|
|
comments (0)
|

PT Rifan Finanicndo - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyikapi ajakan pertemuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana hari ini. BEM SI menuntut pertemuan berlangsung secara terbuka.
Hal ini disampaikan Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Muhammad Nurdiyansyah dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (27/9/2019). BEM SI bersedia bertemu Jokowi, namun memberikan dua catatan, yaitu:
1. Dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional.
2. Presiden menyikapi berbagai tuntutan mahasiswa yang tercantum di dalam 'Maklumat Tuntaskan Reformasi" secara tegas dan tuntas.
BEM SI menyayangkan jatuhnya korban dalam aksi di berbagai wilayah. Menurut BEM SI, semestinya Jokowi tidak membiarkan adanya tindakan represif.
"Presiden Jokowi seharusnya bisa menangani setiap aksi demonstrasi sebagai bagian aspirasi publik dengan cara yang persuasif, humanis, dan tidak represif. Namun demikian, kondisi saat ini mengharuskan Presiden untuk ambil bagian dalam mengusut, menindak, dan memberikan sanksi kepada aparat yang telah melakukan tindak kekerasan kepada massa aksi," kata Dadan, panggilan Nurdiyansyah.
Dadan menyebut, suara-suara aspirasi mahasiswa tidak begitu banyak dipertimbangkan dalam proses pembuatan kebijakan negara. Dadan mengakui, BEM SI sempat diundang ke Istana pada tahun 2015, namun berlangsung tertutup.
"Kami juga merasa tuntutan yang kami ajukan telah tersampaikan secara jelas di berbagai aksi dan juga jalur media. Sehingga sejatinya yang dibutuhkan bukanlah sebuah pertemuan yang penuh negosiasi, melainkan sikap tegas Presiden terhadap tuntutan mahasiswa. Secara sederhana, tuntutan kami tak pernah tertuju pada pertemuan, melainkan tujuan kami adalah Bapak Presiden memenuhi tuntutan," papar Dadan.
bem_si
SIKAP Aliansi BEM SI
[Terhadap Ajakan Pertemuan dengan Presiden Jokowi]
Bahwa sesungguhnya setiap aspirasi mahasiswa berasal dari kantung-kantung kegelisahan masyarakat akibat tidak sesuainya kebijakan negara dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seluruh aksi demonstrasi ini tidak akan terjadi apabila negara mau membuka diri serta mampu mendengar apa yang diinginkan oleh masyarakat.
Selama ini suara mahasiswa tidak banyak dipertimbangkan dalam proses pembuatan kebijakan negara. Akhirnya, mahasiswa datang kepada penguasa menuntut ruang partisipasi yang memungkinkan suara mahasiswa bisa didengarkan.
Dalam sejarah lima tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, ruang dialog dengan pemerintah sangat terbatas. Aliansi BEM SI pernah diundang ke Istana Negara satu kali pada 2015. Akan tetapi, undangan tersebut dilakukan diruang tertutup. Hasilnya jelas, gerakan mahasiswa terpecah.
Kami belajar dari proses ini dan tidak ingin menjadi alat permainan penguasa yang sedang krisis legitimasi publik, sehingga akhirnya melupakan substansi terkait beberapa tuntutan aksi yang diajukan.
Kami rasa tuntutan yang diajukan telah tersampaikan secara jelas di berbagai aksi dan jalur media. Sehingga sejatinya yang dibutuhkan bukanlah sebuah pertemuan, melainkan tujuan kami adalah sikap tegas Bapak Presiden memenuhi tuntutan.
Dengan demikian, menyikapi ajakan pertemuan dengan Presiden Jokowi, Aliansi BEM Seluruh Indonesia hanya bersedia bertemu dengan Presiden apabila: .
1. Dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional.
2. Presiden menyikapi berbagai tuntutan mahasiswa yang tercantum di dalam ‘Maklumat Tuntaskan Reformasi” secara tegas dan tuntas.
