Rifan-financindo-yogyakarta

Subtitle

Blog

view:  full / summary

Bisnis Emas Moncer, Hartadinata Abadi (HRTA) Tambah Outlet | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 16, 2020 at 2:25 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Perusahaan produsen dan distributor emas perhiasan, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) memperkuat pembukaan outlet-outlet baru sebagai salah satu strategi perusahaan dalam memperkuat integrasi vertikal pada tahun ini.

 

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto memproyeksikan prospek usaha industri emas masih positif dengan tren peningkatan harga emas yang disebabkan karena preferensi investor untuk memegang komoditas safe haven.

 

Menurutnya, saat ini volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi faktor pemicu prospek dan keberlangsungan usaha dalam industri emas.

 

Tak hanya itu, ujar dia, berdasarkan sejumlah analis, harga emas diperkirakan bakal meningkat didorong permintaan dari investor ritel. Setelah menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 6 tahun, emas diperkirakan masih akan mendapat manfaat dari arus safe haven.

 

Emiten berkode saham HRTA tersebut tercatat telah merampungkan pembukaan sejumlah total 8 outlet gadai emas di Jawa Barat sepanjang 2019. Selain itu, Hartadinata juga telah meningkatkan jumlah toko ACC menjadi 50 unit secara nasional.

 

"Ke depan toko emas ACC ditargetkan bertambah hingga mencapai total 100 toko pada 2020," jelasnya melalui keterangan resmi Kamis (16/1/2020).

 

 

 

Selain itu, jaringan gadai Hartadinata di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) yang sudah berizin OJK di provinsi Jawa Barat, direncanakan bertambah dari saat ini 8 outlet menjadi 15 outlet.

 

HRTA berencana membuka 10 outlet di Nusa Tenggara Timur, 10 outlet di Nusa Tenggara Barat, dan 30 outlet di Jawa Timur dengan merek Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM) yang saat ini sedang menunggu proses izin OJK.

 

"Outlet gadai dirancang untuk berdiri berdampingan dengan outlet-outlet perhiasan emas yang sudah eksis. Keberadaan pegadaian diproyeksikan dapat membantu pertumbuhan outlet-outlet penjualan karena skema cicilan akan mempermudah pembelian emas. Selain itu, pelanggan bisa meminjam dana dengan menjaminkan emasnya, baik perhiasan maupun logam mulia,” imbuhnya.

 

Terlebih lagi, imbuh Sandra, dengan maraknya tren pegadaian di tengah-tengah masyarakat saat ini serta meningkatnya investasi dan jual beli emas yang berbasis online (e-commerce).

 

Untuk mendanai ekspansi perseroan, HRTA telah menggalang dana dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan Tahap 1 senilai Rp600 miliar yang ditawarkan pada November 2019.

 

"Hasil penerbitan obligasi serta realisasi penggunaan dana tersebut yang berjalan sesuai rencana,"ungkapnya.

 

Dana penerbitan obligasi tersebut untuk membayar sebagian saldo utang pokok fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) senilai Rp142,5 miliar.

 

Selain itu, HRTA akan mengucurkan modal kerja kepada anak perusahaan dalam bentuk pinjaman ke PT Gadai Cahaya Dana Abadi senilai Rp120 miliar. Sisanya, senilai Rp337 miliar untuk modal kerja yang sebagian besar digunakan untuk pembelian bahan baku.


Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

Siapkan Capex hingga Rp1,6 Triliun, Ini Rencana Astra Agro Lestari (AALI) | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 15, 2020 at 2:15 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  -  Emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,3 triliun–Rp1,6 triliun pada 2020.

 

Direktur Utama Astra Agro Lestari Santosa mengatakan belanja modal itu akan digunakan untuk ekspansi perseroan pada tahun ini.

 

“Ada beberapa rencana ekstensi kapasitas pabrik dan fasilitas kerja yang tertunda pada tahun lalu. Tahun ini akan kami coba jadwalkan [atau anggarkan] untuk 2020 ini,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

 

Santosa menambahkan alokasi belanja modal itu bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Hal itu tergantung dari arus kas perseroan. Pasalnya, posisi kas anak usaha Astra Group itu tergantung dari harga jual CPO yang fluktuatif.

