Rifan-financindo-yogyakarta

Subtitle

Blog

view:  full / summary

Nakes Sragen Mulai Divaksin Hari ini, 1.083 Nakes Belum Dapat Jatah | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 25, 2021 at 2:05 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo   -   Sebanyak 4.980 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mulai mendapatkan vaksin COVID-19, hari ini. Dari jumlah itu, masih ada 1.083 nakes yang belum terdaftar untuk mendapatkan jatah vaksin dalam termin ini.

"Jumlah nakes kita ada 6.083 nakes, yang (sudah) terdaftar 4.980 nakes jadi masih kurang 1.083 nakes," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, kepada wartawan usai acara pencanangan vaksinasi COVID-19 di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Senin (25/1/2021).

 

Seribuan nakes tersebut, lanjutnya, akan segera didaftarkan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 pada tahap berikutnya. Hargiyanto menargetkan seluruh nakes di Sragen selesai divaksin Februari mendatang.

 

"Yang belum masuk data akan segera kita susulkan. Target kita Februari sudah tervaksin semua nakes di Kabupaten Sragen," kata dia.

 

Hargiyanto mengatakan vaksinasi COVID-19 di Sragen dimulai dengan pencanangan vaksin yang dimulai dengan memvaksin Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan unsur pimpinan daerah lain. Setelah ini, selama tiga hari akan dilakukan vaksinasi terhadap seluruh tenaga kesehatan yang sudah terdaftar.

 

"Ini vaksin ke tokoh masyarakat, setelah pencanangan ini kita nanti melakukan vaksin ke 4.980 nakes. Target kita selesai 28 Januari," terangnya.

 

Untuk tahapan ini, Kabupaten Sragen mendapatkan 10 ribu dosis vaksin COVID-19. Penyuntikan vaksin akan diteruskan dengan suntikan kedua 14 hari kemudian.

 

"Faskes yang ditunjuk 25 Puskesmas, 11 rumah sakit dan 3 klinik. Kita siapkan 50 vaksinator," pungkas Hargi.




Sumber: markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Investor Wajib Tahu, Ini Perbedaan e-IPO dengan IPO | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 22, 2021 at 2:40 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Sebelum berinvestasi dalam saham, terutama investor angkatan Corona, yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah banyak belajar dan melatih kemampuan supaya lebih jeli dalam mengambil keputusan yang tepat.

 

Salah satunya adalah dengan mengenal Initial Public Offering (IPO) sebelum membeli saham. IPO merupakan penawaran saham perdana sebuah perusahaan untuk dibeli masyarakat. Melalui IPO, masyarakat bisa membeli saham dan perrusahaan dapat memproleh dana tambahan.

 

Perusahaan yang sudah menyandang status IPO, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan telah go public alias tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan modal dan membuat saham tersedia bagi masyarakat untuk dibeli.

 

Melansir dari Instagram resmi Indonesia Stock Exchange (IDX) @indonesiastockexchange, Jumat (22/1/2021), ada perbedaan antara IPO dan e-IPO.

 

Tujuan menggunakan sistem e-IPO antara lain, yaitu meningkatkan kemudahan akses investor untuk berpartisipasi dalam Pasar Perdana dan meningkatkan kesempatan investor dalam memperoleh alokasi penjatahan.

 

Selain itu, dapat memperluas pastisipasi perusahaan efek sebagai selling agent dalam proses penawaran umum, serta meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar sekunder pasca penawaran umum.

 

Simak perbedaan aspek penawaran umum antara IPO dengan e-IPO berikut ini:

 

1. Penyediaan Dana

Sebelum e-IPO, penyediaan dana ada di rekening penampung. Namun setelah e-IPO, dana yang digunakan dapat diambil dari rekening yang sama di pasar sekunder.

 

Kemudian, sebelum e-IPO dana berdasarkan pesanan akan terdapat pengembalian dana setelah alokasi. Setelah e-IPO, dana diambil berdasarkan hasil penjualan saja.

