnya dapat mencapai target 7,9 juta ton. CK pun berpotensi menghasilkan 286 juta bcm di lokasi tambang BMB.


Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo

Metland (MTLA) Kembali Bidik Marketing Sales Rp2 Triliun pada 2020 | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 17, 2020 at 2:25 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Emiten properti PT PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) menargetkan bisa meraup marketing sales sebesar Rp2 triliun—Rp2,1 triliun.

 

Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo mengatakan target prapenjualan pada 2020 sama dengan tahun lalu. Sepanjang Januari-November 2019, Metland telah membukukan marketing sales sebesar Rp1,57 triliun sepanjang Januari-November 2019 atau 78,5% dari target 2019.

 

“Marketing sales kami tahun ini masih seperti tahun lalu di kisaran Rp2 triliun—Rp2,1 triliun,” katanya kepada Bisnis pada Jumat (17/1/2020).

 

Emiten berkode saham MTLA itu, lanjutnya, akan meluncurkan klaster baru di proyek berjalan. Salah satunya, proyek di Cakung yang bekerja sama dengan Keppel Land Limited (Keppel Land).

 

“Peluncuran yang benar-benar baru sepertinya belum. Namun, kami akan ada peluncuran tahap kedua di Wysteria Cakung. Itu kerja sama operasi dengan Keppel Land,” imbuhnya.

 

Sebagai informasi, pada tahun ini perseroan juga memiliki proyek hotel di Majalengka, Jawa Barat.

 

Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur Metropolitan Land Anhar Sudradjat mengatakan saat ini masih dalam tahap pertama dengan pengerjaan 110 kamar. MTLA, lanjutnya telah menggelontorkan dana sebesar Rp110 miliar untuk pengerjaannya.

 

“Tapi semua biaya pengerjaan tidak full terserap menggunakan dana belanja 2019. Tapi juga menggunakan belanja modal 2020,” katanya.

 

Setelah tahap pertama rampung, katanya, perseroan akan melanjutkan dengan tahap kedua dengan 200 kamar. Proyek tersebut rencananya baru akan terealisasi pada 2—3 tahun mendatang sembari menunggu bandara internasional Kertajati rampung.

 

Pada perdagangan sesi I Jumat (17/1/2020), harga saham MTLA ditutup pada posisi Rp530 per saham. Di level harga tersebut, emiten properti itu memiliki nilai kapitalisasi pasar Rp4,06 triliun.


Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo


Rss_feed