 

Pada tahun lalu, AALI menghabiskan banyak dana untuk pemeliharaan tanaman yang belum menghasilkan. Menurutnya, itu perlu dilakukan untuk memastikan bisnis jangka panjang perseroan.

 

“Pemeliharaan tanaman yang belum menghasilkan sebesar Rp636 miliar tidak berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini guna bisnis jangka panjang perseroan,” katanya.

 

Selain itu, Santosa pun mengakui AALI mengefisiensikan alokasi belanja modal pada pertengahan tahun karena harga yang cenderung turun.

 

“Belanja modal kami tahun lalu turun 19% dari ke posisi Rp1,29 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya akibat penurunan drastis harga CPO. Kami melakukan evaluasi pada pertengahan tahun,” ujar Santosa.


Sumber: Market.bisnis

PT Rifan Financindo

Erick Thohir, Prabowo, dan Mahfud MD akan Bertemu Bahas Asabri | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 14, 2020 at 2:10 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo - Kementerian BUMN akan berkonsultasi dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk membahas penyelesaian kasus PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) alias Asabri.

 

Menteri BUMN Erick Thohir, melalui Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, menyatakan siap membicarakan masalah Asabri dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Pertemuan ini akan dilakukan setelah Erick tiba di Indonesia usai berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA).

 

Arya mengklaim Kementerian BUMN sudah memiliki beberapa rencana penyelesaian Asabri, yang akan diajukan terlebih dulu kepada Prabowo dan Mahfud.

 

"Kami harapkan nantinya bapak Menhan dan Menko Polhukam sudah bisa mencari solusi yang terbaik dari yang kami usulkan. Kami memiliki beberapa usulan, maka nanti bersama-sama kita mengambil keputusan atau solusi penyelesaian Asabri," tuturnya seperti dilansir Antara, Selasa (14/1/2020).

 

Selain membicarakan penyelesaian masalah Asabri, Erick juga berpeluang membahas perombakan pengurus perusahaan asuransi itu dengan Prabowo dan Mahfud.

 

Berdasarkan catatan Bisnis, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengakui Asabri mengalami kerugian dari penurunan nilai saham dan reksa dana sahamnya. Namun, dia belum dapat menyampaikan nilai pasti dari kerugian tersebut.

 

Baca juga: Portofolio Saham Asabri Rontok, Ini 14 Emiten yang Dikoleksi

Kementerian BUMN juga mengungkapkan adanya indikasi saham dengan fluktuasi tinggi atau saham gorengan di dalam portofolio investasi Asabri.

 

"Ya itu nama-nama yang sudah beredar itulah nama-nama sahamnya, kan sudah pada tahu juga," ucap Tiko di Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1).

 

Pada 2019, saham-saham yang menjadi portofolio Asabri mengalami penurunan harga saham yang mencapai sekitar 90 persen sepanjang tahun berjalan.

 

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis dari keterbukaan informasi, ada 14 saham yang masuk ke dalam portofolio Asabri. Namun, Asabri melepas seluruh investasinya di PT Pool Advista Finance Tbk. (POOL), pada Desember 2019.

 

Akibatnya, saham POOL terjun paling dalam di antara portofolio Asabri lainnya dengan penurunan 96,93 persen sepanjang 2019. Bahkan, saham tersebut disuspensi hingga kini sejak 30 Desember 2019, dengan level harga penutupan Rp156.

 

Harga saham yang nahas berikutnya adalah PT Alfa Energi Investama Tbk. (FIRE), yang terkoreksi 95,79 persen pada tahun lalu ke level Rp326.

 

Pada penutupan perdagangan Rabu (8/1), harganya kembali merosot menuju Rp284. Asabri mengempit 15,57 persen saham FIRE.

 

Penurunan drastis pun dialami saham PT SMR Utama Tbk. (SMRU) sebesar 92,31 persen ke posisi Rp50. Asabri memegang 6,61 persen saham SMRU.



Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Siapkan Belanja Modal Rp617 Miliar | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 13, 2020 at 2:10 AM Comments comments (0)
PT Rifan Financindo  -  Emiten perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. mengalokasikan belanja modal sebesar Rp617 miliar pada 2020.