 

"Lebih efisien, dan tidak ada opportunity cost dari dana mengendap," tulis Petunjuk Sistem dalam laman resmi e-ipo seperti dikutip, Jumat (22/1/2021).

 

2. Informasi IPO

Dengan menggunakan e-IPO, investor dengan mudah mendapat informasi IPO terbaru.

 

Sebelum menggunakan e-IPO, informasi IPO belum terdapat laman yang berisi seluruh info IPO. Sedangkan dengan e-IPO, akan terdapat situs khusus untuk seluruh IPO dalam proses

 

3. Partisipasi Perusahaan Efek

Sebelum e-IPO, penjamin emisi pelaksana dan sindikasi saham saja yang dapat berpartisipasi dalam satu penawaran umum terbatas. Setelah e-IPO, seluruh perusahaan efek dapat berpartisipasi.

 

4. Penjatahan Terpusat

Perbedaan berikutnya adalah penjualan terpusat sebelum dengan e-IPO tidak diatur, sedangkan setelah e-IPO, akan ada minimum porsi untuk penjtahan terpusat.

 

5. Penjatahan Pasti

Sebelum e-IPO, penjamin emisi saja yang dapat penjatahan pasti, sedangkan dengan e-IPO, penjatahan tetap.

 

6. Proses Pemesanan

Proses pemesanan dilakukan secara manual sebelum dengan e-IPO. Saat setelah menggunakan e-IPO, proses pemesanan dapat dilakukan secara online melakui e-form pada e-IPO.

 

7. SID, SRE, dan RDN

Sebelum dengan e-IPO, SID, SRE, dan RDN tidak diatur. Sementara dengan e-IPO, bagi investor individu wajib memiliki SID, SRE, dan RDN.

 

Bukan hanya itu, bagi investor kelembagaan wajib memiliki SID (SRE dapat menggunakan Rek 004 Partisipan Sistem).

 

Lalu, bagaimana cara registrasi dan pemesanan e-IPO?

Mengutip dari Petunjuk Penggunaan Sistem e-IPO bagi Investor, berikut ini cara registrasi

dan pemesanan e-IPO:

 

Masuk ke laman: https://e-ipo.co.id.

Bagi investor yang ingin menyampaikan minat atau pesanan secara langsung dapat melakukan registrasi pada menu "Registrasi".

Registrasi dengan memasukkan alamat email.

Kemudian pilih "Investor Type", individual atau institusi.

Isi data investor dengan benar.

Setelah menyimpan data dan register, investor dapat melanjutkan registrasi dengan melakukan autentikasi melalui email yang didaftarkan.

Setelah klik tautan autentikasi di email, dilanjutkan dengan memasukkan OTP.

Investor wajib memasukkan password.

Lalu klik "+Broker".

Pilih Broker yang dituju, baik yang sudah memiliki rekening atau[un belum.

Pilih registrasi SID/SRE bagi yang telah memiliki atau baru bagi yang belum.

Setelah partisipan sistem melakukan verifikasi investor, maka investor sudah dapat Login dan menyampaikan minat atau pesanan ke Sistem e-IPO.


Sumber: markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Ekspektasi Stimulus Imbangi Proyeksi IEA, Minyak Mentah Menguat | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 21, 2021 at 10:50 PM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo – Harga minyak mentah melanjutkan penguatannya menyusul ekspektasi bahwa pemerintahan Presiden terpilih AS Joe Biden akan mengambil langkah-langkah untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi.

 

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (20/1/2021), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2021 menguat 0,72 persen atau 0,38 poin ke level US$53,36 per barel pada pukul 10.33 WIB.

 

Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Maret naik 0,72 persen ke level US$56,3 di bursa ICE Futures Europe setelah melonjak 2,1 persen pada hari Selasa (19/1).

 

Calon Menteri Keuangan Janet Yellen meminta anggota parlemen untuk bertindak signifikan terhadap kebijakan stimulus, sehingga dapat memberikan dorongan untuk konsumsi masyarakat.