Pertemuan tersebut harus menjamin bahwa nantinya akan ada kebijakan yang konkret demi terwujudnya tatanan masyarakat yang lebih baik.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Diberitakan sebelumnya, gelombang unjuk rasa mahasiswa di sejumlah daerah Indonesia menyita atensi Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun berencana menemui mahasiswa untuk berdialog.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi setelah bertemu dengan sejumlah tokoh di Istana, Jakarta Pusat, Kamis (26/9). Jokowi akan bertemu para pengurus BEM pada Jumat (26/9) besok.
"Ya, besok, besok kami akan bertemu dengan para mahasiswa utamanya dari BEM, besok," ucap Jokowi.
Simak Video Blak-blakan Amnesty: Mahasiswa Tak Jatuhkan Jokowi.
Sumber: News.detik
PT Rifan Finanicndo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Ribuan massa mengatasnamakan Front Rakyat Melawan Oligarki mengepung gedung DPRD Kota Malang, Senin (23/9/2019). Beratribut serba hitam mereka menolak beragam kebijakan pemerintah yang kontroversial, mulai disahkannya RUU tentang KPK, RUU Pertahanan, RKUHP, RUU PKS, hingga tentang kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla).
Â
Massa mengepung DPRD Kota Malang sejak pukul 09.00 WIB. Berdasarkan rilis yang diterima, massa merupakan gabungan dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan organisasi pergerakan yang ada di Malang Raya.
Â
Berdasarkan informasi yang dihimpun, DPRD Kota Malang juga mengagendakan pelantikan pimpinan definitif legislatif periode 2019-2024, pukul 13.00 WIB. Belum ada keterangan resmi apakah pelantikan tersebut akan tetap digelar atau ditunda akibat demonstrasi ini.
Â
Sementara itu, satu persatu perwakilan massa diajak berorasi memanfaatkan alat pengeras suara ala kadarnya. Orator menyampaikan orasinya dengan memanjat pagar gedung DPRD Kota Malang. Tagline yang didengungkan, adalah lawan demokrasi oligarki dan reformasi dikorupsi.
Â
Salah satu orator mewakili Malang Corruption Watch (MCW), Fahruddin mengatakan, rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak pernah serius menuntaskan permasalahan. Pemerintah juga tidak pernah mendengarkan aspirasi rakyatnya.
Â
"Perjuangan kita tidak selesai hari ini sampai tuntutan kita diakomodir DPR. Kita berhenti ketika rakyat sudah sejahtera," ujarnya.
Â
"Maka kita wajib untuk turun aksi. Pilihannya hanya satu, lawan," imbuhnya.
Â
Â
Koordinator lapangan, Al Ghozali dalam keterangan tertulisnya membeberkan berbagai poin tuntutan, diantaranya menuntut DPR RI mencabut draft RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Masyarakat Adat.
Â
Menuntut presiden untuk mengeluarkan Perppu Pencabutan UU KPK, dan UU Sumber Daya Air. Menuntut Presiden untuk menghentikan izin korporasi pembakar hutan. Menuntut KepolisanRI membebaskan dan menghentikan kriminalisasi aktivis pembela HAM, Advokat, aktivis Papua, intimidasi terhadap masyarakat sipil Papua, dan serta tarik militer dan hentikan operasi keamanan terhadap warga sipil.
Sumber:
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta pengesahan RUU KUHP ditunda. Di dalam RUU KUHP, ada nasib gelandangan yang dikriminalisasi.
Kriminalisasi, sebagaimana KBBI V keluaran Kemendikbud memaknai, adalah proses yang memperlihatkan perilaku yang semula tidak dianggap sebagai peristiwa pidana, tetapi kemudian digolongkan sebagai peristiwa pidana oleh masyarakat. Pemidanaan gelandangan sudah ada di KUHP versi yang sekarang alias yang sudah berlaku, yakni sesuai Pasal 505 KUHP, gelandangan diancam pidana maksimal tiga bulan.