 

Jumlah itu naik 50,48% dari alokasi anggaran tahun lalu sebesar Rp410,55 miliar atau setara dengan US$30 juta. Sekretaris Perusahaan SSMS Swasti Kartikaningtyas mengatakan dana itu akan dipakai untuk sektor perkebunan dan non-perkebunan.

 

“Belanja modal 2020 kami sebesar Rp617 miliar yang terbagi untuk penanaman kebun dan non-perkebunan,” katanya kepada Bisnis pada Senin (13/1/2020).

 

Swasti menyebutkan modal untuk perawatan perkebunan memerlukan dana sebesar Rp45 miliar. Sementara itu, sisanya sebesar Rp444 miliar akan dipakai oleh perseroan untuk membangun dan mengembangkan pabrik.

 

Emiten berkode saham SSMS itu akan mengembangkan 2 pabrik existing dan membangun jetty. Jetty adalah bangunan tegak lurus yang diletakkan pada kedua sisi muara sungai yang berfungsi untuk mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai.

 

Selain itu perseroan juga akan membangun 3 unit biogas pada tahun ini. Swasti mengatakan dana yang diperlakukan mencapai Rp129 miliar.

 

Sebelumnya, Chief Financial Officer (CFO) Sawit Sumbermas Sarana Nicholas J. Whittle mengatakan mulai dari 2017—2020, anggaran belanja modal yang ditetapkan perseroan adalah kurang lebih US$30 juta per tahun.

 

Rata-rata belanja modal itu akan dipakai untuk menunjang kegiatan operasional seperti pembangunan pabrik baru, penambahan alat kerja, peningkatan infrastruktur dan peremajaan kebun.

 

Pada perdagangan Selasa (14/1/2020) pukul 14.30, saham SSMS tercatat naik 0,62% ke level Rp805 per saham. Berdasarkan data Bloomberg, volume yang ditransaksikan mencapai 46,58 juta. Sementara selama 2019, saham SSMS terkoreksi sebesar 31,06%.

 

Catatan Redaksi:

 

Berita ini sudah mengalami perubahan dari judul sebelumnya "Rancang Ekspansi, Eagle High Plantations (BWPT) Siapkan Belanja Modal Rp617 Miliar" menjadi "Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Siapkan Belanja Modal Rp617 Miliar"




Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

ROTI Sudah Pakai 57 Persen Dana Hasil Right Issue | PT Rifan Finaincindo

Posted by ityogygrifan on January 10, 2020 at 2:05 AM Comments comments (0)

PT Rifan Finaincindo  - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) telah merealisasikan dana hasil penawaran umum terbatas I sebesar 57% atau senilai Rp 741,676 miliar per 31 Desember 2019.

 

Berdasarkan keterbukaan informasi publik Bursa Efek Indonesia, emiten di sektor konsumer tersebut banyak menggunakannya untuk membangun pabrik baru, menambah lini produksi, hingga perawatan dan pemeliharaan fasilitas produksi.

 

“Penyerapan terbesar banyak dialokasikan untuk pabrik di Gresik senilai lebih dari Rp250 miliar, Lampung Rp89,87 miliar, dan Pekanbaru Rp89,87 miliar,” jelas keterangan tersebut yang dikutip pada Jumat (10/1/2020).

 

Dengan demikian, perseroan pun masih menempatkan sisa dana hasil right issues senilai Rp566,56 miliar yang tersebar di 23 bank.

 

Sebagai informasi emiten berkode saham ROTI tersebut telah memperoleh tanggal efektif melakukan right issue sejak 12 Oktober 2017 dan mengantongi senilai total Rp 1,43 triliun.

 

Berdasarkan catatan Bisnis, ROTI memang melakukan tambahan kapasitas baru dengan kurang lebih senilai Rp1 triliun diantaranya didistribusikan untuk belanja modal pada 2018 dan 2019, termasuk di antaranya untuk pembangunan 4 pabrik baru.