 

Selain itu, dolar AS yang lebih lemah juga meningkatkan daya tarik untuk komoditas seperti minyak yang dijual dalam dalam mata uang tersebut.

 

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,137 poin atau 0,15 persen ke level 90,361 pada pukul 10.58 WIB.

 

Di sisi lain, optimisme investor mereda karena International Energy Agency (IEA) memangkas proyeksi permintaan minyak global karena lockdown terbaru yang diterapkan sejumlah negara membebani konsumsi.

 

Badan yang berbasis di Paris tersebut menurunkan perkiraan permintaan untuk kuartal I/2021 ini sebesar 600.000 barel per hari dalam laporan bulanannya.

 

Pandangan pesimistis IEA adalah validasi dari keputusan Arab Saudi awal bulan ini untuk memotong produksi secara sepihak pada bulan Februari dan Maret.

 

Hal ini membantu minyak untuk terus menguat tahun ini, seiring dengan melemahnya dolar dan aliran dana ke komoditas sebagai lindung nilai terhadap kemungkinan percepatan inflasi tahun ini.

 

Kepala analis pasar global di Axi Stephen Innes mengatakan investor memperkirakan stimulus yang sangat besar di AS yang dapat melemahkan dolar AS. Ini akan menjadi sentimen positif untuk minyak mentah.

 

Disiplin pasokan OPEC + saat ini yang menyatu dengan fokus menyeluruh pemerintahan Biden pada kesehatan masyarakat dan respons ekonomi terhadap pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa harga minyak bisa naik jauh lebih tinggi."


Sumber: Markt.bisnis

PT Rifan Financindo

IHSG Diperkirakan Masih Melemah, Rekomendasi Saham LINK hingga GGRM | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 20, 2021 at 11:45 PM Comments comments (0)


PT Rifan Financindo  - MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dapat tertahan di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (20/1/2021).

 

Menutup perdagangan Selasa (20/1/2021) IHSG terkoreksi 1,07 persen ke level 6.321.

 

“Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, bahwa pergerakan IHSG saat ini masih berada pada rentang [koreksi] 6.280–6.300,” tulis Tim Riset MNC Sekuritas dalam riset harian, Rabu (20/1/2021).

 

Setelah itu, IHSG dinilai berpeluang berbalik menguat dengan target 6.500–6.560 apabila IHSG menguat ke atas 6.473.

 

Berikut sejumlah saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas hari ini:

 

LINK - Buy on Weakness (2,590)

 

Baca Juga : Rekomendasi Saham & Pergerakan IHSG Hari Ini, 20 Januari 2020

Pada perdagangan kemarin (19/1), LINK ditutup terkoreksi 1,9 persen ke level 2.590. Kami perkirakan, selama tidak bergerak terkoreksi di bawah 2.360, maka saat ini LINK sedang berada di awal wave [iii] dari wave 5. Hal tersebut berarti LINK berpeluang berbalik menguat kembali.

 

Buy on Weakness: 2.530-2.590

 

Target Price: 2.840, 3.050

 

Stoploss: below 2.360

 

 

GGRM - Buy on Weakness (41.175)

 

GGRM ditutup di level 41.175 pada perdagangan kemarin (19/1). Selama GGRM tidak terkoreksi di bawah 40.075, maka pergerakan GGRM diperkirakan sedang membentuk awalan dari wave [a] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, GGRM berpeluang untuk menguat.

 

Buy on Weakness: 40.700-41.150

 

Target Price: 43.000, 46.000

 

Stoploss: below 40.075

 

 

PTBA - Spec Buy (2.850)

 

Kemarin (19/1), PTBA ditutup terkoreksi 3,4 persen ke level 2.850. Selama tidak terkoreksi ke bawah 2.620, maka saat ini koreksi PTBA merupakan bagian dari wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti PTBA akan berpeluang untuk berbalik menguat.