Dalam RUU KUHP yang dilihat detikcom, Jumat (20/9/2019), kriminalisasi gelandangan lebih berat ketimbang KUHP versi sekarang. Gelandangan bisa kena pidana denda maksimal Kategori I atau denda Rp 1 juta. Berikut bunyi rancangan pasalnya.
Pasal 432
Setiap orang yang bergelandangan di jalan atau di tempat umum yang mengganggu ketertiban umum dipidana dengan pidana denda paling banyak Kategori I
Kritikan datang. Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, menilai instrumen negara saat ini tidak mementingkan rakyat. Anam lalu menyinggung soal pengurangan hukuman terhadap penguasa dan memidanakan gelandangan yang ada di jalanan.
"Orientasi politik hukum kita tidak mengarah lada negara sejahtera, orientasi politik. Hukum kita tidak melindungi orang lemah dan miskin, tapi justru memidanakan sesuatu yang tidak perlu dipidana, orientasi hukum politik kita kurangi hukuman kejahatan yang potensi dilakukan kekuasaan, karakternya di situ, pelanggaran HAM berat justru diperingan, yang miskin dinaikkan yang pelanggaran HAM berat justru diturunkan," ungkap Anam di kantor KontraS, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (20/9).
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly memberi penjelasan. Menurutnya, hukuman gelandangan dalam RUU KUHP lebih ringan karena setiap gelandangan dapat dihukum denda atau disuruh melaksanakan kerja sosial.
"Kemudian juga ada penggelandangan. Itu juga ada di KUHP, pengemis ada di KUHP. Kita atur sekarang, justru kita lebih mudahkan, justru kita kurangi hukumannya," kata Yasonna di kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (20/9).
Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Polisi membuat barikade di sekitar Hotel Mulia, Jakarta Pusat. Polisi hendak memukul mundur massa yang masih tersisa di lokasi.
Pantauan detikcom, Selasa (24/9/2019), polisi berpakaian lengkap membawa tameng sudah dalam posisi membuat barisan. Mereka berhadapan dengan mahasiswa yang masih bertahan.
Tampak di tengah jalan ada benda terbakar. Polisi berusaha memukul mundur massa agar bubar.
Malam ini massa yang terlibat kericuhan dengan polisi masih terkumpul di dua titik. Selain di Lapangan Tembak, massa dan polisi terlibat kericuhan di flyover Slipi.
Sementara kondisi di depan DPR sudah kondusif. Petugas dengan kendaraan taktis masih berjaga di lokasi.
Sumber: NEws.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) membeberkan hasil penemuannya dari kasus-kasus penyimpangan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal ini menjawab tudingan yang selama ini menyebut beras Bulog terkesan tidak berkualitas.

Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi penghargaan pin emas kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf atas kesuksesannya meluncurkan elektronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) di bidang penegakan hukum.
Kapolri mengapreasi karena e-TLE menjadi role model dan pilot project pertama di Indonesia yang digagas langsung Kombes Pol Yusuf.
Penyematan pin emas diwakilkan oleh Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto yang juga dihadiri oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri di lapangan Basket Senayan, Jakarta, Minggu (22/9/2019).
Yusuf menjelaskan, e-TLE merupakan program strategis guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya dengan menggunakan edukasi kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas.
"Alhamdulillah, mendapatkan apresiasi dari Bapak Kapolri. Suksesnya e-TLE bukan hanya karena saya sendiri di situ ada banyak pihak yang terlibat baik dari jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya maupun para stakeholder," kata Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Minggu.
Yusuf menambahkan, kedepannya e-TLE akan dikembangkan di jalur khusus Bus Transjakarta dan tol.
"Terus berinovasi, dalam waktu dekat pihak Trans Jakarta dan Jasa Marga akan bekerja bareng kita lebih intim lagi soal penegakan hukum lalu lintas, fenomena macet di jalur bus way dan tingginya angka kecelakaan membuat kita membuka mata lebar-lebar hingga berkaloborasi dengan kedua pihak tersebut," ulasnya.