 

Empat pabrik itu yakni pabrik Batam, Kepulauan Riau dan Laguna, Filipina yang beroperasi pada 2018, serta pabrik Gresik, Jawa Timur dan Balikpapan, Kalimantan pada tahun ini. Sisanya Rp400 miliar sisa dari dana right issue akan menjadi belanja modal pada 2020. Belanja modal tersebut utamanya untuk membangun pabrik di Banjarmasin dan Pekanbaru.

 

Penambahan dua pabrik baru di Luar Jawa tersebut diharapkan beroperasi penuh pada paruh kedua tahun ini.

 



Sumber: market.bisnis
PT Rifan Finaincindo

Alfa Energi (FIRE) Incar Pendapatan Rp1 Triliun | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 9, 2020 at 2:05 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Emiten batu bara PT Alfa Energi Investama Tbk. berencana memproduksi 1 juta ton batu bara dan membidik pendapatan sekitar Rp1 triliun pada 2020.

 

Aris Munandar, Direktur Utama Alfa Energi Investama, mengatakan pada tahun ini perseroan fokus pada upaya menjaga fundamental. Emiten berkode saham FIRE itu akan memproduksi 1 juta ton batu bara pada 2020.

 

“Pendapatan kami tahun ini tidak jauh dari Rp1 triliun dengan bottom line sama [dengan 2019] sekitar US$1 juta. Kami berusaha menjaga fundamental,” katanya pada Rabu (8/1/2020).

 

Aris menambahkan perseroan bakal menyerap 500.000 ton batu bara dari pihak ketiga sehingga volume penjualan pada tahun ini bakal mencapai 1,5 juta ton atau sama dengan volume penjualan sama dengan 2019.

 

FIRE memproduksi batu bara dengan tingkat kalori 4.200—4.400 Kkal dengan harga jual rata-rata US$33 per ton—US$34 ton.

 

“Tahun ini kemungkinan harga batu bara stagnan di level tersebut, tidak akan kenaikan signifikan. Oleh sebab itu kami tidak agresif untuk beli dari luar atau meningkatkan volume penjualan,” katanya.

 

Menurutnya, dengan kecenderungan harga komoditas yang tidak pasti membuat perseroan lebih fokus menjaga volume penjualan. Saat ini, FIRE sudah mengantongi kontrak 600.000 ton batu bara untuk pasar domestik dan 200.000 ton untuk ekspor.

 

Perseroan, lanjutnya, lebih mengincar pasar domestik karena lebih menjanjikan dari segi harga. Pemerintah mematok harga batubara acuan (HBA) sebesar US$66,3 per ton pada Januari turun 0,55% dibandingkan bulan sebelumnya.

 

Selain itu perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$2 juta pada tahun ini. Mayoritas dana itu akan dipakai untuk pengadaan alat berat dan persiapan lahan untuk blok batu bara anyar.

 

“Kami masih pelajari dan negosiasi ke beberapa vendor alat berat. Kami juga masih melakukan diskusi kepada penyuplai dan pemilik lahan,” ungkapnya.

 

Pada perdagangan Rabu (8/1/2020), harga saham FIRE naik 24,56% atau 56 poin ke level Rp284 per saham. Meski begitu selama sepekan terakhir, saham FIRE telah terkoreksi sedalam 12,88%.


 

Sumber: market.bisnia
PT Rifan Financindo

Incar Kenaikan Laba 20 Persen, Ini Strategi Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 8, 2020 at 1:45 AM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo - Emiten pelayaran, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. mematok pertumbuhan laba sebesar 20% pada tahun ini yang bakal didorong oleh efisiensi yang akan dilanjutkan perseroan.

 

Wakil Direktur Mitrabahtera Segara Sejati Lucas Djunaidi mengatakan bahwa kendati kondisi komodisi batu bara masih mengalami volatilitas dan penuh ketidakpastian, perseroan masih akan fokus pada pembenahan internal dan efisiensi pada tahun ini.

 

Baca juga: Pasokan Surat Utang Korporasi Diproyeksi Capai Rp170 Triliun pada 2020

Di samping itu, kata Lucas, emiten berkode saham MBSS tersebut bakal memastikan aset perseroan dalam kondisi yang tetap baik agar kinerja operasional perseroan tetap optimal.