 

Spec Buy: 2.700-2.850

 

Target Price: 3.180, 3.300

 

Stoploss: below 2.620

 

 

WSKT - Sell on Strength (1.790)

 

WSKT ditutup terkoreksi agresif sebesar 6,8 persen ke level 1,790. Kami perkirakan saat ini posisi WSKT sedang berada di wave A dari wave (4), sehingga WSKT berpeluang untuk menguat terbatas dalam jangka pendek untuk membentuk wave B. Pergerakan ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan SoS, adapun setelah wave B selesai terbentuk, maka WSKT diperkirakan akan terkoreksi kembali ke area 1.500-1.700.

 

Sell on Strength: 1.800-1.900

 

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Sumber: markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Dolar AS Menguat, Harga Minyak Mentah Tertekan | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 19, 2021 at 11:40 PM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Harga minyak berjangka melemah setelah China melaporkan kasus virus baru dan dolar AS menguat.

 

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (19/1/2021), harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2021 terpantau melemah 0,19 persen atau 0,1 poin ke level US$52,26 per barel pada pukul 06.27 WIB.

 

Sebelumnya, WTI melemah 0,5 persen ke US$52,09 per barel pada pukul 14.00 waktu New York, setelah perdagangan dihentikan karena libur hari Martin Luther King, Jr.

 

Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Maret 2021 ditutup melemah 0,64 persen atau 0,35 poin ke level US$54,75 per barel.

 

Indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang lainnya melemah tipis 0,007 poin atau 0,01 persen ke level 90,765 setelah menguat hingga level 90,951.

 

Dilansir Bloomberg, meningkatnya kasus Covid-19 di China dan gejolak di konsumen regional utama lainnya seperti Jepang mengancam permintaan. Kesenjangan dalam akses ke vaksin meningkatkan kekhawatiran bahwa penyebaran virus yang berkelanjutan akan membiakkan versi virus yang lebih berbahaya.

 

Meskipun penguatan dolar AS menekan harga minyak pada hari Senin, data lain mencegah penurunan yang lebih dalam. Pabrik penyulingan China memproses minyak mentah sekitar 14 juta barel per hari pada Desember 2021.

 

Ini merupakan rekor volume tertinggi, yang menjadi tanda bahwa konsumsi di importir minyak mentah terbesar di dunia telah pulih kembali akhir tahun lalu. Pemotongan produksi OPEC+ dan peluncuran vaksin Covid-19 membantu mendorong harga ke level tertinggi 10 bulan pada awal 2021.

 

"Virus akan dikalahkan, dan pondasi pemulihan ekonomi telah ditetapkan pada paruh kedua tahun lalu. [Penurunan harga] tidak akan berlangsung lama," kata analis PVM Oil Associates Ltd. Tamas Varga, seperti dikutip Bloomberg.

 

Sementara itu, produksi minyak Libya turun sekitar 200.000 barel per hari karena kebocoran pipa. Penurunan tersebut menggarisbawahi betapa sulitnya bagi Libya untuk mempertahankan produksi setelah perang saudara selama hampir satu dekade.

Sumber: markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Minim Pasokan, Harga Tembaga Berpeluang Naik ke US$10.000 | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 18, 2021 at 11:35 PM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Harga tembaga berbalik menguat seiring dengan rilis data pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan. Peluang menembus level harga US$10.000 pun terbuka seiring dengan minimnya pasokan dan prospek kemunculan beragam paket stimulus.

 

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (18/1/2021), harga tembaga di London Metal Exchange (LME) terpantau sempat naik hingga 0,2 persen di level US$7.966,50 per ton. Adapun pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga tembaga turun 1,24 persen ke posisi US$7.949 per ton.

 

Salah satu faktor pendukung rebound harga tembaga adalah rilis data yang menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi China naik 2,3 persen pada 2020. Hasil tersebut sekaligus menjadikan China sebagai satu-satunya ekonomi utama dunia yang tidak mencatatkan kontraksi.

 

Data yang dirilis Biro Statistik China juga menyebutkan, tingkat pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV/2020 adalah sebesar 6,5 persen, atau telah kembali ke level sebelum terjadinya pandemi virus corona.