Tiga Perwira Lainnya
Selain Kombes Yusuf, ada tiga perwira dari Korlantas Polri yang diganjar pin emas dari Kapolri. Mereka adalah Kombes Pol Hery Sutisman, kesuksesan di bidang penerbitan Smart SIM dan registrasi SIM Online berbasis IT dan terkoneksi di seluruh Satpas Indonesia, Kombes Pol Darto Juhartono, motivator Millenial Road Safety Festival dan festival damai.
Dan ketiga adalah Kombes Benyamin yang menjabat sebagai Kabagops Korlantas Polri berjasa dalam merencanakan dengan baik dan mengiplementasikan kontra flow dan one way yang sangat dinamis dengan semua mitra kerja dibidang lalu lintas selama pelaksanaan operasi Ketupat Jaya 2019 musim hari raya Idul Fitri.
Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

Diberitakan Zing, dengan sistem manajemen elektronik, polisi memungkinkan untuk segera mengakses catatan pelanggar. Dengan demikian, polisi dapat menjatuhkan hukuman atau dapat mendeteksi pengendara yang masih berutang denda atau tidak mematuhi hukuman sebelumnya.
Menurut Komisi Pengawasan Polisi Thailand, sistem manajemen elektronik akan diterapkan tidak hanya untuk polisi, tapi juga masyarakat. Pengendara akan memiliki aplikasi di handphone mereka yang berfungsi sebagai SIM elektronik.
Ketika disetop polisi, pengendara tinggal membuka aplikasi untuk menunjukkan SIM elektroniknya. Aplikasi itu juga menampilkan poin penalti pengendara.
Setiap pemilik SIM akan diganjar poin tertentu jika kedapatan melanggar lalu lintas. Ketika ditilang, selain mendapat point pelanggar akan dilarang mengemudi selama tiga bulan. Jika mereka terus melanggar, periode larangan mengemudi akan diperpanjang.
Setelah masa larangan berkendara berakhir, pelanggar harus memperbarui SIM dalam waktu 30 hari.
Penerapan sistem manajemen elektronik adalah langkah pertama dalam mendigitalkan kegiatan hukum di Thailand. Selain mengurangi beban kerja bagi polisi, sistem eletronik akan mengurangi pelanggar.
Maklum, Thailand merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang menyumbang angka kematian lalu lintas cukup tinggi, menurut WHO. Penyebab utamanya adalah karena aturan lalu lintas di negara itu kurang ketat.
Aplikasi SIM elektronik ini dianggap cocok untuk gaya hidup modern. SIM para pengemudi akan dienkripsi dengan QR code, cukup dengan memindai QR code tersebut, SIM elektronik akan tampil di telepon genggam.
|
|
comments (0)
|
PT Rifan Financindo - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa kemarin (17/9/19), setelah menguat tajam pada Senin awal pekan ini. Harga logam mulia ini kembali bergerak di dekat level psikologis US$ 1.500/troy ons.
Gejolak di Timur Tengah hingga potensi terjadinya Perang Teluk memberikan dampak positif bagi emas yang menyandang status aset aman (safe haven).
Iran menjadi tersangka utama serangan drone ke Arab Saudi. Begitu serangan terjadi di salah satu ladang minyak terbesar Saudi di Hijra Khurais dan fasilitas pemrosesan minyak mentah dunia di Abqaiq, AS langsung menuding Iran sebagai dalangnya meski pemberontak Houthi di Yaman mengklaim serangan tersebut.

Trump Ogah Perang, Emas Balik ke Bawah US$ 1.500Grafik: Emas (XAU/USD) Harian
Sumber: investing.com
Pada grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD bergerak di kisaran rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru) dan MA 21 hari (garis merah), tetapi masih di atas MA 125 hari (garis hijau).
Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif tetapi bergerak turun, histogram sudah di wilayah negatif. Emas terlihat mulai kekurangan momentum untuk menguat untuk jangka menengah.

Trump Ogah Perang, Emas Balik ke Bawah US$ 1.500Grafik: Emas (XAU/USD) 1 Jam
Sumber: investing.com
Pada time frame 1 jam, emas bergerak di kisaran MA 8 dan di atas MA 21 serta MA 125. Indikator stochastic bergerak turun dan memasuki wilayah jenuh jual (oversold).