 

“Kami tetap memperhatikan prinsip safety work culture dan environment, sehingga diharapkan kinerja MBSS tetap optimal seperti mempercepat cycle time, sistem pemeliharaan terpadu, mempercepat docking turn around,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

 

Baca juga: Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) Cetak Laba, Ini Katalisnya

Dengan strategi tersebut, diharapkan perseroan dapat mencetak pertumbuhan kinerja ditengah ketidakpastian pada sektor batu bara. Perseroan optimistis dapat mengamankan pertumbuhan pendapatan sekitar 9%-10% pada 2020.

 

Untuk memuluskan rencana tahun ini, Lucas mengungkapkan bahwa perseroan menganggarkan belanja modal senilai US$14,6 juta. Dia menjelaskan, anggaran capital expenditure itu akan digunakan untuk keperluan pemeliharaan tug and barge, floating crane, dan sebagian akan digunakan untuk investasi digital.

 

“Target laba [tumbuh] sekitar 20% dari outlook 2019,” ungkapnya.

 

Sepanjang 9 bulan pertama 2019, emiten berkode saham MBSS tersebut mengantongi pendapatan senilai US$60,59 juta, meningkat 16,92% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu US$51,82 juta.

 

Inisiatif perseroan dalam menekan beban operasi menjadi salah faktor pendukung kinerja perseroan sepanjang kuartal III/2019. Strategi tersebut dijalankan perseroan sejak awal tahun lalu.

 

Alhasil, beban langsung perseroan per September 2019 tercatat lebih rendah 1,5% menjadi US$48,93 juta dibandingkan dengan per September 2018 yang tercatat senilai US$49,68 juta.

 

Dari situ, perseroan mencatatkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$547.220. Catatan tersebut membalikan rugi bersih periode berjalan per kuartal III/2018 senilai US$10,45 juta.



Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo

Intip 3 Camilan Lezat yang Biasa Ada Saat Pergantian Tahun | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 7, 2020 at 11:00 PM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo  - Bulan Desember identik dengan pergantian tahun. Tak heran berbagai kawasan dari beberapa hari yang lalu mulai menyajikan pernak-pernik tahun baru seperti terompet, kembang api dan juga makanan khas buat menyambut tahun baru.

 

Momen satu tahun sekali ini pastinya banyak dirayakan oleh semua kalangan baik anak-anak, dewasa hingga orang tua. Sambil berkumpul melihat meriahnya warna-warni kembang api di langit yang gelap. Jangan lupa siapkan beberapa makanan untuk menghangatkan suasana.

 

Beberapa makanan ini biasanya selalu ada di kala akhir tahun, berikut di antaranya.

 

Jagung Bakar

 

Makanan satu ini pastinya sudah tidak asing lagi, saat momen tertentu akan selalu menemanimu dalam merayakan hiburan. Sambil berbincang ditemani jagung bakar yang telah diberikan bumbu dan masih hangat tentu akan sangat nikmat.

 

Marshmallow

 

Camilan manis ini juga bisa disiapkan setelah makan jagung bakar. Marshmallow yang meleleh saat dibakar dan dipadukan dengan siraman mozzarella di atasnya tentu akan sangat nikmat, terlebih disantap saat masih hangat.

 

Nugget

 

Nugget juga bisa dinikmati sebagai camilan walaupun nugget biasanya dikonsumsi berbarengan dengan nasi. Tapi, nugget dapat dinikmati sebagai pengisi waktu dalam menunggu pergantian akhir tahun sehingga berbincang sambil memikirkan resolusi akan lebih seru.

 

Ada beberapa pilihan nugget yang bisa dicoba untuk dihidangkan dengan istimewa. Salah satunya Golden Fiesta yang terbuat dari daging ayam pilihan, serta memiliki 8 varian yang berbeda.

 

Pertama, terdapat Golden Fiesta Katsu yang terbuat dari daging ayam bagian dada. Kedua, Golden Fiesta Karage yang terbuat dari potongan daging paha ayam segar pilihan dan dilengkapi saus pedas manis. Ketiga, Golden Fiesta Spicy Wing yang terbuat dari sayap ayam yang dibumbui dan dipanggang. Keempat, Golden Fiesta Pop Bites yang terbuat dari daging ayam segar pilihan dan dilengkapi saus thousand island.

 

Lalu ada juga Golden Fiesta Chicken Nugget yang terbuat daging dada ayam cincang yang dilengkapi dengan saus nanas. Selain itu, ada Golden Fiesta Stikie yang terbuat dari daging ayam giling dilengkapi saus pedas manis serta Golden Fiesta Chicken Ring yang terbuat dari daging dada ayam cincang berbentuk ring. Kemudian ada Golden Fiesta Cordon Blue yang terbuat dari dada ayam dengan keju di dalamnya dan dibalut tepung roti di luarnya.

 

Nugget series dari Golden Fiesta ini berukuran 500 gram dan bias awet hingga satu tahun tetapi harus disimpan dalam lemari pendingin bersuhu -18 Celcius.

 

Dengan menggunakan produk-produk dari Fiesta, dijamin kebutuhan energi saat musim hujan akan terpenuhi dengan baik. Mau tahu lebih lanjut bisa cek Instagramnya di sini dan Facebooknya di sini.




Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo

Gunakan Bensin Sesuai Spek Mesin meski Harga BBM Turun | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 6, 2020 at 8:40 PM Comments comments (0)

PT Rifan Financindo - Harga bahan bakar minyak (BBM) turun di awal tahun 2020. Produk BBM Pertamina yang mengalami penurunan harga adalah Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Sementara Shell dan Total menurunkan harga bensin dengan RON 90 sampai 95 dan bahan bakar diesel.

 

Meski harga BBM turun, pemilik kendaraan disarankan menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Mesin kendaraan memiliki rasio kompresi yang berbeda-beda sehingga membutuhkan bensin dengan oktan yang sesuai.

 

Cara mengetahui pemilihan BBM yang tepat yaitu dengan mengetahui rasio kompresi kendaraan. Untuk mengetahui rasio kompresi dan spesifikasi kendaraan, buka buku manual kendaraan. Di buku manual itu mungkin juga tertera jenis bahan bakar yang disarankan untuk kendaraan.

Menentukan Bensin yang Cocok

 

Dilansir laman Federal Oil, ada beberapa cara untuk memilih bensin yang cocok dengan kendaraan. Apa saja?

 

Yang pertama, pemilik kendaraan harus membuka buku petunjuk atau buku manual pemilik kendaraan. Setiap pabrikan otomotif pasti menyertakan buku manual pemilik. Di sana terdapat petunjuk penggunaan bahan bakar yang direkomendasikan. Atau paling tidak disajikan spesifikasi rasio kompresi mesin kendaraan.

 

Kedua, pemilik kendaraan harus mengetahui rasio kompresi kendaraan. Kompresi mesin pada kendaraan adalah salah satu yang menentukan bahan bakar apa yang paling ideal.

 

Rasio kompresi kendaraan mungkin bisa dimodifikasi jika ingin menggunakan bahan bakar kualitas terbaik. Tapi sebelum memodifikasinya, cek dulu motor mempunyai sistem pendingin yang bisa mendukung atau tidak.

 

Laman Federal Oil menulis, motor dengan pendingin radiator mungkin lebih minim overheat sehingga bisa menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi. Disebutkan, semakin tinggi RON sebuah bahan bakar, semakin tinggi juga suhu yang dihasilkannya.

Rasio Kompresi Mesin dan Bensin yang Cocok

 

Kompresi mesin menentukan bahan bakar yang ideal untuk digunakan. Misalnya, motor dengan rasio kompresi mesin 7:1 sampai 9:1 disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan 88 atau paling mentok oktan 90.

 

Laman Wahana Honda--diler utama motor Honda di Jakarta-Tangerang menyebut, kalau dipaksa menggunakan BBM dengan oktan yang lebih tinggi, kendaraan bisa-bisa tak bertenaga. Soalnya, timing ignition tidak sesuai dengan BBM yang digunakan.

 

 

Untuk bahan bakar RON 90 cocok digunakan untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 sampai 10:1. Sementara RON 92 untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 sampai 11:1.

 

Untuk kompresi yang lebih tinggi lagi, bisa menggunakan bahan bakar RON 95 untuk rasio kompresi 11:1 sampai 12:1. Di atas itu, bisa menggunakan RON 98 seperti Pertamax Turbo.

Studi: Pakai Bensin Oktan Tinggi Tak Melulu Irit

 

Sebuah studi yang dilakukan American Automobile Association (AAA) menyebutkan, tak ada manfaatnya mengisi bensin dengan oktan tinggi kalau yang oktan rendah sudah sesuai spesifikasi mesin kendaraan.

 

Memang ada beberapa mobil yang disarankan menggunakan BBM dengan oktan yang paling tinggi namun tidak semua mobil. Menurut sebuah studi, menggunakan bensin dengan oktan lebih tinggi malah tidak signifikan hematnya.

 

Baca juga: Nih Caranya Pilih Jenis Bensin yang Cocok untuk Motor

 

 

Studi tersebut dilakukan AAA dengan mengetes beberapa model menggunakan BBM oktan tinggi. Hasilnya mobil-mobil tersebut menghasilkan kenaikan rata-rata efisiensi BBM sebesar 2,7 persen. Secara individu, efisiensi bahan bakar saat menggunakan BBM oktan tinggi bervariasi. Audi A3 model 2016 saat pengujian efisiensi bahan bakarnya malah turun 1%, sedangkan Cadillac Escalade efisiensi bahan bakarnya naik hingga 7,1%.

 

Namun, AAA menyimpulkan, peningkatan efisiensi bahan bakar yang cuma sedikit tersebut tidak mengimbangi biaya bensin beroktan tinggi yang lebih mahal.

 

Jika bicara soal tenaga, BBM beroktan tinggi memang terbukti mendongkrak tenaga berdasarkan studi AAA. Tenaga kendaraan yang diuji AAA naik rata-rata 1,4%.

 

Untuk memilih bensin dengan oktan yang sesuai, pemilik kendaraan bisa mengeceknya di buku manual. Di sana biasanya tertera rekomendasi penggunaan bensin dengan oktan tertentu. Atau, bisa juga melihat rasio kompresi mesin dan sesuaikan dengan oktan bahan bakarnya.



PT Rifan Financindo

Tewaskan Satu Keluarga di Jaktim, Bagaimana Asap Genset Picu Kematian? | PT Rifan Financindo

Posted by ityogygrifan on January 3, 2020 at 10:15 PM Comments comments (0)


PT Rifan Financindo  -   Satu keluarga di Pulo Gadung, Jakarta Timur, ditemukan tewas di kontrakannya. Keluarga yang terdiri dari 4 orang ini diduga tewas karena keracunan asap genset.

 

"Iya diduga keracunan genset," ujar Kapolsek Pulo Gadung Kompol Lindang Lumban ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (3/1/2020) pagi.

 

Genset atau generator sering digunakan saat hujan badai ketika listrik padam, seperti yang dilakukan oleh keluarga tersebut. Beberapa orang meletakkan genset di garasi atau dekat rumah untuk menjaganya tetap kering. Sayangnya dengan melakukan itu, mereka mengundang karbon dioksida untuk perlahan masuk ke dalam rumah.

 

 

"Makin lama karbon dioksida meresap masuk ke dalam rumah, itu akan menjadi masalah yang mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Seringkali berakhir tragis. Kami menyebutnya 'pembunuh diam-diam," kata ahli toksikologi, Fred Henretig, mengutip NPR.

 

Genset atau generator mengeluarkan gas yang mengandung karbon monoksida, hal sama yang membunuh orang ketika membiarkan mobilnya menyala di garasi.

 

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Gas karbon monoksida juga sangat mematikan karena sebagian besar korban tidak menyadari mereka diracun yang akhirnya terlambat ditangani.

 

Pada tingkat tertentu, paparan karbon monoksida lima menit saja sudah cukup untuk berakibat fatal terutama di tempat tertutup. Generator portabel, yang mesinnya masing-masing mengeluarkan karbon monoksida yang setara dengan asap 450 mobil, merupakan penyebab umum kematian akibat keracunan.


Sumber: news.detik

PT Rifan Financindo


Rss_feed