 

“Pertumbuhan ekonomi China memberikan dorongan jangka pendek untuk harga tembaga. Pasar kini menganggap China sebagai motor utama pemulihan ekonomi dunia,” ujar analis Shanghai Dalu Future Co. Dikutip dari Bloomberg.

 

Adapun koreksi harga yang terjadi pada pekan lalu disebabkan oleh sentimen stimulus US$1,9 triliun yang mulai memudar. Kini, pelaku pasar tengah menanti inagurasi Presiden AS baru, Joe Biden, pada Rabu ini dan rancangan kebijakan dalam pidatonya.

 

Selain itu, kenaikan tembaga juga ditopang oleh minimnya persediaan komoditas ini secara global. Data dari sejumlah bursa mencatat, jumlah inventaris tembaga secara global berada di level terendahnya sejak 2008 lalu. Hal ini mencerminkan minimnya pasokan tembaga seiring dengan pemulihan ekonomi global yang mulai berjalan.

 

Laporan dari analis Bank of America, Michael Widmer dan Francisco Blanch menyebutkan, minimnya pasokan dunia akan berimbas pada defisit ketersediaan tembaga. Hal tersebut juga diperburuk dengan terganggunya proses distribusi karen pandemi virus corona.

 

Selain itu, laporan tersebut juga memperkirakan harga tembaga akan berada di kisaran US$9.500 per ton pada kuartal IV/2021 mendatang. Reli harga tembaga akan dimotori oleh sentimen paket stimulus, kenaikan inflasi, serta pemulihan ekonomi di wilayah Eropa dan Amerika Serikat.

 

Widmer dan Blanch menjelaskan, kebijakan pemerintah AS terkait perubahan iklim patut dicermati oleh pasar. Pasalnya, usaha pengurangan emisi karbon dari Negeri Paman Sam akan semakin menggairahkan harga tembaga.

 

“Upaya pengurangan emisi karbon menimbulkan sentimen bullish bagi komoditas logam dasar, termasuk tembaga. Hal ini membuat tembaga berpeluang menembus level harga US$10.000 per ton dalam beberapa waktu ke depan,” demikian kutipan laporan tersebut.

 

Selain itu, Bank of America juga memperkirakan harga rata-rata tembaga sepanjang 2021 adalah US$8.725 per ton. Prediksi ini naik 15 persen dibandingkan laporan Bank of America sebelumnya.

 

Riset dari Huatai Futures menyebutkan, pelaku pasar mengharapkan lebih banyak paket stimulus fiskal setelah Biden dan dua anggota Senat AS dari Partai Demokrat resmi dilantik. Munculnya paket stimulus terbaru dinilai akan memicu kenaikan konsumsi tembaga.

 

Sementara itu, Goldman Sachs dalam laporannya mengatakan, konsumsi logam global, termasuk tembaga, akan naik secara year-on-year pada tahun ini.

 

Hal tersebut terjadi seiring dengan kenaikan pembiayaan infrastruktur, menguatnya permintaan terhadap barang-barang manufaktur di China, serta tren ekspansioner manufaktur global.

 

“Kami mengantisipasi lonjakan permintaan komoditas logam yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal II/2021. Lonjakan tersebut disebabkan oleh puncak kegiatan manufaktur di China yang terjadi bersamaan dengan pemulihan industri di dunia bagian barat,” demikian kutipan laporan tersebut.

 

Sementara itu, Senior Asset manager RJO Futures John Caruso mengatakan, prospek cerah harga tembaga salah satunya didukung oleh outlook positif perekonomian China. Hal tersebut juga ditopang oleh menguatnya permintaan tembaga dari sektor infrastruktur.

 

Caruso memperkirakan permintaan tembaga akan tetap terjaga sepanjang paruh pertama tahun 2021. Namun, potensi penurunan masih mungkin terjadi pada akhir tahun.