Ruang penurunan emas masih terbuka ke support (tahanan bawah) terdekat di level US$ 1.494/troy ons. Jika mampu menembus level tersebut, emas berpeluang turun ke US$ 1.490/troy ons. Level support selanjutnya di kisaran US$ 1.484/troy ons.
Sementara selama tertahan di atas US$ 1.494/troy ons, emas berpotesi memangkas pelemahan melihat indikator Stochastic yang jenuh jual.
Rebound emas berpotensi menguji kembali level psikologis US$ 1.500/troy ons, jika mampu ditembus emas berpotensi naik ke US$ 1.506/troy ons. Resisten (tahanan atas) selanjutnya di kisaran US$ 1.512/troy ons.
Resisten: 1.500, 1.506, 1.512, 1.516, 1.521
Support: 1.494, 1.490, 1.484, 1.480, 1.476
Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) stagnan pada Rp 704.000/gram pada perdagangan Selasa kemarin (17/9/2019) dari posisi Senin awal pekan ini.
Penguatan signifikan yang terjadi kemarin terutama disebabkan karena konflik minyak mentah di Timur Tengah.
Penguatan terjadi karena fasilitas kilang minyak Saudi Aramco milik Arab Saudi diserang rudal jelajah dan pesawat nirawak (drone) sehingga membuat pelaku pasar khawatir dengan pasokan minyak dunia serta potensi terjadinya Perang Teluk atau bahkan Perang Dunia III.
Meskipun hari ini harga emas stabil, harga emas keping acuan 100 gram tersebut masih jauh dari posisi tertinggi sepanjang masanya Rp 726.000/gram pada 4 September lalu.
Data di situs logam mulia milik Antam hari ini menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 70,4 juta per batang, stabil dari posisi kemarin
Pergerakan harga emas Antam tersebut masih belum seiring dengan berlanjut menguatnya harga emas di pasar spot global yang naik 0,63% menjadi US$ 1.497 per troy ounce (oz) pada perdagangan Senin dan kontrak berjangka emas di pasar Comex yang naik 0,8% menjadi US$ 1.511/oz.
Sumber: cnbcindonesia
PT Rifan Financindo
|
|
comments (0)
|

Salah satu mangsa Titanoboa, ular terbesar sepanjang sejarah, diduga kuat adalah buaya besar. Hal itu terindikasi dari temuan fosil buaya itu di Kolombia, di area yang sama dengan habitat Titanoboa.
Ditemukan pada tahun 2010, spesies buaya purba bersangkutan panjangnya 2,1 meter dan disebut sebagai Cerrejonisuchus improcerus. Pada tahun sebelumnya, fosil Titanoboa ditemukan di area yang sama.
Dikutip detikINET dari National Geographic, kedua hewan hidup di masa yang sama pada sekitar 60 juta tahun silam di habitat yang dalam masa transisi menjadi lingkungan hutan hujan yang dikenal saat ini.
Sang buaya mungkin spesialis pemakan ikan tapi di sisi lain, ia diduga juga menjadi mangsa Titanoboa. Buaya yang masih kecil khususnya, dinilai merupakan mangsa yang ideal bagi Titanoboa.
"Buaya muda harus awas terhadap ular besar ini karena mereka dengan mudah memakannya," kata Alex Hastings dari University of Florida pada penelitiannya beberapa waktu silam
"Bahkan Titanoboa yang paling kecil oun takkan mengalami masalah melawan buaya paling besar yang pernah ditemukan," kata Hastings.
Kebiasaan memakan buaya bisa jadi diturunkan ke ular modern. Sebagai contoh, anakonda modern di hutan Amazon, termasuk ular terbesar dunia saat ini anakonda hijau, kadang memakan keluarga buaya seperti caiman.
Seperti kerabat modernnya, Titanoboa kemungkinan menunggu dengan sabar untuk menangkap Cerrejonisuchus improcerus, lantas melilitnya sampai mati.