 

“Kemungkinan permintaan tembaga akan berkurang pada paruh kedua tahun 2021 seiring dengan bertambahnya turbulensi ekonomi global pada kuartal III dan kuartal IV tahun 2021,” jelasnya.


Sumber: markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Rupiah Naik, Kurs JISDOR Sentuh Posisi Rp14.068 | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 15, 2021 at 10:30 PM Comments comments (0)


PT Rifan Financindo  - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.068 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (15/1/2021)

 

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.068 per dolar AS, menguat 51 poin atau 0,36 persen dari posisi kemarin, Kamis (14/1/2021) Rp14.119 per dolar AS.

 

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot juga terapresiasi 21,50 poin atau 0,15 persen ke level 14.037,50 per dolar AS per pukul 10.10.

 

Sementara itu, indeks dolar AS di pasar spot terpantau melemah tipis 0,0010 poin atau 0,00 persen ke level 90,23 pada waktu yang sama.

 

Sebelumnya, Pengamat Pasar Modal MNC Asset Manajemen Edwin Sebayang memprediksi mata uang rupiah hari ini akan bergerak di rentang Rp13,980 - Rp14,110 per dolar AS.

 

Edwin menyebut kasus corona atau Covid-19 masih terus mengganas baik di luar maupun dalam negeri. Dia menyampaikan, China mencatat kasus kematian pertama akibat Corona usai 8 bulan tak pernah ada.

Saat ini China tengah melawan kebangkitan wabah corona gelombang berikutnya. Terdapat 138 kasus infeksi baru Corona dilaporkan oleh Komisi Kesehatan Nasional pada hari Kamis (14/1/2021) yang menjadi jumlah kasus harian tertinggi sejak Maret tahun 2020 lalu.

 

Di dalam negeri, kasus baru corona di Indonesia bertambah 11.557 pada Kamis (14/1/2021). Kasus baru corona di Indonesia belum terlihat tanda-tanda bakal mereda. Sebaliknya, penambahan kasus baru corona semakin tinggi dan kembali catatkan rekor tertinggi, sehingga total menjadi 869.600 kasus positif corona.

 

"Dengan asumsi terdapat penambahan 10,000 kasus baru setiap harinya, dibutuhkan waktu hanya 13 hari untuk mencapai angka 1 juta orang terinfeksi Covid-19 di Indonesia," paparnya dalam publikasi riset, Jumat (15/1/2021).

 

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus sebesar US$2,1 Miliar pada Desember 2020.

 

Surplus ini didapatkan dari pengurangan nilai ekspor yang mencapai sebesar US$16,54 miliar dan impor sebesar US$14,44 miliar pada periode Desember 2020.



Sumber: Markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Pacu Pertumbuhan, Barito Pacific (BRPT) Pertahankan Kinerja Operasi | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 14, 2021 at 4:55 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo - Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk., terus berupaya mempertahankan operasional untuk memacu kinerja keuangan pada 2021.

 

Direktur Utama Barito Pacific Agus Pangestu mengatakan bahwa perseroan akan fokus untuk menjaga protokol kesehatan terkait Covid-19 sehingga dapat menjaga proses konstruksi proyek dan operasional berjalan lancar.

 

Pasalnya, pada periode 2020 hingga 2025 sejumlah proyek milik emiten berkode saham BRPT itu memasuki tahapan konstruksi.

 

“Pada 2020-2025 sejumlah proyek masuk tahapan konstruksi, dengan PLTU Jawa 9 dan 10 sedang konstruksi dan Pabrik CAP II sedang masuk tahapan Pre-FDI,” ujar Agus kepada Bisnis, Kamis (14/1/2021).

 

PLTU Jawa 9 dan 10 memiliki teknologi ultra super critical (USC) dengan kapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) di Suralaya, Banten. Total investasinya berkisar US$3,3 miliar-US$3,5 miliar.

 

Untuk diketahui, perseroan melalui anak usaha PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) tengah mengembangkan kompleks petrokimia Chandra Asri Petrochemical II (CAP II) di Cilegon dengan luas lahan 200 hektare.

 

Berdasarkan catatan Bisnis, proyek CAP II itu membutuhkan investasi hingga US$5 miliar atau setara Rp70,59 triliun dengan asumsi kurs Jisdor Kamis (14/1/2021) Rp14.119 per dolar AS.

 

Adapun, Agus menjelaskan bahwa pada paruh pertama 2020, kinerja perseroan terdampak pandemi Covid-19, tetapi berhasil menunjukkan pemulihan yang baik sejak paruh kedua 2020.

 

Tren yang lebih baik sejak paruh kedua tahun lalu pun diyakini berlanjut hingga tahun ini. Oleh karena itu, Agus mengaku optimistis kinerja BRPT pada tahun ini dapat lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Di lantai bursa, pada penutupan perdagangan Kamis (14/1/2021) saham BRPT parkir di level Rp1.160 per saham, terkoreksi 1,28 persen. Sepanjang tahun berjalan 2021, BRPT naik 4,5 persen.

 

Kapitalisasi pasar BRPT saat ini sebesar Rp109,73 triliun, berada di posisi 12 besar emiten dengan kapitalisasi pasar terjumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun, pada perdagangan sebelumnya BRPT masuk ke daftar 10 besar saham dengan kapitalisasi pasar besar.


Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo

Pasar Sukuk Negara Tetap Prospektif di 2021, Ini Faktornya | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 13, 2021 at 10:10 PM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Meski mencatatkan penurunan angka penawaran pada lelang perdana, pasar sukuk negara diprediksi tetap atraktif sepanjang tahun 2021.

 

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana mengatakan jumlah penawaran yang masuk memang mengalami penurunan dibandingkan dengan lelang sukuk perdana tahun 2020. Pada lelang sukuk negara 14 Januari 2020, pemerintah berhasil mendapatkan penawaran Rp59,14 triliun.

 

“Angka penawaran yang masuk juga sedikit menurun dibandingkan lelang sukuk terakhir di tahun 2020 yang mencatat penawaran Rp27,76 triliun,” katanya saat dihubungi pada Selasa (12/1/2021).

Menurut Fikri, turunnya angka penawaran pada lelang sukuk hari ini disebabkan oleh sikap investor yang cenderung wait and see seiring dengan kenaikan risiko pasar baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Ia menjelaskan, dari dalam negeri, pelaku pasar masih terus memantau lonjakan kasus positif virus corona secara harian di Indonesia. Hal tersebut juga ditambah dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali yang menghambat kegiatan perekonomian di Indonesia.

 

Selain itu, pasar juga mengkahwatirkan risiko ekonomi Indonesia dari sisi fiskal setelah defisit pemerintah yang mencapai 6,08 persen. Di sisi lain, ada sejumlah pembelanjaan yang tidak terserap sehingga menimbulkan pertanyaan dari investor terkait efektivitas anggaran Indonesia.

 

Sementara itu, dari luar negeri, sentimen dari Amerika Serikat masih mendominasi ketidakpastian pasar. Insiden penggerudukan Gedung Parlemen AS yang terjadi pada pekan lalu dinilai masih dicerna oleh para pelaku pasar.

 

“Yield US Treasury yang naik ke level 1 persen pada sepekan terakhir juga menjadi salah satu katalis negatif untuk pasar,” ujarnya.

 

Kendati demikian, Fikri menilai outlook pasar sukuk negara di tahun 2021 masih positif. Menurutnya, risiko pasar yang ada pada tahun ini tidak seberat risiko yang muncul sepanjang tahun 2020 lalu.

 

Ia menjelaskan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia terbilang optimal walaupun terguncang oleh pandemi virus corona. Hal tersebut juga didukung oleh tren penguatan nilai rupiah yang terjadi pada awal tahun ini.

 

Lebih lanjut, prospek pemulihan ekonomi Indonesia juga semakin baik seiring dengan rencana vaksinasi nasional yang akan dimulai pada Rabu (13/1/2021) besok. Hal ini semakin meningkatkan ekspektasi pelaku pasar terhadap perbaikan ekonomi baik di Indonesia maupun dunia.

 

Dengan pemulihan ekonomi domestik yang optimal, maka Indonesia dapat menggenjot pos penerimaan dengan lebih cepat. Hal ini, lanju Fikri, akan berimbas pada perbaikan daya beli masyarakat dan naiknya selera investor domestik untuk masuk ke pasar sukuk negara.

 

“Di sisi lain, kondisi fundamental Indonesia yang baik juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor asing untuk masuk ke pasar sukuk negara. Sehingga, aliran dana asing pun dapat kembali dari instrumen ini,” paparnya.

 

Sebelumnya, berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pemerintah telah melakukan lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara. Lelang hari ini merupakan lelang sukuk negara perdana di tahun 2021.

 

Hasilnya, total penawaran yang masuk senilai Rp24,27 triliun untuk enam seri SBSN yang terdiri atas 1 surat perbendaharaan negara syariah (SPN-S) dan lima project based sukuk (PBS).

 

Hasil lelang menunjukkan penawaran terbanyak masuk untuk seri PBS028 yang jatuh tempo 15 Oktober 2046 dengan total Rp7,068 triliun. Dari penawaran yang masuk, yield atau imbal hasil rerata tertimbang yang dimenangkan 7,06 persen dengan jumlah nominal dimenangkan Rp2,5 triliun.

 

Seri selanjutnya yang paling diincar oleh investor yakni PBS029 yang jatuh tempo 15 Maret 2034 dengan total penawaran masuk Rp6,27 triliun. yield rerata tertimbang yang dimenangkan 6,68 persen dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp4,65 triliun.

 

Adapun, total nominal yang dimenangkan dari kelima seri yang ditawarkan senilai Rp11,3 triliun.


Sumber: Markt.bisnis

PT Rifan Financindo

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 12 Januari 2021, Naik Tajam! | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 12, 2021 at 9:45 PM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Harga emas batangan 24 karat PT Aneka Tambang Tbk. hari ini, Senin (11/1/2021) naik dibandingkan dengan harga perdagangan hari sebelumnya. Namun, beberapa ukuran tidak tersedia.

 

Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas 24 karat ukuran 1 gram senilai Rp957.000 per gram, turun Rp5.000. Adapun emas satuan terkecil dengan ukuran 0,5 gram dibanderol Rp528.000, naik Rp2.000 dibandingkan posisi kemarin.

 

Kemudian, emas 24 karat ukuran 5 gram dipatok Rp4.560.000. Sementara itu, emas satuan 10 gram dan 25 gram masing-masing dijual seharga Rp9.065.000 dan Rp22.537.000.

 

Harga emas untuk satuan 50 gram dibanderol Rp44.995.000, sedangkan untuk cetakan berukuran 100 gram dapat ditebus dengan harga Rp89.912.0000. Adapun ukuran 1.000 gram dihargai Rp897.600.000.

 

Antam belum bisa menyediakan emas ukuran jumbo dengan berat 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram hari ini.

 

Di sisi lain harga jual kembali (buyback) emas Antam berada di level Rp839.000 per gram, naik Rp6.000 dibandingkan dengan posisi kemarin. Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

 

Berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk. dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen (untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

 

Berikut daftar harga emas 24 karat Antam pada Selasa (12/1/2021):

 

Harga Emas 24 Karat Antam Selasa 12 Januari 2021

Ukuran Harga Stok

0.5 Rp528.500 Tersedia

1.0 Rp952.000 Tersedia

5.0 Rp4.560.000 Belum Tersedia

10.0 Rp9.065.000 Belum Tersedia

25.0 Rp22.537.000 Tersedia

50.0 Rp44.995.000 Belum Tersedia

100.0 Rp89.412.000 Tersedia

250.00 Rp224.515.000 Belum Tersedia

500.00 Rp448.820.000 Belum Tersedia

1.000 Rp897.600.000 Belum Tersedia



Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo


Rss_feed