Seperti disebutkan, Titanoboa dapat mencapai panjang sekitar 13 meter, mungkin setara dengan sebuah bus. Kemudian beratnya bisa tembus 1.135 kilogram alias lebih dari 1 ton.
|
|
comments (0)
|

PT Rifan Financindo - Jumlah korban dalam kecelakaan maut Bus Rosalia Indah yang menabrak truk tangki di Way Kanan, Lampung bertambah. Saat ini korban total menjadi 38 orang.
Delapan orang di antaranya meninggal dunia. Sementara 22 lainnya luka ringan dan 8 orang mengalami luka berat.
"Korban meninggal dunia 8 orang, luka berat 8 orang dan luka ringan 22 orang. Total korban 38 orang," Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad kepada wartawan, Selasa (17/9/2019).
Berikut identitas korban kecelakaan maut di Lampung:
Meninggal dunia
1. Marjoko (27), sopir truk tangki asal Kota Metro, Lampung
2. Mujani (55), penumpang bus asal Blitar, Jawa Timur
3. Slamet (50), penumpang bus asal Kediri, Jawa Timur
4. Sarpani (43), penumpang bus asal Ngawi, Jawa Timur
5. Susanto (35), penumpang bus asal Boyolali, Jawa Tengah
6. Wasidi (62), penumpang bus asal Blitar, Jawa Timur
7. Suparti (45), penumpang bus asal Nganjuk, Jawa Timur
8. Kodri (49), penumpang bus asal Nganjuk, Jawa Timur
Luka Berat
1. Sutiono (52), penumpang bus asal Boyolali, Jawa Tengah
2. Nurlaila (40), penumpang bus asal Ogan Komering Ulu, Sumsel
3. Solikin (60), penumpang bus asal Muara Enim, Sumsel
4. Basuki S (63), penumpang bus asal Muara Enim, Sumsel
5. Muskarindo penumpang bus asal Kopen, Jawa Tengah
6. Watini (59), penumpang bus asal Muara Enim, Sumsel
7. Mulyanto (55), penumpang bus asal Surakarta, Jawa Tengah
8. Sunarya (45), penumpang bus asal Ngawi, Jawa Timur
Luka Ringan
1. Musilin (52), penumpang bus
2. Mingan (20), penumpang bus asal Ngawi, Jawa Timur
3. Ali Wardono (20), penumpang bus asal Tegal, Jawa Tengah
4. Agus Mulyadi (23), penumpang bus asal Tegal, Jawa Tengah
5. M Jun Adi Gunawan (24), penumpang bus asal Tegal, Jawa Tengah
6. Nur Rois Ibadulan (41), penumpang bus asal Ogan Komering Ulu, Sumsel
7. Amin Syaifudin (49), Sopir bus Rosalia Indah asal Salatiga, Jawa Tengah
8. Ari (37), mekanik truk tangki asal Madiun, Jawa Timur
9. Dedi Trianto (33), penumpang bus Musi Rawas, Sumsel
10. Samsudin (56), penumpang bus asal Musi Rawas, Sumsel
11. Nur Kholil (29), penumpang bus Ogan Komering Ulu, Sumsel
12. Musinin (52), penumpang bus asal Jawa Timur
13. Sunarya (46), penumpang bus asal Jawa Timur
14. Defri (23), penumpang bus asal Tanjung Enim
15. Iwan (36), penumpang bus asal Boyolali, Jawa Tengah
16. Nur Margiyanto (30), penumpang bus asal Sragen, Jawa Tengah
17. Munawaroh (21), penumpang bus asal Muara Enim, Sumsel
18. Hijabunasi penumpang bus asal Muara Enim, Sumsel
19. Abdul Rahman (23), penumpang bus asal Muara Enim, Sumsel
20. Cipto penumpang bus asal Baturaja, Sumsel
21. Khaidar (15), penumpang bus asal Muara Enim, Sumsel
38. Samadi (50), sopir asal Karang Anyar, Jawa Tengah
Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo